Tampilkan postingan dengan label serba serbi kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi kampus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2011

Galau Mahasiswa Tingkat Akhir

Lulus tepat waktu, predikat sangat memuaskan, tapi bingung bakal jadi apa kedepannya? Mau tau rasanya seperti apa : bayangkan kamu abis berbulan-bulan ga dikasih kabar sama pacarmu, terus pas ketemu dia bilang putus, kalo ngeliat mobil-motor lewat rasanya ingin mati saja, timbang dapet predikat "PENGANGGURAN".

Pas mau mati, inget dosa, inget neraka, dibakar abis-abisan, dicincang-cincang, dijadiin sate buat malaikat yang buas dialam sana, akhirnya buang jauh-jauh niat bunuh diri. Loe mau tahu kelanjutan gimana, jadinya "GALAU" akut! Gue harus apa, gue harus gimana, gue bakal jadi apa, apa bisa lebih baik dari kakak-kakak gue, dari orang tua gue?!

Ngeliat rencana dan cita-cita zaman dulu, ga sesuai dengan kenyataan yang didapat sekarang, bukan sarjana ini yang gue mau, tapi menyesal juga ga ada gunanya. Mau ngelanjut kuliah biar lebih bergengsi dikit, mikir biayanya dibayar pake apa, ga lanjut bakal jadi sampah ga berguna, ikutan spesialis tapi males karena bakal lebih ngerasa kecemplung ditempat yang sebenernya gak gue suka. Pikir-pikir lagi,tanya temen x diskusi : "ya udah loe kerja dulu aja baru lanjut", masalahnya cari kerjaan ga segampang cari celana dalem yang harganya 10 ribu 3 bisa didapet dipasar mana aja. Ada rasa takut, rasa pesimis, dan perasaan makin "GALAU".

Liat lowongan jadi jurnalis, ngerasa lebih nyambung kalo masuk ke bidang ini, tapi dibisikin temen soal gaji, Buat gue mikir-mikir lagi dan jadi makin masuk dalam dunia ke "GALAU" Kronis.

Emang belum sidang sih, masih 3 hari lagi, belum tahu keputusannya gimana, tapi untuk hal yang satu ini gue OPTIMIS bakal lulus sidang, harapannya sih nilai sesuai dengan keinginan dan pengorbanan gue dalam mengerjakan skripsi.

Gue pengen berdoa sama TUHAN, tapi kayaknya TUHAN udah tahu gue gimana. Kata TUHAN "Ini anak cuma dateng pas lagi butuh aja, pas gak butuh boro-boro deh inget Gue" . Kelanjutannya ga jadi gue berdoa sama TUHAN, malu ketahuan banyak bolongnya.

Nangis sesenggukan sendiri jadinya, curhat sama si itu diomelin, si ini ga bisa diharepin, sama si ono ga bisa diandelin, Kelanjutannya makin "GALAU".
Readmore »

Rabu, 29 Juni 2011

MAHASISWA TINGKAT (tanpa) AKHIR PART 2


Mahasiswa tingkat akhir : kemeja butut, sepatu butut, mau beli baru sayang, alesan bentar lagi lulus. Klimaks : 3 bulan kemudian terpaksa beli karena ga maju2 sidang dan masih banyak pelajaran yang harus diulang.

Mahasiswa tingkat akhir : dateng ke kampus, sepi bener, mana nih temen2, pura-pura sibuk celingak celinguk nyari temen, padahal udah ditinggal temennya wisuda. Ga mau malu, sok2 jalan bareng anak baru, sembunyi-sembunyi cari dosen pembimbing.

Mahasiswa tingkat akhir : Nunda lulus gara-gara masih betah bertitle "mahasiswa", cari pacar mahasiswa baru, makin dilama-lamain lulusnya, ortu bangkrut, keduluan lulus sama adiknya. Klimaks: tiap telpon keluarga ga diangkat, ngehubungin bokap kalo lagi butuh duit, status facebook ga di update-update, tapi BBM-an jalan terus.

Mahasiswa tingkat akhir : minta beliin kendaraan alesan buat penelitian, padahal kendaraan dipake buat jalan-jalan sana sini. Klimaks : skripsi terlantar, duit ludes buat bensin, ga berani pulang kampung takut dimarah orang tua.

Mahasiswa tingkat akhir : muka kucel jarang diurus, perut makin kurus, tapi masih ga lulus-lulus. Klimaks : desperate tingkat dewa, statusnya marah-marah terus yang diupdate hampir tiap 6 jam sekali.

Mahasiswa tingkat akhir : berbulan-bulan ngerjain skripsi demi satu jam saja buat sidang, kehidupan semua dikorbankan, berharap dosen kasih penilaian yang terbaik.

GANBATTE MAHASISWA TINGKAT AKHIR. TUHAN BERSAMA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Readmore »

Selasa, 28 Juni 2011

MAHASISWA TINGKAT (tanpa) AKHIR


-- Mahasiswa tingkat akhir : Diajak ke trans studio (belom tenang kalo belom sidang), di ajak makan (males keluar pengen ngerjain revisi, tapi satu jam kemudian online di facebook, dua jam kemudian update status twitter, selanjutnya aktif di ym.

-- Mahasiswa tingkat akhir : Senggol bacok, muka dilipet, sensitif akut. gara-gara di rombak abis dosen pembimbing. berhari-hari kemudian gonta ganti PP lagi jalan-jalan. Klimaks : skripsi terlantar kelamaan ngilangin stress timbang ngerjain revisi.

-- Mahasiswa tingkat akhir : Belom punya pacar, udah mau diwisuda, bingung cari pendamping wisuda. klimaks : status galau yang diupdate minimal sehari sekali untuk mencari perhatian si doi.

-- Mahasiswa tingkat akhir : cari pendamping wisuda, kepepet nerima gebetan yang ga disuka dengan terpaksa. klimaks : diwisuda bareng si gebetan tapi tidak bahagia. NGENES

-- Mahasiswa tingkat akhir : bawa kertas numpuk, gayanya pegang HP, sok sibuk lihat kiri-kanan, ditegor jawab sekedarnya (rencana bimbingan dengan dosen). Satu jam kemudian dilihat masih ditempat yang sama, dengan gaya yang sama, tapi kalo ditegor pura2 acuh tak acuh. #tragis

-- Mahasiswa tingkat akhir : sms dosbing ga dibales-bales, akhirnya gosipin dosbing ke temen-temen bilang si dosbing ga baiklah inilah itulah. besoknya ketemu dosbing langsung ACC SIDANG. pesan dosbing : kalo udah acc ga usah bimbingan lagi ya. MAT kegirangan setengah mati. Klimaks : Di sidang di cerca abis-abisan

-- Mahasiswa tingkat akhir : ditelpon nyokap ditanya kapan wisuda, tiba-tiba telepon terputus, sejam kemudian sms bilang "ma maaf ya tadi sinyalnya ga bagus".

-- Mahasiswa tingkat akhir : Males cari makan, kerjaanya ngurung diri dikamar. Kirain ngerjain skripsi, ga tau nya sibuk internetan.

-- Mahasiswa tingkat akhir : sibuk ikutan les toefl berhubung syarat sidang, minta duit ke bokap buat ikutan les selama 3 bulan. KLIMAKS : les cuma 2 bulan, uang les 1 bulan ke pake buat foya-foya dengan alesan buat ngilangin stress.

-- Mahasiswa tingkat akhir : kesel liat temen selangkah lebih maju, tapi pura2 kasih semangat ke temen-temenya.Klimaks : sekali dipancing keributan langsung nyolot, cari pelampiasan


-- Mahasiswa tingkat akhir : udah berapa orang nih respondennya? yah lumayan banyak lah...oh iya? kok ini masih banyak kertas kuisioner yang kosong --> lumayan banyak yang belom ngisi kuisionernya

--- Wisudawan - Wisudawati : bangga udah lulus kuliah, meskipun tidak dengan predikat cumloade,sibuk traktir temen sana sini. 1 Bulan kemudian masuk dalam daftar pengangguran. 3 bulan kemudian masih sibuk sana sini. 1 tahun kemudian, nyesel cepet banget lulusnya tapi belom dapet kerjaan, mana udah ga dapet jatah bulanan, tahu gitu dilama-lamain kuliahnya.


SEMOGA SEMUA SUKSES DENGAN CITA-CITA dan PILIHAN HIDUPNYA. SUKSES BUAT SEMUA MAHASISWA TINGKAT AKHIR. SUKSES BUAT SEMUA WISUDAWAN WISUDAWATI...
Readmore »

Rabu, 13 April 2011

Usia lanjut (gerontik)


Gerontologi, Geriatri, dan Keperawatan Gerontik
Gerontologi berasal dari geros yang artinya usia lanjut dan logos yang artinya ilmu. Jadi Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek penuaan (Kozier, 1987). Menurut Miller (1990), gerontologi adalah ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lansia. Dalam referensi lain dikatakan bahwa gerontologi adalah suatu pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses penuaan yaitu kesehatan, sosial, ekonomi, perilaku, lingkungan dan lain-lain ( Depkes RI, 2000). Cabang ilmu dari gerontologi dan kedokteran yang mempelajari kesehatan pada lansia dalam berbagai aspek yaitu promotif, preventif, dan rehabilitatif disebut dengan geriatri. Pada prinsipnya geriatri mengusahakan agar masa tua bahagia dan berguna (Depkes RI, 2000). Kesimpulannya bahwa, geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang penyakit pada lansia, aspek klinis, preventif, terpeutik, proses menjadi tua serta akibatnya pada tubuh manusia, dan fokusnya pada masalah kedokteran atau pada penyakit yang timbul pada lanjut usia (Balck & Matassari Jacob, 1997).
Tujan pelayanan geriatri adalah :
1. Mempertahankan derajat kesehatan setinggi-tingginya sehingga terhindar dari penyakit atau gangguan kesehatan
2. Memelihara kondisi kesehatan dengan aktivitas fisik sesuai kemampuan dan aktivitas mental yang mendukung
3. Melakukan diagnosis dini secara tepat dan memadai
4. Melakukan pengobatan yang tepat
5. Memelihara kemandirian secara maskimal
6. Tetap memberikan bantuan moril dan perhatian sampai akhir hayatnya agar kematiannya berlangsung dengan tenang.

