Tampilkan postingan dengan label tentang cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 November 2010

Tentang Cinta


Gue pengen nulis tentang cinta, tapi bingung mau menguraikan nya bagaimana. Baru satu kalimat gue tulis, gue hapus lagi.
Gue gak yakin, apa yang gue tulis ini emang bercerita tentang cinta..
Apa cinta itu saat kamu merasa tenang dan nyaman bersamanya?
Apa cinta itu deg-degan kalo mau bales atau mau sms dia?
Apa cinta itu selalu memantau status FB dan twitternya setiap kamu online?
Apa cinta itu saat ditengah keramaian wajahnya hadir dalam imajinasimu?
Apa cinta itu juga seperti rasa cemburu bercampur galau saat dia bersama yang lain?


Ketika seorang penyair akan berkata, jika cinta adalah keindahan yang murni tanpa kepalsuan memberi imajinasi hidup dalam keselarasan realita dan impian..
Cinta adalah keindahan yang tanpa batas . Sebab didalamnya ada kasih yang melindungi dan selalu ingin melindungi, membentang melampaui setiap keterbatasan yang fana..

Jika apa yang gue rasa ini benar cinta, hanya satu harap ku untuk Sang pencipta cinta. Beri aku kesempatan untuk bersamanya, meski satu jam saja..
Readmore »

Jumat, 14 Agustus 2009

perjalanan cinta

perkenalanku dengan cinta dimulai saat aku duduk di bangku SLTP kelas 2, nama cinta monyet ku adalah wawan setiawan. namanya juga cinta monyet, pacaran nya pun masih kayak monyet2x yang gak tahu arti cinta yang sesungguhnya. hanya mengobrol dan tersipu malu ketika bertemu, itulah pacaran gaya anak ingusan. hubunganku tidak berjalan lama. 4 bulan saja.

setelah putus dari wawan, cukup lama aku tidak berpacaran, sampai akhirnya aku beranjak ke bangku SMA dan bertemu dengan rifaldi(yang mengaku sebagai model majalah lampung). ketika itu aku mengikuti ospek, berhubung sebagai adik dari salah kakak panitia aku pun jadi incaran kakak-kakak panitia untuk di kerjai habis-habisan. saat ospek itu lah, aku mengenal dia. sejak saat itu, ada rasa canggung jika bertemu dengannya. kemudian ia PDKT, selang beberapa bulan, kami jadian. cukup unik gaya pacaran dengannya. jarang mengobol dan hanya sesekali ia mengantarkanku pulang. hal ini membuat ku merasa tidak simpatik dengannya, aku pun mundur perlahan dari kehidupannya. tak mempedulikannya, karena cinta yang kupunya untuknya tidak lah terlalu besar. disaat-saat seperti itu, ada sosok lelaki lain bernama agung mahardika yang mendekatiku, memberi perhatian lebih dari rifaldi. dia pun menembakku, dan kuterima tembakannya, berharap dia lebih baek dari rifaldi. sebenernya tidak ada kata putus yang terlontar antara aku dan rifaldi, tapi tanpa berkata seperti itu, kami sudah menyadari bahwa tidak ada kecocokan antara aku dengannya.

agung mahardika, sosok lelaki yang sangat perhatian. hampir tiap saat jika bisa ia selalu mengirim SMS sekedar bertanya "kamu lagi ngapain". awalnya aku suka dengan perhatian yang ia berikan, namun lama kelamaan ia membuat ku bosan.

