Jumat, 07 Mei 2010

Keluarga berencana dan kontrasepsi

KELUARGA BERENCANA
Definisi
Menurut WHO, 1970, keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk :
- Mendapatkan objektif-objektif tertentu
- Menghindari kelahiran yang tidak di inginkan
- Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan
- Mengatur interval di antara kehamilan
- Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri
Secara garis besar definisi ini mencakup beberapa komponen dalam pelayan kependudukan/KB yang dapat diberikan sebagai berikut :
a. Komunikasi informasi dan edukasi , tujuan : meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek KB sehingga tercapai penambahan peserta baru, meletakkan dasar bagi mekanisme sosio-kultural yang dapat menjamin berlangsungnya proses penerimaan.
b. Konseling : tindak lanjut dari KIE. Konseling ini dibutuhkan bila seseorang menghadapi suatu masalah yang tidak dapat dipecahkannya sendiri.
c. Kontrasepsi, tujuan : penurunan angka kelahiran yang bermakna.
d. Pelayanan infertilitas
e. Pendidikan seks

Konstrasepsi
1. Memilih metode kontrasepsi : aman, dapat diandalkan, murah, sederhana, dapat diterima oleh orang banyak, pemakaian jangka lama.
2. Macam-macam metode kontrasepsi
- Metode sederhana
a. Tanpa alat
 KB alamiah = Natural Family Planning, Fertility Awareness Methods, Metode rhytm, Periodik Abstinens,
Macam-macam KB alamiah :


 Metode Kalender (ogino-knaus)
Menentukan waktu ovulasi dari data haid yang dicatat selama 6-12 bulan terakhir.
Ogino : ovulasi umumnya terjadi pada hari ke-14 sebelum haid berikutnya, tetapi dapat pula terjadi 12-16 hari sebelum haid yang akan datang.
Knaus : ovulasi selalu terjadi pada hari ke-15 sebelum haid akan datang.
Teknik Metode Kalender :
1. Mengurangi 18 hari dari siklus terpendek, untuk menentukan awal dari masa suburnya
2. Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir masa suburnya.
Kalkulasi masa subur secara tradisional :
1. Ovulasi terjadi pada hari ke-14 tambah kurang 2 hari sebelum permulaan haid berikutnya
2. Spermatozoa bertahan hidup 2-3 hari
3. Ovum hidup selama 24 jam
 Metode Suhu Badan Basal
Peninggian suhu badan basal 0.2-0.5 pada waktu ovulasi.
Peninggian suhu badan basal mulai dari 1-2 hari setelah ovulasi, disebabkan peninggian kadar hormon progesteron.
 Metode lendir serviks (billings)
Lendir serviks diatur oleh hormon estrogen dan progesteron.
2 macam lendir serviks :
1. Lendir type-E (estrogenik)
Diproduksi pada fase akhir pra-ovulasi dan fase ovulasi. Sifat : banyak, tipis, dan visikositas rendah, spermatozoa dapat menembus lendir ini.
2. Lendir type G : diproduksi pada fase awal pra-ovulasi, dan setelah ovulasi. Sifat lendir: visikositas tinggi, kental, keruh dan spermatozoa tidak dapat menembus lendir.

Kontraindikasi KB alamiah :
 Siklus haid yang tidak teratur
 Riwayat siklus haid yang an-ovulatoir
 Kurve suhu badan yang tidak teratur
Komplikasi KB alamiah :
 Komplikasi yang langsung tidak ada
 Persoalan timbul bila terjadi kegagalan/kehamilan.
Keuntungan Non-kontraseptif KB alamiah :
 Untuk pasangan suami isteri yang menginginkan kehamilan dan ingin mengatahui masa subur isteri.
 Coitus Interuptus (sanggama terputus)
Suatu metode kontrapsepsi dimana senggama diakhiri setelah terjadi ejakulasi intra-vaginal. Ejakulasi terjadi jauh dari genetalia eksterna
Keuntungan :
 Tidak memelukan alat
 Tidak menggunakan zat-zat kimiawi
 Tidak punya efek samping
Kerugian :
 Angka kegagalan cukup tinggi
 Kenikmatan seksual berkurang bagi suami isteri
Ejakulasi :
 Ejakulasi prematur pada pria
b. Dengan alat
 Mekanis (barier)
 Kondom pria
Menghalangi masuknya spermatoza ke dalam traktur genitalia interna wanita.
Keuntungan : mencegah kehamilan, murah, sederhana, memberi perlindungan terhadap penyakit akibat hubungan seks
Kerugian : angka kegagalan relatif tinggi, perlu dipakai secara konsisten setiap senggama.
Indikasi : pria  penyakit genitalia, ejakulasi prematur, dan sensitifitas penis terhadap sekret vagina. Wanita  vaginitis
Macam-macam kondom : kulit, lateks, plastik


 Barier pada wanita –barier intra-vaginal-
Menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genitalia interna wanita dan mematikan spermatozoa oleh spermisidnya.
Macam-macam barier intra-vaginal :
1. Diafragma
Keuntungan : sangat efektif, aman
Kerugian : memerlukan tingkat motivasi yang tinggi dari pemakainya
Jenis-jenisnya : cool spring(berguna untuk otot vagina yang kuat, perspiral yang dilapisi dengan karet) , flat spring (logamnya pipih), arcing spring(mempunyai pegas logam rangkap).
Cara pemakaian : diafragma ditekan dan didorong sejauh mungkin kedalam vagina, dengan jari telunjuk diperiksa bahwa letak diafragma tepat dibelakang pubis dan menutupi serviks.