Keperawatan Gerontik adalah Praktek perawatan yang berkaitan dengan penyakit pada proses menua (KOZIER, 1987). Menurut Lueckerotte (2000) keperawatan gerontik adalah ilmu yang mempelajari tentang perawatan pada lansia yang berfokus pada pengkajian kesehatan dan status fungsional, perencanaan, implementasi serta evaluasi. Menurut Eliopoulous tahun 2005, fungsi perawat gerontologi adalah:
Guide Persons of all ages toward a healthy aging process (Membimbing orang pada segala usia untuk mencapai masa tua yang sehat).
Eliminate ageism (Menghilangkan perasaan takut tua).
Respect the tight of older adults and ensure other do the same ( Menghormati hak orang dewasa yang lebih tua dan memastikan yang lain melakukan hal yang sama).
Overse and promote the quality of service delivery (Memantau dan mendorong kualitas pelayanan).
Notice and reduce risks to health and well being ( Memerhatikan serta mengurangi risiko terhadap kesehatan dan kesejahteraan).
Teach and support caregives (Mendidik dan mendorong pemberi pelayanan kesehatan).
Open channels for continued growth ( Membuka kesempatan untuk pertumbuhan selanjutnya).
Listern and support (Mendengarkan dan memberi dukungan).
Offer optimism, encourgement and hope (Memberikan semangat, dukungan dan harapan).
Generate, support, use and participate in research (Menghasilkan, mendukung, menggunakan, dan berpatisipasi dalam penelitian).
Implement restorative and rehabilititative measures (Melakukan perawatan restoratif dan rehabilitatif).
Coordinate and managed care (Mengoordinasi dan mengatur perawatan).
Asses, plan, implement and evaluate care in an individualized, holistic maner ( Mengkaji, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi perawatan individu dan perawatan secara menyeluruh).
Link services with needs (Memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan).

Nurtuere futue gerontological nurses for advancement of the speciality (Membangun masa depan perawat gerontik untuk menjadi ahli dibidangnya).
Understand the unique physical, emotical, social, spritual aspect of each other (Saling memahami keunikan pada aspek fisik, emosi, sosial dan spritual).
Recognize and encourge the appropriate management of ethical concern (Mengenal dan mendukung manajemen etika yang sesuai dengan tempatnya bekerja).
Support and comfort through the dying process (Memberikan dukungan dan kenyamanan dalam menghapi proses kematian).
Educate to promote self care and optimal independence (Mengajarkan untuk meningkatkan perawatan mandiri dan kebebasan yang optimal).
Lingkup asuhan keperawatan gerontik adalah pencegahan ketidakmampuan sebagai akibat proses penuaan, perawatan untuk pemenuhan kebutuhan lansia dan pemulihan untuk mengatas keterbatasan lansia. Sifat nya adalah independen (mandiri), interdependen (kolaborasi), humanistik dan holistik.

1. Pengkajian Usia Lanjut
Tujuan dari melakukan pengkajian adalah untuk menentukan kemampuan klien dalam memelihara diri sendiri, melengkapi data dasar untuk membuat rencana keperawatan, serta memberi waktu klien untuk berkomunikasi. Pengkajian meliputi aspek fisik, psikis, sosial dan spritual dengan melakukan kegiatan pengumpulan data melalu wawancara, observasi, dan pemeriksaan.
1.1. Aspek Fisik
Wawancara
 Pandangan Lansia tentang kesehatannya
 Kegiatan yang mampu dilakukan Lansia
 Kebiasaan Lansia merawat diri sendiri
 Kekuatan fisik Lansia: otot, sendi, penglihatan dan pendengaran
 Kebiasaan makan, minum, istirahat/tidur, BAK/BAB
 Kebiasaan gerak badan/olahraga/senam lansia
 Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan
 Kebiasaan Lansia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan dalam minum obat
 Masalah-masalah seksual yang dirasakan
Pemeriksaan fisik
o Temperatur
 Mungkin rendah 35 0C (hipotermy)
 Lebih teliti diperiksa di sublingual
o Pulse (denyut nadi)
 Kecepatan irama,frekuensi
 Apikal, radial, pedal
o Respirasi (pernafasan)
 Kecepatan, irama dan kedalaman
 Tidak teraturnya pernafasan
o Tekanan darah
 Saat berbaring, duduk, berdiri
 Hipotensi akibat posisi tubuh
o Berat badan perlahan-lahan hilang pada tahun terakhir
o Tingkat orientasi
o Memori atau ingatan
o Pola tidur
o Penyesuaian psikososial
1.2 Aspek Psikologis
o Apakah mengenal masalah-masalah utamanya
o Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
o Apakah dirinya merasa dibutuhkan atau tidak
o Apakah optimis dalam memandang suatu kehidupan
o Bagaimana mengatasi stress yang dialami
o Apakah mudah dalam menyesuaikan diri
o Apakah Lansia sering mengalami kegagalan
o Apakah harapan pada saat ini dan akan datang
o Perlu dikaji juga mengenai fungsi kognitif : daya ingat, proses pikir, alam perasaan, orientasi dan kemampuan dalam penyelesaian masalah
1.3 Aspek Sosial
o Darimana sumber keuangan Lansia
o Apakah kesibukan Lansia dalam mengisi waktu luang
o Dengan siapa dia tinggal
o Kegiatan organisasi apa yang diikuti Lansia
o Bagaimana pandangan Lansia terhadap lingkungannya
o Berapa sering Lansia berhubungan dengan orang lain diluar rumah
o Siapa saja yang biasa mengunjungi
o Seberapa besar ketergantungannya
o Apakah dapat menyalurkan hoby atau keinginanya dengan fasilitas yang ada



1.4 Spritual
o Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya
o Apakah secara teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan keagaman, misalnya pengajian dan penyantunan anak yatim atau fakir miskin
o Bagaimana cara Lansia menyelesaikan masalah, apakah dengan berdoa
o Apakah Lansia terlihat sabar dan tawakal

2. Diagnosis Keperawatan
Perawat menggunakan hasil pengkajian untuk menentukan diagnosis keperawatan. Masalah keperawatan yang paling banyak dijumpai antara lain :
o Kebutuhan nutrisi : malnutrisi dan dehidraso
o Sensosori : Glaukoma, katarak (visual), Otesklerosis, prebyscus (hear), Dysgeusia, penurunan produksi saliva (Smell), Merasa terisolasi, dan kecemasan (touch).
o Seksual : digunakan untuk mengkaji dan mengelola seksualitas lansia
o Kebutuhan tidur : tidur merupakan lanjutan dari istirahat

3. Asuhan Keparawatan
Perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana perawatan yang telah dibuat. Tindakan keperawatan yang dilakukan pada lansia meliputi :
o Menumbuhkan dan membina hubungan saling percaya dengan memanggil nama klien.
o Menyediakan penerangan yang cukup
o Meningkatkan rangsangan pancaindra
o Mempertahankan daya orientasi realitas : kalender, jam dan foto-foto
o Memberikan perawatan sirkulasi
o Memberikan perawatan pernafasan dengan membersihkan hidung

Daftar Pustaka :
Maryam, siti dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta : Salemba Medika
Readmore »

Senin, 04 April 2011

4 tahun di negeri Jatinangor

4 tahun telah mengajarkan aku tentang batasan-batasan. Batasan yang pertama adalah batasan antara pria dan wanita. Lalu batasan antara sayap kiri, sayap kanan dan batasan golongan depan dan golongan belakang. Maka tidak heran selama 4 tahun ini, maka kamu akan berteman dan melihat orang yang sama disamping kamu, depan kamu ataupun dibelakangmu.

4 Tahun memberi arti untuk bertahan dalam hidup. Bertahan dari sistem kuliah yang berubah-ubah, bertahan dari kelaparan karena kehabisan duit, bertahan dari waktu yang seolah-olah saling berkejaran denganmu, dan bertahan dari godaan-godaan setan yang terkutuk.

4 Tahun juga mengajarkan aku tentang kehidupan yang sesungguhnya. 1 tahun pertama kamu akan belajar mengenai dimensi psikologi dalam kehidupan, dimana ditahun ini akan terjadi perang batin, gejolak emosi dan penyesalan yang mendalam. Tahun kedua, akan mengajarkan tentang dimensi sosial dalam kehidupan, dimana ditahun ini kamu harus memulai mencari teman yang baik untuk dibawa dalam ujian, kamu juga diharuskan untuk mencari teman yang setia mendampingi kamu disaat kamu membutuhkannya, dan kamu harus mulai membuka diri terhadap aluran tangan persahabatan dari luar. Tahun ketiga mengajarkan kamu tentang spritual dalam kehidupan, dimana ditahun ini akan kamu akan belajar tentang mencari ketenangan batin, mencari seseorang pendamping rohani untuk melawan emosi yang bergelora dan membara. Tahun terakhir atau tahun keempat akan mengajarkan kamu tentang dimensi fisik dalam kehidupan, karena pada tahun ini kamu akan belajar memanage waktu dan jika tidak berhasil akan membawa kamu kedalam dunia kesakitan...
Readmore »

Kamis, 24 Maret 2011

Hidup adalah pilihan-kla project

Bimbang s2 atau melanjutkan profesi terlebih dahulu?
Percaya yang engkau impikan, mampu engkau wujudkan, karena hidup adalah pilihan..
Segala pilihan untuk hidup, tetap harus punya alasan terbaik.
Dengan iman, apa yang aku inginkan, akan terjadi, hanya butuh percaya, dan tetap berpositive thingking dengan pilihan hidupmu, karena apa yang kita pikirkan itulah yang kita dapatkan, seperti albert einstein bilang "apa yang kita lakukan dan pikirkan, itulah yang akan kita dapatkan".
cukup lakukan, jalani, dan imani, semua akan terjadi seperti yang kamu kehendaki, dan Tuhan takdirkan.
Jadi s2 atau profesi mana lebih baik, tergantung dari mana pendapatmu itu ditegakkan, tergantung dari sisi mana kamu menilainya, cukup pilih salah satu, dan yakini itulah pilihan terbaik mu, serta kerjakan dengan sungguh2, semua akan baik-baik saja, dan semua akan berjalan dengan baik, selagi kamu tetap berpikir baik dengan pilihanmu..
Readmore »

Selasa, 08 Maret 2011

USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS)


1. Pengertian

Usaha kesehatan sekolah (UKS) adalah bagian dari usaha kesehatan pokok yang menjadi beban tugas puskesmas yang ditujukan kepada sekolah-sekolah dengan anak beserta lingkungan hidupnya, dalam rangka mencapai keadaan kesehatan anak sebaik-baiknya dan sekaligus meningkatkan prestasi belajar anak sekolah setingi-tingginya (Azwar dalam Nasrul ,1998).
Usaha kesehatan sekolah merupakan salah satu usaha kesehatan pokok yang dilaksanakan oleh puskesmas dan juga usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan disekolah-sekolah dengan anak didik beserta lingkungan sekolahnya sebagai sasaran utama. Usaha kesehatan sekolah berfungsi sebagai lembaga penerangan agar anak tahu bagaimana cara menjaga kebersihan diri, menggosok gigi yang benar, mengobati luka, merawat kuku dan memperoleh pendidikan seks yang sehat (Prasasti dalam Effendi, 2009).
Usaha kesehatan di sekolah juga merupakan wadah untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin. Usaha kesehatan di sekolah merupakan perpaduan antara dua upaya dasar, yakni upaya pendidikan sekolah dan upaya kesehatan, yang diharapkan UKS dapat dijadikan sebagai usaha untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis, dan jenjang pendidikan (Ananto dalam Efendi, 2009).
Unit kesehatan sekolah juga memiliki definsi yaitu upaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara terpadu melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan disekolah, perguruan agama serta usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan kesehatan di lingkungan sekolah (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam Nasrul,1998).
UKS juga merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku yang sehat sehingga menghasilkan derajat kesehatan yang optimal (Departemen Kesehatan dalam Nasrul, 1998)


2. Tujuan UKS
2.1 Tujuan Umum
Untuk meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat, dan derajat kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat. Sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam upaya pembentukan manusia Indonesia yang berkualitas.