di sisi lain, aku punya teman sekelas bernama m. robi, cowok manis yang memiliki banyak fans di sekolah ini, diam-diam menaruh rasa padaku. awalnya kami selalu bertengkar dan bersaing, hampir dalam segala bidang pelajaran. sejak awal masuk sekolah, kami memang sudah seperti kucing dan anjing. bertengkar manja, itulah yang kami lakukan. pertengkaran itu membuat kami dekat dan bersahabat. kami sering saling sms hanya sekedar untuk menjahili ataupun mengejek.
kemudian, ia bercerita padaku jika ia sedang memendam rasa dengan seorang wanita dikelas. aku penasaran, segala usaha ku kerahkan untuk mengetahui nama wanita yang ia suka. sampai akhirnya sebelum valentine, sekitar tanggal 8 februari ia menembakku. tapi kami mendeklarasikan cinta kami pada tanggal 14 februari(biar bisa di inget terus). perjalanan cintaku dengannya tidak lah lama. sekitar dua bulan. meskipun begitu aku merasa dialah cinta pertama ku, karena dari sekian cowo yang pernah pacaran dengan ku, hanya dengan dia aku merasa tenang dan memiliki rasa deg-deg an yang berlebihan di hati. robi amsyah, cowo misterius yang pernah ku miliki, tak akan pernah bisa aku lupakan kisahku dengannya. saat putus dari dia, aku sangat kehilangan, merasa cewek terbodoh yang pernah melepaskan dia. beberapa hari setelah putuspun mataku masih sering terlihat bengkak, karena tiap malam terus menerus menangis, menyesali kebodohanku. mau minta balikan pun pada saat itu, membuat ku malu dan akan menjatuhkan harga diri. akhirnya aku berusaha bangkit, meski tertatih tatih untuk menata hati yang telah hancur berkeping-keping.
sedangkan hubungan ku dengan agung, putus, karena ia mengetahui aku telah menduakannya dengan robi. peace :D
1 tahun pacaran 3 kali, itulah rekor ku...
***
aku pindah sekolah dan melanjutkan perjalan cintaku di kota aku bersekolah, cirebon.
cukup lama mencari pengganti robi. meskipun ada lelaki yang memberi sinyal padaku, dan meskipun ia sudah menyatakan langsung perasaan nya, tapi tidak membuat ku bergetar dan yakin untuk melupakan robi begitu saja.
kemudian, aku bertemu luber nugoroho di akhir-akhir studiku di cirebon. lelaki putih bertubuh tinggi, yang sedang berlatih untuk mengikuti seleksi bintara. aku mengenal nya ketika sedang bermain di lapangan basket yang berada di kawasan temanku. dari awal, memang sudah ada rasa dengannya. karena dia yang memenuhi kriteriaku. selang beberapa bulan, kami menjadi dekat dan ia menembakku. kami berpacaran, sampai akhirnya ia keterima menjadi tentara dan mengikuti pendidikan serta meninggalkan ku.
aku hanya bisa menangis sesaat, namun tidak membutuhkan waktu yang lama seperti robi untuk melupakannya. aku bangkit, dan tidak peduli lagi dengan sesuatu yang orang sebut cinta.

saat semester pertama kuliah, luber datang kembali padaku, ia menyatakan permintaan maap karena telah meninggalkan ku dan menginginkan balikan lagi padaku. awalnya ada sedikit keraguan terhadap ajakannya. tapi setelah ia meyakinkan ku, akupun luluh dan merajut kembali cinta yang sempat terputus.

beberapa bulan setelah itu ia dipindah tugaskan ke makassar, kami pacaran jarak jauh.

di makassar

sobat, pacaran jarak jauh,sangatlah tidak enak. telpon yang terlalu sering darinya terkadang membuat ku bosan, tapi tidak ditelpon membuat ku marah dan mencurigai habis-habisan. pertengkaran sering terjadi, tapi kami tetap bertahan. rasa rindu yang dalam sering melanda. keinginan untuk bisa berjalan berdua seperti pasangan lainnya, harus ku pupus. meskipun begitu, pacaran dengannya telah membuat ku selalu membayangkan akan pernikahan dan menjalin kehidupan berumah tangga.
tapi sayang, sayang seribu kali sayang..(hahahaa,, alay mode on)
aku putus dengannya, karena ia tidak berhasil lolos dalam uji cobaku mengetes kesetiannya.



jika ada pertanyaan, "kisah mana yang ingin kamu ulang jika ada mesin waktu?"

^&@!*&@*!&( pastilah kalian tahu jawabannya yang mana !&@(&!(@&(@&(!




_i'm single_
Readmore »

cinta, sang penyair berkata

pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu... *kahlil gibran*

Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur yang gaib,
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti,
aku cinta kepadamu !

Kutulis surat ini
kala langit menangis
dan dua ekor belibis
bercintaan dalam kolam
bagai dua anak nakal
jenaka dan manis
mengibaskan ekor
serta menggetarkan bulu-bulunya,
Wahai, dik Narti,
kupinang kau menjadi istriku !

Kaki-kaki hujan yang runcing
menyentuhkan ujungnya di bumi,
Kaki-kaki cinta yang tegas
bagai logam berat gemerlapan
menempuh ke muka
dan tak kan kunjung diundurkan

Selusin malaikat
telah turun
di kala hujan gerimis
Di muka kaca jendela
mereka berkaca dan mencuci rambutnya
untuk ke pesta
Wahai, dik Narti
dengan pakaian pengantin yang anggun
bunga-bunga serta keris keramat
aku ingin membimbingmu ke altar
untuk dikawinkan
Aku melamarmu,
Kau tahu dari dulu:
tiada lebih buruk
dan tiada lebih baik
dari yang lain…
penyair dari kehidupan sehari-hari,
orang yang bermula dari kata
kata yang bermula dari
kehidupan, pikir dan rasa

*ws. rendra*

AKAN KE MANAKAH ANGIN

Emha Ainun Nadjib


Akan ke manakah angin

Tatkala turun senja yang muram

Kepada siapa lagu kuangankan

Kelam dalam kabut, rindu tertahan

Datanglah engkau berbaring di sisiku

Turun dan berbisik dekat di batinku

Belenggulah s’luruh tubuh dan sukmaku

Kuingin menjerit dalam pelukanmu

Sampai manakah berarak awan

Bagi siapa mata kupejamkan

Pecah bulan dalam ombak lautan

Dahan-dahan di hati bergetaran
Readmore »