2. Kap serviks
Suatu alat kontrasepsi yang hanya menutupi serviks saja
Kerugian : pemasangan dan pengeluarannya lebih sulit karena letak serviks yang jauh di dalam vagina.
3. Spons
Cara kerja : melepaskan spermisid yang terkandung didalamnya, melepaskan barier antara spermatozoa dan serviks, menangkap spermatozoa kedalam spons.
4. Kondom wanita
Kombinasi antara diafragma dan kondom.
Alat ini terdiri dari 2 cincin polyuretra yang lentur beberntuk diafragma yang terdapat pada masing-masing ujung dari suatu selubung lunak poliuretra yang longgar.
 Kimiawi
 Spermisid vaginal = zat-zat kimia yang kerjanya melumpuhkan sermatozoa di dalam vagina sebelum spermatozoa bergerak ke dalam traktus genitalia interna

- Metode hormonal
1. Kontrasepsi Hormonal
Mempengaruhi : ovulasi, implantasi, transpor gamet, lendir serviks, fungsi korpus luteum
Jenis-jenisnya :
a. Pil oral Kombinasi (POK) mengandung estrogen dan progesteron, Pil sequential terdiri dari estrogen untuk 14-16 hari, pil serial , Pil incremental
b. Injeksi : microspheres, microcapsule
Jenis-jenis alat KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain:
a. Suntikan / bulan ; contoh : cyclofem
b.Suntikan/3 bulan ; contoh : Depo provera, Depogeston (Harnawati, 2008).
Cara kerja KB suntik : menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi masa ovulasi, mencegah terjadinya pertemuan antara sel telur dan sperma,mengentalkan lendir serviks sehingga sulit spermatozoa sulit untuk tembus.

Kerugian ( Hartanto,2004) :
a. Perdarahan yang tidak menentu
b. Terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan
c. Berat badan yang bertambah
d. Sakit kepala
e. Kembalinya kesuburan agak terlambat beberapa bulan
f. Jika terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak dapat ditarik lagi.
g. Masih mungkin terjadi kehamilan, karena mempunyai angka kegagalan 0.7%
h. Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang profesional.
i. Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan
j. Memerlukan biaya yang cukup tinggi.
c. Sub kutis : implant  alat kontrasepsi bawah kulit : kontrasepsi yang diinsersikan pada bagian subdermal, yang hanya mengandung progestin dengan masa kerja panjang, dosis rendah, dan reversibel untuk wanita (Speroff & Darney, 2005).
Cara kerja kontrasepsi implant :
1. Lendir serviks menjadi kental
Kadar levonorgestrel yang konstan mempunyai efek nyata terhadap terhadap mucus serviks. Mukus tersebut menebal dan jumlahnya menurun, yang membentuk sawar untuk penetrasi sperma.
2. Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi.
Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap maturasi siklik endometrium yang diinduksi estradiol, dan akhirnya menyebabkan atrofi. Perubahan ini dapat mencegah implantasi sekalipun terjadi fertilisasi; meskipun demikian, tidak ada bukti mengenai fertilisasi yang dapat dideteksi pada pengguna implan.


3. Mengurangi transportasi sperma
Perubahan lendir serviks menjadi lebih kental dan sedikit, sehingga menghambat pergerakan sperma.
4. Menekan ovulasi
Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap lonjakan luteinizing hormone (LH), baik pada hipotalamus maupun hipofisis, yang penting untuk ovulasi.
2. Intra uterine Devices (AKDR) alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral.
Cara Kerja :
 Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii.
 Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
 IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun IUD membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
Komplikasi : Komplikasi pemakaian AKDR yang sering muncul yaitu AKDR tertanam dalam-dalam di endometrium atau miometrium (embedding, displacement) dan infeksi (Hartanto, 2004).
Jenis-jenis IUD :
a. Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik. IUD bentuk T yang baru IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea.
b. Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Copper-T.
c. Multi Load
IUD ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
d. Lippes Loop
IUD ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik. Yang banyak dipergunakan dalam program KB masional adalah IUD jenis ini.
3. Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi mantap (kontap ) adalah suatu tindakan untuk membatasi keturunan dalam jangka waktu yang tidak terbatas; yang dilakukan terhadap salah seorang dari pasangan suami isteri atas permintaan yang bersangkutan, secara mantap dan sukarela. Kontap dapat diikuti baik oleh wanita maupun pria. Kontrasepsi mantap pada wanita disebut tubektomi, yaitu tindakan memotong tuba Fallopii / tuba uterina. Sedangkan pada pria, kontrasepsi mantap dinamakan vasektomi, yaitu tindakan memotong vas deferens.
Keuntungan :
Tubektomi :
 Sangat efektif dan “permanen”
 Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%
 Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
 Tidak mempengaruhi proses menyusui
 Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
 Tidak menggangu hubungan seksual
Vasektomi :
 Sangat efektif dan “permanen”
 Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
 Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%
 Tidak menggangu hubungan seksual
 Tindakan bedah yang aman dan sederhana

Kerugian :
Tubektomi :
 Rasa sakit/ketidak nyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan
 Ada kemungkinan mengalami resiko pembedahan
Vasektomi :
 Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak
 Harus ada tindakan pembedashan minor.


Daftar pustaka

Hartanto, Dr.Hanafi. Keluarga Berencana. 2004. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau Intra Uterine Device (IUD). Diambil pada tanggal 20 Mei 2008 dari http://pikas.bkkbn.go.id/jabar/program_detail.php?prgid=2
http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/06/23/kontrasepsi-hormonal/

1 komentar:

initial blogger mengatakan...

keluarga berencana juga butuh Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia dan terencana dengan baik ^^

Posting Komentar