2.2 Tujuan Khusus
Memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan siswa yang mencakup :
• Memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpartisipasi aktif didalam usaha peningkatan kesehatan disekolah perguruan agama, dirumah tangga maupun dilingkungan masyarakat.
• Sehat fisik, mental, maupun sosial
• Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penggunaan NAPZA

3. Landasan Hukum

3. 1 Undang-undang No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak
3.2 Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
3.3 Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri RI. No. 1/U/SKB/2003, No. 1067/Menkes/SKB/VII2003, MA/230 A/2003, dan No. 26 tahun 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah
3.4 Keputusan Gubernur Jawa Barat tanggal 30 Agustus 2001 No. 188/179/KPTS/013/2004 tentang Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah





4. Sasaran UKS
• Peserta didik: dari berbagai tingkat pendidikan sekolah : Taman kanak-kanak, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidkan agama, pendidikan kejuruan, dan pendidikan khusus (sekolah luar biasa). Untuk sekolah dasar usaha kesehatan sekolah diprioritaskan pada kelas I, III, VI karena:
- Kelas I, fase penyesuaian dalam lingkungan sekolah yang baru dan lepas dari pengawasa orang tua, kemungkinan kontak dengan berbagai penyebab penyakit lebih besar karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian tentang kesehatan. Disamping itu, pada saat ini adalah waktu yang baik untuk diberikan imunisasi ulangan, dan dikelas 1 inilah dilakukan penjaringan untuk mendeteksi adanya kelainan yang mungkin timbul sehingga mempermudah pengawasan ke jenjang berikutnya.
- Kelas III, dilaksanakan untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan UKS di kelas 1 dahulu dan langkah-langkah selanjutnya yang akan dilakukan dalam program pembinaan UKS.
- Kelas VI, dalam rangka mempersiapkan kesehatan peserta didik ke jenjang pendidikan selanjutnya, sehingga memerlukan pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan yang cukup.
• Masyarakat Sekolah (Guru, staf sekolah dan pengelola pendidikan lainnya
• Orang tua murid, Komite sekolah dan Masyarakat


5. Kegiatan UKS

Untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik, dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat yang dikenal dengan istilah Tiga program pokok(Trias) UKS (Depkes RI 2003 dalam Efendi, 2009).Penjelasan mengenai Trias UKS, sebagai berikut :


5.1 Pendidikan Kesehatan
Pendidkan kesehatan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat tumbuh kembang sesuai, selaras, seimbang dan sehat baik fisik, mental, sosial maupun lingkungan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran/ latihan yang diperlukan bagi peranannya saat ini maupun di masa yang mendatang. Tujuan pendidikan kesehatan :
• Peserta didik dapat memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan, termasuk cara hidup sehat dan teratur.
• Peserta didik dapat memiliki nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip hidup sehat.
• Peserta didik dapat memiliki ketrampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan dan perawatan kesehatan.
• Peserta didik dapat memiliki kebiasaan dalam hidup sehari-hari yang sesuai dengan syarat kesehatan.
• Peserta didik dapat memiliki kemampuan untuk menalarkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
• Peserta didik dapat memiliki pertumbuhan termasuk bertambahnya tinggi badan dan berat badan yang seimbang.
• Peserta didik dapat mengerti dan menerapkan prinsip-prinsip pengutamaan pencegahan penyakit dalam kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
• Peserta didik dapat memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar.
• Peserta didik dapat memiliki tingkat kesegaran jasmani dan derajat kesehatan yang optimal serta mempunyai daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakitnya.
Pelaksanaan pendidikan kesehatan diberikan melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Pelaksanaan pendidikan melalui kurikuler adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan pada jam pelajaran sesuai dengan garis-garis besar program pengajaran mata pelajaran sains dan ilmu pengetahuan sosial. Pelaksanaan dilaksanakan melalui peningkatan pengetahuan, penanaman nilai, dan sikap positif dengan pemeliharaan, pertolongan dan perawatan kesehatan. Pelaksanaa pendidikan melalui ekstrakurikuler maksudnya adalah pendidikan kesehatan di masukkan dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka menanamkan perilaku sehat peserta didik.

Materi dalam melakukan pendidikan kesehatan, yakni :
a. Kebersihan dan Kesehatan Pribadi : Pemberian pengetahuan cara pemelihara kebersihan dan kesehatan pribadi diharapkan peserta didik dapat meningkatkan derajat kesehatannya ke tingkat yang lebih baik.
Tujuan pendidikan kesehatan pribadi :
- Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai masalah kebersihan perorangan, kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat.
- Merubah sikap mental kearah positif mencintai kebersihan, berbuat dan berperilaku hidup bersih dan sehat.
- Meningkatkan ketrampilan siswa agar mampu hidup bersih dan sehat untuk dirinya, keluarga dan lingkungan

b. Makanan yang bergizi
Masa anak-anak adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang biasanya diukur dengan ukuran berat (kilogram), ukuran panjang (cm,meter), umur tulang dan keseimbangan. Pertumbuhan mempunyai dampak aspek fisik. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diperkirakan, sebagai hasil dari pematangan. Perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ / individu.
Pertumbuhan pada masa anak-anak secara langsung dapat dipengaruhi antara lain oleh faktor makanan yang cukup dan keadaan kesehatan, sedangkan penyebab tak langsung adalah kecukupan makanan dalam keluarga, asuhan bagi ibu dan anak, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan dan sanitasi lingkungan. Faktor langsung yang mempengaruhi pertumbuhan anak adalah gizi seimbang yaitu makanan yang banyak mangandung zat gizi.
Zat gizi dapat dikelompokkan dalam beberapa golongan :
- Zat tenaga (hidrat arang / tepung, lemak) : zat kalori karena zat ini diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan tenaga atau energi dalam bentuk kalori. Tenaga sangat dibutuhkan tubuh untuk menggerakkan alat atau organ-organ seperti jantung, paru-paru, otot dll. Sumber zat tenaga adalah makanan yang mengandung hidrat arang atau zat tepung, zat pati atau karbohidrat. Adapun jenis makanan zat ini misal : tepung, biji-bijian, beras, ubi, umbi-umbian, ketela, roti, sagu, jagung dan gula.
- Zat pembangun : zat gizi yang diperlukan tubuh untuk membangun atau pertumbuhan. Tubuh manusia terdiri dari bagian-bagian yang kecil-kecil berupa sel-sel yang hidup berkelompok membentuk organ-organ tubuh dan bekerja sesuai fungsinya. Sel-sel tersebut sebagian akan aus, rusak atau mati misal waktu kulit terluka, terkena panas yang menyengat atau terinfeksi kuman. Sel-sel yang mati dapat berbentuk kulit mengelupas atau nanah. Sel yang rusak perlu diganti dengan yang baru, agar fungsi tubuh tetap berjalan normal. Sumber zat pembangun terutama protein atau zat putih telur. Sumber makanan zat pembangun terdiri dari sumber nabati : kacang-kacangan (tempe, tahu dll) sumber hewani : sapi, ayam, kambing dan ikan.
- Zat pengatur : zat gizi yang berfungsi mengatur metabolisme (proses kerja tubuh). Metabolisme diibaratkan ramainya lalulintas jalan raya kalau tidak ada polantas atau lampu pengatur lalulintas tentu akan timbul kemacetan karena semua ingin mendahului. Demikain pula dengan organ-organ tubuh, sehingga terjadi sinkronisasi tugas-tugas dalam proses metabolisme tubuh. Kalau tubuh kekurangan air, akan terasa haus dan otak akan menyuruh tangan untuk mencari air. Kelompok zat pengatur adalah air, vitamin dan mineral. Sumber gizi ini banyak diperoleh dari makanan berupa sayuran dan buah-buahan.


5.2 Pelayanan Kesehatan
Penekanan utama pada pelayanan kesehatan di sekolah atau madrasah adalah upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), pengobatan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan secara serasi dan terpadu terhadap peserta didik pada khususnya dan warga sekolah pada umumnya dibawah kordinasi guru pembina UKS dengan bimbingan teknis dan pengawasan puskesmas setempat. Tujuan pelayanan kesehatan adalah meningkatnya derajat kesehatan peserta didik dan seluruh warga masyarakat sekolah secara optimal.
Kegiatan pelayanan kesehatan standar minimal untuk Sekolah Dasar (Nasrul, 1998):
a. Peningkatan kesehatan :
• Memberikan keteladanan disekolah meliputi : warung sekolah yang memenuhi persyaratan dan kebersihan sekolah.
• Membina kebersihan peserta didik
• Membentuk kader kesehatan sekolah (dokter cilik). Doketer cilik adalah peserta didik yang ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan serta berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan disekolah. Syarat menjadi dokter cilik : sudah menduduki kelas VI, V, berprestasi di kelas, berwatak pemimpin, bertanggungjawab, bersih, berprilaku sehat serta mendapatkan pelatihan dari petugas puskesmas.
• Memberikan penyuluhan mengenai kesehatan gizi dan menjaga kesehatan pribadi.

b. Pencegahan
• Penjaringan kesehatan peserta didik kelas I, tujuannya untuk mengetahui secara dini masalah kesehatan anak sekolah, antara lain status gizi anak, kesehatan indra penglihatan dan pendengaran.
• Pemeriksaan kesehatan periodik dilakukan oleh petugas kesehatan, guru UKS, dokter cilik kepada seluruh siswa dan guru setiap 6 bulan untuk memantau, memelihara serta meningkatkan status kesehatan mereka.
• Imunisasi ulang kelas I dan VI : Setiap imunisasi dilakukan pada bulan November yang dikenal sebagai bulan imunisasi asan sekolah (BIAS). Tujuan dilakukan pemberian imunisasi adalah untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit difteri dan tetanus dengan imunisasi DT dan TT. Semua anak SD kelas I menerima imunisasi DT, siswa kelas VI menerima imunisasi TT.
• Pengawasan keadaan air
• Pemberantasan sarang nyamuk
• Pelayanan kesehatan gigi yang dikerjakan oleh petugas kesehatan yang terdiri dari 3 macam pelayanan, yakni
- UKGS tahap I : pendidikan dan penyuluhan kesehatan gigi dan mengadakan kegiatan menggosok gigi masal minimal untuk kelas I, II, III dibimbing guru dengan memakai pasta gigi mengandung fluoride minimal sekali sebulan.
- UKGS tahap II : UKGS tahap I ditambah penjaringan kesehatan gigi dan mulut untuk kelas I diikuti pencabutan gigi sulung yang sudah waktunya tanggal. Pengobatan darurat untuk menghilangkan rasa sakit oleh guru, pelayanan medik dasar atas permintaan dan rujukan bagi yang memerlukan.
- UKGS tahap III : UKGS tahap II ditambah pelayanan medik dasar pada kelas terpilih sesuai untuk kelas I, III, V dan VI.

c. Pengobatan
• Rujukan medik
• Pengobatan ringan

d. Pemulihan (rehabilitatif)
• Pencegahan komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit

5.3 Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat
Pembinaan lingkungan sekolah sehat yang merupakan salah satu unsur penting dalam membina ketahanan sekolah harus dilakukan, karena lingkungan kehidupan yang sehat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan murid, guru, dan pegawai sekolah, serta peningkatan daya serap murid dalam proses belajar mengajar. Maka pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat dilaksanakan melalui konsep 5 K, yaitu: Keamanan, Keindahan, Kebersihan, Kekeluargaan dan Ketertiban
Program pembinaan lingkungan sekolah sehat meliputi pembinaan lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, masyarakat sekitar dan unsur-unsur penunjang. Program pembinaan lingkungan sekolah :
a. Lingkungan fisik sekolah meliputi bangunan sekolah dan perlengkapan sanitasi :
• Penyediaan dan pemeliharaan tempat penampungan air bersih
• Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah
• Pengadaan dana pemeliharaan air limbah
• Pemeliharaan kamar mandi, WC, dan kaskus
• Pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman dan kebun sekolah

b. Lingkungan Psikis dan sosial:
• Melaksanakan konsep ketahan sekolah (7K) yakni : bakti sosial masyarakat, perkemahan, darmasiwata, musik & olahraga, pramuka &PMR, lomba kesenia & olahraga
• Memberi perhatian terhadap perkembangan peserta didik
• Membina hubungan yang harmonis antara guru dengan guru, guru dengan peserta didik, dan peserta didik dengan peserta didik lainnya
• Membina hubungan yang harmonis antara guru, murid, karyawan sekolah serta masyarakat sekolah

Strata pelaksanaan UKS untuk pembinaan lingkungan sekolah dasar menurut Depkes (2006: 35) yaitu:
• Strata minimal
1. Ada air bersih
2. Ada tempat cuci tangan
3. Ada WC/jamban yang berfungsi
4. Ada tempat sampah
5. Ada saluran pembuangan air kotor yang berfungsi
6. Ada halaman/pekarangan/lapangan
7. Memiliki pojik UKS
8. Melakukan 3M Plus, 1 kali seminggu

• Strata standar
1. Memenuhi strata minimal
2. Ada kantin/warung seklah
3. Memiliki pagar
4. Ada penghijauan/perindangan
5. Ada air bersih di sekolah dengan jumlah yang cukup
6. Memiliki ruang UKS tersendiri, dengan peralatan sederhana
7. Memiliki tempat ibadah
8. Lingkungan sekolah bebas jentik
9. Jarak papan tulis dengan bangku terdepan 2,5 m
10. Melaksanakan pembinaan sekolah kawasan bebas asap rokok, narkoba dan miras

• Strata optimal
1. Memenuhi strata standar
2. Ada tempat cuci tangan di beberapa tempat dengan air mengalir/kran
3. Ada tempat cuci peralatan masak/makan di kantin/warung sekolah
4. Ada petugas kantin yang bersih dan sehat
5. Ada tempat sampah di tiap kelas dan tempat penampungan sampah akhir di sekolah
6. Ada WC/jamban siswa dan guru yang memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan
7. Ada halaman yang cukup luas untuk upacara dan berolahraga
8. Ada pagar yang aman
9. Memiliki ruang UKS tersendiri dengan peralatan yang lengkap
10. Terciptanya sekolah kawasan bebas asap rokok, narkoba, dan miras

• Strata paripurna
1. Memenuhi strata optimal
2. Ada tempat cuci tangan setiap kelas dengan air mengalir/kran da dilengkapi sabun
3. Ada kantin dengan menu gizi seimbang dengan petugas kantin yang terlatih
4. Ada air bersih yang memenuhi syarat kesehatan
5. Sampah langsung dibuang diluar sekolah/umum
6. Ratio WC : siswa 1 : 20
7. Saluran pembuangan air tertutup
8. Ada pagar yang aman dan indah
9. Ada taman/kebun sekolah yang dimanfaatkan dan diberi label ( untuk sarana belajar) dan
pengolahan hasil kebun sekolah
10. Ruang kelas memenuhi syarat kesehatan ( ventilasi dan pencahayaan cukup)
11. Ratio kepadatan siswa 1 : 1,5/1,75 m2
12. Memiliki ruang dan peralatan UKS yang idial

6. Pendanaan
Untuk pelaksanaan kegiatan UKS dana diperoleh dari Dana sehat. Dana sehat adalah uang / barang yang diterima atau dikumpulkan oleh Tim Pelaksana UKS baik dari peserta didik, komite sekolah, pemerintah maupun dari masyarakat untuk pelaksanaan program UKS.

7. Struktur UKS
Susunan tim pelaksana UKS :
Pembina : Lurah
Ketua : Kepala Sekolah
Sekretaris I : Guru Pembina UKS
Sekretaris II : Ketua Komite Sekolah
Anggota : 1. Unsur Komite Sekolah
2. Petugas Puskesmas
3. Unsur Guru
4. Unsur Siswa
8. Peran Perawat Sekolah
8.1 Sebagai pelaksana asuhan keperawatan disekolah perawat mempunyai peran :
• Mengkaji masalah kesehatan dan keperawatan peserta didik dengan melakukan pengumpulan data, analisis data serta perumusan dan prioritas masalah.
• Menyusun perencanaan kegiatan UKS bersama tim pembina UKS
• Melaksanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun
• Mencatat dan melaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan

8.2 Sebagai pengelola kegiatan UKS, perawat kesehatan yang bertugas di puskesmas menjadi salah satu anggota dalam TPUKS atau dapat juga ditunjuk sebagai salah satu orang kordinator UKS di tingkat puskesmas. Bila perawat kesehatan ditunjuk sebagai koordinator maka pengelolaan UKS menjadi tanggung jawabnya atau paling tidak ikut terlibat dalam tim pengelola kesehatan UKS.

8.3 Sebagai penyuluh dalam bidang kesehatan, peranan perawat dalam memberikan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara langsung (melalui penyuluhan kesehatan yang bersifat umum dan klasik) atau tidak langsung sewaktu melakukan pemeriksaan kesehatan peserta didik secara perorangan.

9. Fungsi Perawat Sekolah
9.1 Memberikan pelayanan serta meningkatkan kesehatan individu dan memberikan pendidikan kesehatan kepada semua populasi yang ada disekolah.
9.2 Memberikan konstribusi untuk mempertahankan dan memperbaiki lingkungan fisik dan sosial.
9.3 Menghubungkan program kesehatan sekolah dengan program kesehatan masyarakat lainnya.

10. Persyaratan Sekolah sebagai Pelaksana UKS :
10.1 Mempunyai SK tim pelaksana UKS dari kepala sekolah
10.2 Mempunyai guru yang telah dibina materi UKS
10.3 Mempunyai ruang UKS beserta perlengkapannya
10.4 Mempunyai KKR/Triwisada yang sudah ditatar dengan jumlah minimal 10% dari seluruh siswa
10.5 Melaksanakan TRIAS UKS dalam kehidupan sehari-hari
11. Ciri Sekolah yang Melakukan Promosi Kesehatan
Menurut WHO terdapat enam ciri-ciri utama dari suatu sekolah untuk dapat menjadi sekolah yang mempromosikan/meningkatkan kesehatan, yaitu :

1. Melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan masalah kesehatan sekolah yaitu peserta
didik, orangtua dan para tokoh masyarakat maupun organisasi-organisasi di masyarakat

2. Berusaha keras untuk menciptakan lingkungan sehat dan aman, meliputi :
• Sanitasi dan air yang cukup
• Bebas dari segala macam bentuk kekerasan
• Bebas dari pengaruh negatif dan penyalahgunaan yang berbahaya
• Suasana yang memperdulikan pola asuh, rasa hormat dan saling percaya
• Pekarangan sekolah yang aman
• Dukungan masyarakat yang sepenuhnya

3. Memberikan pendidikan kesehatan sekolah dengan :
• Kurikulum yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik yang positif
terhadap kesehatan serta dapat mengembangkan berbagai ketrampilan hidup yang
mendukung kesehatan fisik, mental dan sosial
• Memperhatikan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk guru maupun orangtua

4. Memberikan akses untuk di laksanakannya pelayanan kesehatan di sekolah, yaitu :
• Penjaringan, diagnosa dini, imunisasi serta pengobatan sederhana
• Kerjasama dengan Puskesmas setempat
• Adanya program-program makanan bergizi dengan memperhatikan “keamanan” makanan

5. Menerapkan kebijakan dan upaya di sekolah untuk mempromosikan dan meningkatkan
kesehatan, yaitu :
• Kebijakan yang di dukung oleh staf sekolah termasuk mewujudkan proses belajar
mengajar yang dapat menciptakan lingkungan psikososial yang sehat bagi seluruh
masyarakat sekolah
• Kebijakan-kebijakan dalam memberikan pelayanan yang adil untuk seluruh siswa
• Kebijakan-kebijakan dalam penggunaan rokok, penyalahgunaan narkoba termasuk alkohol
serta pencegahan segala bentuk kekerasan/pelecehan

6. Bekerja keras untuk ikut atau berperan serta meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan :
• Memperhatikan adanya masalah kesehatan masyarakat yang terjadi
• Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat

Untuk itulah sekolah harus menjadi suatu “tempat” yang dapat meningkatkan/mempromosikan
derajat kesehatan peserta didiknya. Konsep inilah yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia di
sebut dengan menciptakan “Health Promotion School” atau sekolah promosi kesehatan. Dapat
dikatakan program Usaha Kesehatan Sekolah dilaksanakan dengan baik pada sekolah tersebut.
Pada dasarnya, setiapnya sekolah memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda-beda
sesuai situasi dan kondisinya masing-masing dalam mewujudkan “Sekolah Promosi Kesehatan”.
Namun yang terpenting adalah bagaimana ia dapat menggunakan “kekuatan organisasinya”
secara optimal untuk dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sekolah.
Perawat kesehatan sekolah, Keperawatan sekolah adalah: keperawatan yang difokuskan pada anak ditatanan pendidikan
guna memenuhi kebutuhan anak dengan mengikutsertakan keluarga maupun masyarakat
sekolah dalam perencanaan pelayanan (Logan, BB, 1986)
Perawatan kesehatan sekolah mengaplikasikan praktek keperawatan untuk memenuhi
kebutuhan unit individu, kelompok dan masyarakat sekolah.
Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu jenis pelayanan kesehatan yang
ditujukan untuk mewujudkan dan menumbuhkan kemandirian siswa untuk hidup sehat,
menciptakan lingkungan dan suasana sekolah yang sehat. Fokus utama perawat kesehatan
sekolah adalah siswa dan lingkunganya dan sasaran penunjang adalah guru dan kader.


DAFTAR PUSTAKA
Effendy, Nasrul. 1998. Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. Jakarta : EGC
Efendi, Feri.2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas. Jakarta : salemba Medika
Depkes RI. 2006. Petunjuk Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Usaha Kesehatan Sekolah, Jakarta.
Readmore »

Rabu, 19 Mei 2010

Terapi Infertilitas

Penanganan infertilitas tentunya bergantung pada penyebabnya. Apabila terdapat air mani abnormal, maka dicari penyebabnya apakag akibat dari varikokel, sumbatan, infeksi, defisiensi gonadotropin, atau hiperprolaktinemia. Kalau infertilitas ternyata ada hubungannya dengan tuba yang tersumbat, maka pengobatan saja sangat sedikit membawa hasil. Istri dengan riwayat infeksi panggul yang berulang dapat dicoba dengan pemberian antibiotik jangka panjang. Endometriosis pada tuba dapat diobati dengan pil KB, progesterone, atau danazol yang diberikan terus menerus atau berselang-seling. Dalam hal memutuskan pembedahan, pasangan yang bersngkutan harus memikirkan terlebih dahulu keberhasilannya serta bagaimana reaksi mereka bila gagal sama sekali. Indikasi pembedahan tuba adalah tersumbatnya seluruh atau sebagian tuba, tekukan tuba yang patologis, sakulasi tuba, perlekatan pertubular dan periovarial khususnya untuk membebaskan gerakan tuba dan ovarium. Pembedahan tuba tidak dilakukan kalau analisis sperma suaminya abnormal, serta adanya penyakit pada istri yang tidak membolehkannya untuk hamil.
Contoh terapi infertilitas :
Pada pria :
1. Terapi medis dengan pemberian obat-obatan seperti sildenafil atau vasodilator intra kavernosa agar membuat konsepsi terjadi secara alamiah.
2. Terapi bedah bila berkenaan dengan kelainan anatomis atau masalah bedah yang berkaitan dengan kasus infertilitas pada pria misalnya varicocele.
Varikokel atau varicocele adalah pelebaran pembuluh darah balik (pleksus pampiniformis) dalam skrotum.

Tujuan dari terapi bedah pada penyakit varikokel adalah menghilangkan terkumpulnya darah dalam vena spermatika dengan tetap mempertahankan aliran darah dalam arteri spermatika dan sistem limfatik. Beberapa teknik bedah telah dikembangkan dalam pengobatan ini, antara lain pendekatan skrotal, pendekatan subinguinal, pendekatan inguinal (modifikasi Ivanissevich), pendekatan retroperitoneal (modifikasi Palomo) dan yang paling modern dengan laparoskopi.

Pendekatan Skrotal saat ini jarang digunakan karena kompleksitas pembuluh darah dalam pleksus pampiniformis di daerah skrotal, sehingga tingkat kesalahan dalam operasi dan komplikasi yang ditimbulkan cukup tinggi. Pendekatan subinguinal dan inguinal (modifikasi Ivanissevich) justru lebih sering dipakai oleh para ahli bedah urologi.
3. Inseminasi buatan, Pada inseminasi buatan sperma pria dimasukkan kedalam uterus dengan cara injeksi. Ineseminasi buatan dapat dilakukan dengan sperma dari suami (Artificial Insemination Husband/ AHI), atau dengan sperma dari laki-laki lain (Artficial Insemination Donor) , dapat juga dilakukan dengan campuran sperma suami dan donor (Combined Artificial Insemination).

Sperma pada inseminasi buatan didapatkan dengan cara masturbasi, atau dengan kondom khusus yang digunakan untuk mengambil air mani selama berhubungan intim. Laki-laki yang menyediakan sperma untuk inseminasi buatan biasanya dianjurkan untuk tidak ejakulasi selama 2-3 hari sebelum waktu pengambilan sampel untuk meningkatkan jumlah sperma.
4. Terapi oklusi
Di sini suami menggunakan kondom selama 6-9 bulan bila isteri mempunyai bukti faktor imunologis sebagai penyebab infertilitasnya. Ada yang menganjurkan 6-12 bulan. Tujuannya adalah untuk mengurangi titer antibodi antispermatozoa dengan mencegah pengulangan stimulasi antigenik. Uji imunologi harus diulang setiap 3 bulan sehingga menjadi negatif atau titernya menjadi 1:4 atau kurang. Terapi ini tidak memberikan hasil yang memuaskan pada isteri yang mempunyai antibodi antisperma dalam serumnya. Terapi ini lebih rasional bila diberikan pada pasien dengan adanya faktor imunologik lokal (lendir serviks). Franklin dan Dukes melaporkan bahwa kondom efektif untuk beberapa pasien.
Pada Wanita :
1. Terapi medis berupa pemberian obat-obatan atau hormone misalnya untuk memperbaiki induksi ovulasi.
2. IVF (In Vitro Fertilization)
Teknik IVF yang lebih dikenal dengan bayi tabung adalah teknik pembuahan sel telur yang dilakukan di luar tubuh. Sel telur diambil dari indung telur dan dibuahi dengan sperma suami yang sudah disiapkan di laboratorium. Metode bayi tabung dipelopori sejumlah dokter Inggris dan berhasil menghadirkan bayi tabung perempuan pertama, Louise Brown, tahun 1978.

Proses bayi tabung :
a. Memeriksa suami dan istri meliputi hormon reproduksi, kondisi reproduksi, dan kemungkinan adanya infeksi virus atau penyakit lain seperti diabetes, gangguan ginjal dan kelenjar tiroid
b. Ovarium dirangsang agar mengeluarkan banyak folikel yang mengandung sel telur dengan cara menyuntikkan obat stimulasi setiap hari selama 7-9 hari.
c. Setelah sel telur matang, sel telur dikeluarkan dengan cara menyuntikkan folikel yang tampak pada USG melalui vagina, kemudian dilakukan pengisapan.
d. Kultur embrio, sel telur dan sel sperma di persiapkan. Sel sperma diperoleh dengan masturbasi. Sel telur dan sel sperma dipertemukan dengan perbandingan 1 sel telur : 50.000-100.000 sperma di dalam cawan petri dengan tujuan satu sperma yang masuk ke dalam sel telur agar terjadi pembuahan.
e. Setelah terjadi pembuahan, hasilnya yang berupa embrio dimasukkan lagi ke dalam rahim melalui serviks.
3. GIFT (Gamete Intrafallopion Transfer)
GIFT yang merupakan singkatan dari Gamete Intrafallopian Transfer merupakan teknik yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1984. Tujuannya untuk menciptakan kehamilan. Prosesnya dilakukan dengan mengambil sel telur dari ovarium atau indung telur wanita lalu dipertemukan dengan sel sperma pria yang sudah dibersihkan. Dengan menggunakan alat yang bernama laparoscope, sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan tersebut dimasukkan ke dalam tuba falopi atau tabung falopi wanita melalui irisan kecil di bagian perut melalui operasi laparoskopik. Sehingga diharapkan langsung terjadi pembuahan dan kehamilan.
4. ZIFT (Zygote IntrafallopionTransfer)
ZIFT atau Zygote Intrafallopian Transfer merupakan teknik pemindahan zigot atau sel telur yang telah dibuahi. Proses ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sel telur dari indung telur seorang wanita lalu dibuahi di luar tubuhnya. Kemudian setelah sel telur dibuahi, dimasukkan kembali ke tuba falopi atau tabung falopi melalui pembedahan di bagian perut dengan operasi laparoskopik. Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik IVF dan GIFT.
5. Inseminasi Intrauterin
Inseminasi intrauterin terutama diberikan bila terbukti adanya antibodi antisperma lokal pada lendir serviks yang menyebabkan kegagalan penetrasi lendir serviks oleh sperma. Memang indikasi inseminasi ini masih kontroversi karena beragamnya hasil yang dilaporkan. Angka keberhasilan dengan metode ini berkisar antara 20-30%.
Inseminasi intrauterin ini adalah indakan penaburan spermatozoa suami yang sudah terpilih dan tersaring melalui proses di laboratorium, ke dalam rongga rahim istri, di daerah dekat dengan mulut saluran telur.
Spermatozoa dimasukkan dengan bantuan alat khusus melalui vagina, kanal serviks dan menuju ke dalam rongga rahim. Spermatozoa tersebut diharapkan akan menerobos masuk ke dalam saluran telur, kemudian bertemu sel telur matang yang telah menunggu di bagian saluran telur yang melebar (ampula) atau cairan rongga perut (peritoneum). Pembuahan terjadi dalam saluran telur istri atau di dalam cairan peritoneal, kemudian setelah 5-7 hari hasil pembuahan (embrio) tersebut menuju ke rahim untuk menyusuk (implantasi) pada selaput lendir rahim (endometrium). Proses selanjutnya berjalan seperti kehamilan biasa.
Tindakan inseminasi membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit jam, kemudian berbaring di tempat tidur selama + 1 jam. Tindakan ini tidak memerlukan rawat-inap.
Aturan persiapan untuk pasien
• Untuk istri yang ovulasinya tidak teratur atau pada siklus normal yang waktu ovulasinya perlu diatur akan dilakukan pemicuan ovulasi dengan pemberian obat.
• Perkembangan kantong telur (folikel) akan dipantau dengan USG transvaginal, hingga mencapai ukuran sekurang-kurangnya 18 mm (hingga 26 mm).
• Bila telah ditemukan satu atau lebih folikel > 18 mm, istri diberi suntikan hCG-b untuk membantu pemecahan kantong telur dan terjadinya ovulasi.
• Sehari hCG- (antara 24-36 jam) setelah penyuntikan b, tindakan inseminasi akan dilakukan.
• Pada hari yang dijadwalkan, suami diminta untuk mengumpulkan bahan sperma, (dan apabila perlu istri akan diambil darahnya), kemudian bahan sperma akan diproses di Laboratorium Andrologi untuk meningkatkan mutu spermatozoa.
• Setelah Laboratorium Andrologi selesai menyiapkan spermatozoa suami, tindakan inseminasi dapat dilakukan.
• Setelah tindakan selesai, pasien tetap berbaring di tempat tidur dengan posisi bagian pantat lebih ditinggikan (selama + 1 jam), kemudian pasien boleh pulang.
Readmore »

Jumat, 07 Mei 2010

Keluarga berencana dan kontrasepsi

KELUARGA BERENCANA
Definisi
Menurut WHO, 1970, keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk :
- Mendapatkan objektif-objektif tertentu
- Menghindari kelahiran yang tidak di inginkan
- Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan
- Mengatur interval di antara kehamilan
- Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri
Secara garis besar definisi ini mencakup beberapa komponen dalam pelayan kependudukan/KB yang dapat diberikan sebagai berikut :
a. Komunikasi informasi dan edukasi , tujuan : meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek KB sehingga tercapai penambahan peserta baru, meletakkan dasar bagi mekanisme sosio-kultural yang dapat menjamin berlangsungnya proses penerimaan.
b. Konseling : tindak lanjut dari KIE. Konseling ini dibutuhkan bila seseorang menghadapi suatu masalah yang tidak dapat dipecahkannya sendiri.
c. Kontrasepsi, tujuan : penurunan angka kelahiran yang bermakna.
d. Pelayanan infertilitas
e. Pendidikan seks

Konstrasepsi
1. Memilih metode kontrasepsi : aman, dapat diandalkan, murah, sederhana, dapat diterima oleh orang banyak, pemakaian jangka lama.
2. Macam-macam metode kontrasepsi
- Metode sederhana
a. Tanpa alat
 KB alamiah = Natural Family Planning, Fertility Awareness Methods, Metode rhytm, Periodik Abstinens,
Macam-macam KB alamiah :


 Metode Kalender (ogino-knaus)
Menentukan waktu ovulasi dari data haid yang dicatat selama 6-12 bulan terakhir.
Ogino : ovulasi umumnya terjadi pada hari ke-14 sebelum haid berikutnya, tetapi dapat pula terjadi 12-16 hari sebelum haid yang akan datang.
Knaus : ovulasi selalu terjadi pada hari ke-15 sebelum haid akan datang.
Teknik Metode Kalender :
1. Mengurangi 18 hari dari siklus terpendek, untuk menentukan awal dari masa suburnya
2. Mengurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang, untuk menentukan akhir masa suburnya.
Kalkulasi masa subur secara tradisional :
1. Ovulasi terjadi pada hari ke-14 tambah kurang 2 hari sebelum permulaan haid berikutnya
2. Spermatozoa bertahan hidup 2-3 hari
3. Ovum hidup selama 24 jam
 Metode Suhu Badan Basal
Peninggian suhu badan basal 0.2-0.5 pada waktu ovulasi.
Peninggian suhu badan basal mulai dari 1-2 hari setelah ovulasi, disebabkan peninggian kadar hormon progesteron.
 Metode lendir serviks (billings)
Lendir serviks diatur oleh hormon estrogen dan progesteron.
2 macam lendir serviks :
1. Lendir type-E (estrogenik)
Diproduksi pada fase akhir pra-ovulasi dan fase ovulasi. Sifat : banyak, tipis, dan visikositas rendah, spermatozoa dapat menembus lendir ini.
2. Lendir type G : diproduksi pada fase awal pra-ovulasi, dan setelah ovulasi. Sifat lendir: visikositas tinggi, kental, keruh dan spermatozoa tidak dapat menembus lendir.

Kontraindikasi KB alamiah :
 Siklus haid yang tidak teratur
 Riwayat siklus haid yang an-ovulatoir
 Kurve suhu badan yang tidak teratur
Komplikasi KB alamiah :
 Komplikasi yang langsung tidak ada
 Persoalan timbul bila terjadi kegagalan/kehamilan.
Keuntungan Non-kontraseptif KB alamiah :
 Untuk pasangan suami isteri yang menginginkan kehamilan dan ingin mengatahui masa subur isteri.
 Coitus Interuptus (sanggama terputus)
Suatu metode kontrapsepsi dimana senggama diakhiri setelah terjadi ejakulasi intra-vaginal. Ejakulasi terjadi jauh dari genetalia eksterna
Keuntungan :
 Tidak memelukan alat
 Tidak menggunakan zat-zat kimiawi
 Tidak punya efek samping
Kerugian :
 Angka kegagalan cukup tinggi
 Kenikmatan seksual berkurang bagi suami isteri
Ejakulasi :
 Ejakulasi prematur pada pria
b. Dengan alat
 Mekanis (barier)
 Kondom pria
Menghalangi masuknya spermatoza ke dalam traktur genitalia interna wanita.
Keuntungan : mencegah kehamilan, murah, sederhana, memberi perlindungan terhadap penyakit akibat hubungan seks
Kerugian : angka kegagalan relatif tinggi, perlu dipakai secara konsisten setiap senggama.
Indikasi : pria  penyakit genitalia, ejakulasi prematur, dan sensitifitas penis terhadap sekret vagina. Wanita  vaginitis
Macam-macam kondom : kulit, lateks, plastik


 Barier pada wanita –barier intra-vaginal-
Menghalangi masuknya spermatozoa ke dalam traktus genitalia interna wanita dan mematikan spermatozoa oleh spermisidnya.
Macam-macam barier intra-vaginal :
1. Diafragma
Keuntungan : sangat efektif, aman
Kerugian : memerlukan tingkat motivasi yang tinggi dari pemakainya
Jenis-jenisnya : cool spring(berguna untuk otot vagina yang kuat, perspiral yang dilapisi dengan karet) , flat spring (logamnya pipih), arcing spring(mempunyai pegas logam rangkap).
Cara pemakaian : diafragma ditekan dan didorong sejauh mungkin kedalam vagina, dengan jari telunjuk diperiksa bahwa letak diafragma tepat dibelakang pubis dan menutupi serviks.

2. Kap serviks
Suatu alat kontrasepsi yang hanya menutupi serviks saja
Kerugian : pemasangan dan pengeluarannya lebih sulit karena letak serviks yang jauh di dalam vagina.
3. Spons
Cara kerja : melepaskan spermisid yang terkandung didalamnya, melepaskan barier antara spermatozoa dan serviks, menangkap spermatozoa kedalam spons.
4. Kondom wanita
Kombinasi antara diafragma dan kondom.
Alat ini terdiri dari 2 cincin polyuretra yang lentur beberntuk diafragma yang terdapat pada masing-masing ujung dari suatu selubung lunak poliuretra yang longgar.
 Kimiawi
 Spermisid vaginal = zat-zat kimia yang kerjanya melumpuhkan sermatozoa di dalam vagina sebelum spermatozoa bergerak ke dalam traktus genitalia interna

- Metode hormonal
1. Kontrasepsi Hormonal
Mempengaruhi : ovulasi, implantasi, transpor gamet, lendir serviks, fungsi korpus luteum
Jenis-jenisnya :
a. Pil oral Kombinasi (POK) mengandung estrogen dan progesteron, Pil sequential terdiri dari estrogen untuk 14-16 hari, pil serial , Pil incremental
b. Injeksi : microspheres, microcapsule
Jenis-jenis alat KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain:
a. Suntikan / bulan ; contoh : cyclofem
b.Suntikan/3 bulan ; contoh : Depo provera, Depogeston (Harnawati, 2008).
Cara kerja KB suntik : menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi masa ovulasi, mencegah terjadinya pertemuan antara sel telur dan sperma,mengentalkan lendir serviks sehingga sulit spermatozoa sulit untuk tembus.

Kerugian ( Hartanto,2004) :
a. Perdarahan yang tidak menentu
b. Terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan
c. Berat badan yang bertambah
d. Sakit kepala
e. Kembalinya kesuburan agak terlambat beberapa bulan
f. Jika terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak dapat ditarik lagi.
g. Masih mungkin terjadi kehamilan, karena mempunyai angka kegagalan 0.7%
h. Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang profesional.
i. Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan
j. Memerlukan biaya yang cukup tinggi.
c. Sub kutis : implant  alat kontrasepsi bawah kulit : kontrasepsi yang diinsersikan pada bagian subdermal, yang hanya mengandung progestin dengan masa kerja panjang, dosis rendah, dan reversibel untuk wanita (Speroff & Darney, 2005).
Cara kerja kontrasepsi implant :
1. Lendir serviks menjadi kental
Kadar levonorgestrel yang konstan mempunyai efek nyata terhadap terhadap mucus serviks. Mukus tersebut menebal dan jumlahnya menurun, yang membentuk sawar untuk penetrasi sperma.
2. Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi.
Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap maturasi siklik endometrium yang diinduksi estradiol, dan akhirnya menyebabkan atrofi. Perubahan ini dapat mencegah implantasi sekalipun terjadi fertilisasi; meskipun demikian, tidak ada bukti mengenai fertilisasi yang dapat dideteksi pada pengguna implan.


3. Mengurangi transportasi sperma
Perubahan lendir serviks menjadi lebih kental dan sedikit, sehingga menghambat pergerakan sperma.
4. Menekan ovulasi
Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap lonjakan luteinizing hormone (LH), baik pada hipotalamus maupun hipofisis, yang penting untuk ovulasi.
2. Intra uterine Devices (AKDR) alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral.
Cara Kerja :
 Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii.
 Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
 IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu, walaupun IUD membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
Komplikasi : Komplikasi pemakaian AKDR yang sering muncul yaitu AKDR tertanam dalam-dalam di endometrium atau miometrium (embedding, displacement) dan infeksi (Hartanto, 2004).
Jenis-jenis IUD :
a. Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik. IUD bentuk T yang baru IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea.
b. Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Copper-T.
c. Multi Load
IUD ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
d. Lippes Loop
IUD ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning), dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab terbuat dari bahan plastik. Yang banyak dipergunakan dalam program KB masional adalah IUD jenis ini.
3. Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi mantap (kontap ) adalah suatu tindakan untuk membatasi keturunan dalam jangka waktu yang tidak terbatas; yang dilakukan terhadap salah seorang dari pasangan suami isteri atas permintaan yang bersangkutan, secara mantap dan sukarela. Kontap dapat diikuti baik oleh wanita maupun pria. Kontrasepsi mantap pada wanita disebut tubektomi, yaitu tindakan memotong tuba Fallopii / tuba uterina. Sedangkan pada pria, kontrasepsi mantap dinamakan vasektomi, yaitu tindakan memotong vas deferens.
Keuntungan :
Tubektomi :
 Sangat efektif dan “permanen”
 Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%
 Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
 Tidak mempengaruhi proses menyusui
 Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
 Tidak menggangu hubungan seksual
Vasektomi :
 Sangat efektif dan “permanen”
 Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
 Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%
 Tidak menggangu hubungan seksual
 Tindakan bedah yang aman dan sederhana

Kerugian :
Tubektomi :
 Rasa sakit/ketidak nyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan
 Ada kemungkinan mengalami resiko pembedahan
Vasektomi :
 Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak
 Harus ada tindakan pembedashan minor.


Daftar pustaka

Hartanto, Dr.Hanafi. Keluarga Berencana. 2004. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau Intra Uterine Device (IUD). Diambil pada tanggal 20 Mei 2008 dari http://pikas.bkkbn.go.id/jabar/program_detail.php?prgid=2
http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/06/23/kontrasepsi-hormonal/
Readmore »

Kamis, 15 April 2010

Adiksi

Adiksi berasal dari bahasa inggris “addiction” yang artinya kecanduan. Kebanyakan orang menganggap kecanduan adalah penyakit fisik, tetapi sesungguhnya adiksi adalah sebuah penyakit yang menyerang berbagai aspek dalam diri manusia, diantaranya : fisik, mental,emosional, dan spritual. Jadi seorang pecandu akan selalu mencari kebutuhannya hingga terealisasi, tiada hari tanpa drugs yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana caranya mendapatkan drugs dalam sekejap.
Seseorang tidak menjadi pecandu dalam jangka waktu satu hari, dan seseorang yang baru pertama kali memakaipun tidak berencana untuk menjadi pecandu aktif. Oleh karena itu ada beberapa tahapan dimana seseorang menjadi pecandu:

Tahapan Kecanduan
1. User / pengguna
Tahapan ini adalah tahap awal seorang individu menggunakan drugs. Biasanya drugs hanya digunakan sesekali, dan pada tahap ini pengguna belum merasakan masalah yang berarti.
Contoh : menggunakan apabila ada acara-acara tertentu, seperti ulang tahun, pernikahan.
2. Abuser/penyalahguna
Tahap ini biasanya ditandai dengan pemakaian yang mulai bermasalah, pemakaian mulai rutin dan sebagian aspek kehidupan mulai terganggu.
Contoh : pemakaian seminggu 1 atau 2 kali dan mulai timbul sedikit masalah seperti bolos sekolah, kuliah atau kerja.
3. Addict / pecandu
Pada tahap ini pecandu memakai dugs setiap hari, dan pecandu mempunyai prinsip “Make untuk hidup dan hidup untuk Make”
Contoh : setiap hari si pecandu harus memakai, dari bangun tidur sampai saat tidur pikirannya terobsesi oleh pemakaian drugs.

Ada tiga faktor yang memengaruhi seseorang untuk menjadi pecandu dan penyalahguna :
- Kepribadian dasar orang yang menggunakan drugs
- Kepribadian drugs yang dipakai
- Status sosial
KEHIDUPAN SEBELUM DAN SESUDAH MENJADI PECANDU
Setiap orang mempunyai potensi menjadi seorang pecandu disadari atau tidak. Pernahkah kita mengingat masa lalu kita, dulu ketika kita masih kecil bahkan sampai hari ini, contoh seringkali kita diminta kepada orangtua kita sesuatu yang mesti dipenuhi dengan segera saat itu dan harus saat itu, karena pada dasarnya setiap orangterkadang menjadi pola pikir dalam mendapatkan sesuatu contohnya : pintar tanpa mau belajar, mendapatkan uang tanpa mau bekerja, dan lain-lain.
“orang yang mempunyai potensi seperti itulah sesungguhnya orang yang berpeluang menjadi pecandu”
Orang-orang yang seperti itu akan selalu memakai pola pikir instan sebagai coping skill dalam menyikapi semua masalah yang dihadapi dalam hidup. Selain fakto internal juga ada faktor eksternal yang mendukung seseorang menjadi pecandu, diantaranya :
- Disfungsional family
- Lingkungan
- Broken home
Seorang pecandu, seperti statusnya, menggantungkan dirinya pada obat-obatan, baik itu dengan ketergantungan secara fisik, mental, emosional dan spritual. Sehingga gerak mereka dalam kehidupan akan terbatas sejauh dimana obat-obatan itu memberi batasannya. Masalah-masalah yang akan timbul akan berputar disekitar masalah obat-obatan atau hal-hal lain yang disebabkan karenanya.
Seorang pecandu yang masih aktif, tidak pernah merasakan suatu perasaan sebagaimana perasaan itu semestinya dirasakan. Mereka sangat miskin akan emosi, hanya ada dua macam mood yang mereka dapat rasakan yaitu sangat senang dan sangat tidak senang.


Jenis-jenis Drugs

1. Uppers
Uppers adalah stimulan bagi sistem saraf pusat manusia. Bahan-bahan ini bereaksi dengan meningkatkan neurotransmitter dan aktifitas listrik di sistem saraf pusat, sehingga membuat semua pengguna uppes menjadi lebih waspada, sadar, aktif, gelisah, kurang istirahat, dan stimulasi yang lebih dari standar normal.
Setiap waktu tubuh memproduksi energi kimia dalam jumlah tertentu, khususnya adrenalin dan noradrenaline. Energi kimia ini dapat meningkatkan kerja jantung dan energi otot yang berlebihan. Energi kimia ini dapat meningkatkan kerja jantung dan energi otot berlebihan, sehingga membuat diri kita tetap terjaga dan membantu kita melakukan aktifitas.
Penggunaan drugs jenis ini biasanya diindikasikan dengan keadaan tubuh yang memerlukan energi ekstra untuk melakukan aktifitas.
Pengaruh Uppers : agresif, kreatif, susah tidur, komunikatif, paranoid, percaya diri dan homy.
Efek setelah pakai : depresi, badan lemas dan ngantuk
Jenis-jenis uppers : ekstasi, shabu, kokain, amphetamine.

2. Downer
Downers adalah drugs yang sifatnya menekan fungsi kerja saraf pusat dan jantung hingga mencapai taraf induce sedation, relaksasi otot mengantuk dan bahkan mengakibatkan koma.
Tidak seperti pada uppers yang pada umumnya bekerja melalui pelepasan dan tambahan stimilatory alami tubuh yang menghasilkan energi berlebih, pada drugs jenis downer bekerja secara depresan (menekan) fungsi kerja otak serta memproduksi efek penekanan melalui jangakaun luas dari proses bio kimia di tempat yang berbeda dari otak dan spinal cord.
Pengaruh downers : mengantuk, malas, nyantai, cuek.
Efek setelah pakai : sensitif, depresi, badan lemas dan pegal.
Jenis downer : heroin, obat tidur, alkohol, petidin
3. All arounders
Jenis drug ini sifatnya biasanya sebagai stimulan maupun depresan. Namun pada umumnya all arounders lebih banyak mengganggu dan merubah pandangan kita terhadap dunia nyata, dan bagi pengguna drugs jenis ini biasanya lebih banyak berhalusinasi.
Pengaruh all arounders : halusinasi, euporia, homy.
Efek setelah pakai : depresi, pusing, paranoid, badan lemas, pegal
Jenis all arounders : opium, Lsd, magic mushroo

ROKOK-ALKOHOL-GANJA
Kebanyakan pecandu memulai pemakaiannya dari ketiga jenis drugs ini. Rokok-alkohol-ganja merupakan jendela untuk pemakaian drugs lainnya

1. Rokok

Rokok memiliki panjang 70cm – 120 cm dengan bahan dasar tembakau yang merupakanphyscoactive drug. Stimulan ini memengaruhi banyak dari sebagain area yang sama dari otak seperti halnya kokain dan amphetamine. Kandungan nikotin yang terdapat didalam rokok menstimulasi pusat syarat otak serta mengganggu keseimbangan syaraf-syarah di otak.
Beberapa jam merokok cukup memulai suatu proses. Cepatnya penyebab toleransi adalah kunci untuk mengerti sifak adiktif dari kualitas tembakau. Kebiasaan mengkonsumsi rokok sebungkus atau dua bungkus sehari setelah berlangsung lama penggunaanya dapat menyebabkan sakit kepala, sifat mudah marah, kesuliatn berkosentrasi, dan gangguan tidur.
2. Alkohol
Selama pesta minum alkohol, sel syaraf yang mati jumlahnya 10 kali lebih banyak dari normal. Hal ini berlanjut pada pengguna yang kronis, bervariasi dan berkurangnya ketajaman mental, menjadi ketidakmampuan untuk berjalan secara normal, penurunan intelektual, dan kerusakan memori.
Penyangkalan dalam diri seorang alkoholik atau peminum kompulsif adalah halangan terbesar untuk memulai perawatan. Sampai si peminum mengakui kepada diri mereka sendiri bahwa mereka mempunyai masalah, informasi yang disajikan kepada mereka tidak akan diserap sebagaimana semestinya.
3. Ganja
Dikenal juga dengan istilah mariyuana drugs jenis ini masuk dalam klasifikasi all arounders. Dalam 20 menit menghisap, dapat memberikan efek sedatin dimana si pemakai akan merasa sedikit kebingungan dan pemisahan secara mental dari lingkungan. Hal ini membuat perasaannya seperti de javu, padahal sebenernya tidak. Hal ini juga menyebabkan timbulnya luapan perasaan, mengantuk dan sulit berkosentrasi.

Tips untuk membantu orang supaya lepas dari adiksi
Pertama, kita tidak bisa merubah seseorang. Yang bisa kita lakukan adalah membantu orang tersebut menemukan kekuatan dalam dirinya untuk membantu dirinya sendiri.
Tahap pertama menuju pemulihan adalah; si pecandu perlu menyadari dirinya bermasalah. Dalam program pemulihan biasanya disebut dengan istilah ’mentok’ atau ’hit the bottom’. Ini adalah kondisi dimana si pecandu berhadapan ’muka dengan muka’ dengan realita. Tidak ada lagi orang yang bisa dimanipulasi untuk menyelesaikan masalah2nya. Gimana Caranya membuat si pecandu mentok? Terapkan CINTA KERAS. Cinta keras artinya, kita memberikan kesempatan pada si pecandu untuk bertanggung jawab atas kehidupannya.

Bayang-bayang gelap dunia adiksi
Bayang-bayang gelap dunia adiksi memengaruhi tindakan dan pikiran seperti :
1. Teror
Ancaman bagi diri sendiri, dimana para pecandu sering memikirkan drugs kembali
2. Ilusi
Pecandu kadang-kadang masih diikuti bayang-bayang gelap dunia adiksi dan masih hidup dalam dunia ilusi yang pecandu buat sendiri.
3. Frustasi
Pecandu biasanya sering merasakan frustasi saat dia memakai dan tidak lagi memakai lagi drugs, hal ini diakibatkan karena seringnya berharap akan suatu hasil yang berbeda tetapi dengan cara yang sama (obsesi kompulsif).
4. Depresi, cemas stress
Terjadinya tekanan-tekanan yang terlalu berat yang mengakibatkan perasaan dalam diri kita seperti mengasihani diri sendiri, rendah diri secara berlebihan.
“Dalam menjalani hidup manusia mempunyai masalah-masalah dasar dan masalah ini juga yang merupakan bayang-bayang gelap dunia adiksi para pecandu”
Masalah-masalah tersebut antara lain : ibu, ayah, hubungan, uang, sex, emosi, kesehatan.
5. ISM
Yaitu sebuha ajaran, aliran doktrin, pemahaman apa yang kita punya pada waktu masih jadi pecandu aktif. Misalnya tentang drugs itu dapat membuat kita menjadi senang, drugs dapat mengatasi semua masalah, dapat membuat rasa percaya diri, dll. Saat pecandu masuk dalam masa pemulihan harus dapat mengubahnya dengan cara sharing, HOW(honesty, openminded, willingness), berpikir positif, dll.
Readmore »

Sabtu, 10 April 2010

Praktek pemeriksaan fisik sistem reproduksi

A.persiapan
1. siapkan alat ( bantal, sarung tangan steril (1pasang), sarung tangan bersih (1pasang), kaca jika diperlukan, spekulum, lubrikan perlak alas
2. persiapan klien
- jelaskan tujuan tindakan, tujuannya : mendeteksi adanya kelainan
- inform concent : diberitahukan letak pemeriksaan , minta persetujuan dan kerjasama klien
3.persiapan lingkungan
- pasang sampiran
- atur pencahayaan. (hangat biar bisa rileks)
- menghadirkan keluarga/pasangan
- jika sadari dilakukan untuk diri sendiri, lakukan di depan cermin

B.pelaksanaan
4. melakukan pengkajian
klien perempuan : riwayat menstruasi dan karakteristiknya(keluhan, durasi, menarche), keluhan berhubungan dengan reproduksi (keluaran dari vagina, nyeri)
klien laki-laki : riwayat seksual dan habits (penggunaan condom, pasangan seksual), keluhan kemerahan, lesi atau keluaran dari alat genital, pasangan ganti2x atau tidak.
5. dekatkan alat-alat
6. cuci tangan
7. gunakan sarung tangan bersih
8. pemeriksaan payudara
- posisi klien duduk atau supine
- letakkan bantal di bawah bahu
- pemeriksaan pada payudara kanan, tangan kanan diletakkan dibawah kepala dan sebaliknya
- inspeksi : kontur(lembut, halus), bentuk (turun seperti pepaya atau ga), kesimetrisan (kanan, kiri, wajar apa enggak), warna kulit (kemerahan apalagi di lipatanya, pada kanker merah terang) daerha niple (puting masuk/keluar) dan areola (warna dan kondisi), keluaran(darah, purulen)
- palpasi : nodus lympa, dari puting di pencet(keluaran nya apa), palpasi jaringan payudara dari niple sampai seluruh bagian dengan sirkuler atau zigzag.

9. pemeriksaan abdomen
- inspeksi : kesimterisan, warna kulit, striae(garis setelah melahirkan), bekas luka operasi, keadaan kulit (hyperpigmentasi --> hormon, ruam), terlihat adanya denyutan jika hamil
- palpasi : massa, karakteristik masa (berbatas tegas, teraba bagian-bagian kecil)

10. pemeriksaan organ genitalia
perempuan :
- atur posisi dorsal recumbent, atau lithotomi
- pasang alas perlak
- inspeksi :
mon veneris (yang ada rambutnya), labia mayora (bibir paling luar untuk melihat luka, bengkak, kemerahan, simteris, sama besar apa enggak), labia minora(yang di inspeksi sama kayak labiar mayora), klitoris(sebesar biji kacang, bentuk normal apa enggak, kalo besar menandakan maskulin, edema atau bengkak apa enggak), pembesaran kelenjar bartolin (antara labia mayora dan minoroa, fungsi nya untuk mengeluarkan sekret), uretra (kemerahan, ada keluaran apa enggak. lihat keluaran dan karakteristiknya), lubang vagina (bau, keluaran)
- interna : kalo belum menikah, lakukan dengan colok dubur atau rectal toucher
lakukan pemasangan speculum, siapkan speculum sesuai ukuran, beri jel
anjurkan pasien tarik nafas dalam
inspeksi : rongga vagina, keluaran, kondisi serviks (warna, bentuk lubang, posisi abnormalitas)

laki-laki
inspeksi organ genitalia eksterna :
- penis : bentuk, lokasi lubang uretra, keadaan kulit, keluaran
- skrotum : bentuk, besar, bengkak, edema
palpasi area skrotum : jumlah testis, adanya masa

11. bereskan alat
12. kembalikan posisi klien
13. lepas sarung tangan : cuci tangan

C. Evaluasi
14. respon klien
15. jelaskan hasil pemeriksaan

D.dokumentasi :
16. catat semua tindakan yang dilakukan perawat pada catatan perawatan
17. mencatat dengan jelas. mudah dibaca, ditandatangani, disertai nama jelas
18. tulisan yang salah dicoret dengan disertai parah
19. catatan dibuat dengan tinta/ballpoint
Readmore »

Rabu, 07 April 2010

Definis Diabetes Melitus

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) (2007), mendefinisikan bahwa DM tipe 2 merupakan penyakit progresif dengan karakteristik penurunan fungsi sel beta pankreas. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi dan kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, syaraf, jantung dan pembuluh darah. Diabetes melitus merupakan kelainan kronik mengenai metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Ganggguan atau kekurangan respon insulin; yang diterjemahkan menjadi gangguan penggunaan karbohidrat (glukosa), ialah gambaran khas diabetes mellitus, sebagai hasil akhir timbul hiperglikemia (Robbins & Kumar, 1992, 92)
Patofisiologi dan Penatalaksanaan DM tipe 2
DM tipe 2 merupakan jenis/klasifikasi DM yang paling banyak ditemukan (lebih dari 90%) (Suyono, 2007)
 DM tipe 2 adalah salah satu bentuk klasifikasi etiologis DM dengan gambaran yang bervariasi mulai yang dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin ( Soegondo, 2007).
 DM tipe 2 merupakan klasifikasi baru untuk menggantikan istilah non-insulin-dependent diabetes (NIDDM) atau Diabetes Melitus Tidak Tergantung Insulin (DMTTI) (Expert Committee on the Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus, 1997, dalam Dunning, 2003).
KOMPLIKASI DIABETES
1. AKUT : HIPOGLIKEMIA & KETOASIDOSIS
2. KRONIK :
2.1 RETINOPATI Retinopati diabetik diakibatkan oleh rusaknya pembuluh darah yang mengaliri retina.Bentuk kerusakan bisa bocor dan keluar cairan / darah yang membuat retina bengkak atau timbul endapan lemak/eksudat.
2.2 NEFROPATISekitar 20-40 % pasien diabetes akan mengalami nefropati diabetik. Didapatkannya albuminuria persisten pada kisaran 30-299 mg/24 jam (albuminuria mikro) merupakan tanda dini dari nefropati diabetik. Pasien diabetes yang disertai dengan albuminuria mikro dan berubah menjadi albuminuria makro (≥300 mg/24 jam), pada akhirnya sering berlanjut menjadi gagal ginjal kronis stadium akhir.(PERKENI, 2006) Neuropati diabetes merupakan adanya tanda dan atau gejala disfungsi saraf perifer setelah penyebab lain disingkirkan. Neuropati tidak dapat didiagnosa tanpa pemeriksaan klinik dan tidak adanya gejala tidak berarti tidak adanya neuropati. Neuropati perifer diabetes tidak dapat didiagnosa hanya dengan satu gejala, tanda, atau pemeriksaan tunggal; minimal terdapat dua abnormalitas (seperti abnormal tanda dan gejala) adalah direkomendasikan.(Boulton Andrew,2005)
2.3 Neuropati sensorik menyebabkan hilangnya sensasi nyeri dan tekanan, sedangkan neuropati autonom menyebabkan peningkatan kekeringan dan fisura pada kulit (akibat penurunan produksi keringat). Neuropati motorik menyebabkan atrofi muskular, yang menyebabkan perubahan bentuk kaki.
PENYAKIT VASKULAR PERIFER
Rendahnya sirkulasi darah (termasuk nutrisi, oksigen dan antibiotika) pada ekstremitas bawah menyebabkan proses penyembuhan luka menjadi terganggu dan dapat berkembang menjadi gangren.
IMUNOKOMPROMAIS
 Hiperglikemia menganggu kemampuan leukosit untuk merusak bakteri.
2.4 DISFUNGSI EREKSI Pria dengan DM dua kali lebih besar mengalami disfungsi ereksi dibandingkan pria tanpa diabetes(www.diabetes.org.diperoleh pada 2 Oktober 2007). Prevalensi disfungsi ereksi pada pasien diabetes tipe 2, lebih dari 10 tahun cukup tinggi dan merupakan akibat adanya neuropati otonom, angiopati dan problem seks.(PERKENI, 2006).

PENGKAJIAN
 keluhan klasik DM: sering berkemih terutama dirasakan pada malam hari, sering merasa haus, sering merasa lapar, penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya.
 Keluhan lain adalah badan lemas, kesemutan, gatal, penglihatan kabur, gangguan ereksi pada pria, keputihan, gatal di daerah kewanitaan pada kaum wanita, infeksi atau luka yang lama sembuh (Smeltzer, 2008; Inzucchi et al, 2005; Dunning, 2003; WHO). Riw. DM pd kelg, Riw pola makan dan olga, riw merokok.
 Riw Melahirkn bayi > 4 Kg pd wanita
 Riw psikososial spiritual : stress, masalah kelg, mslh psikis cemas, takut, depresi, kehilangan harapan, dll
 Pengkajian kaki (PEDIS)
 Pada pemeriksaan diagnostik, akan diperiksa kadar gula darah. Kriteria DM (Perkeni, Persatuan endokrinologi indonesia ) adalah sebagai berikut :
 Kadar gula darah sewaktu = 200 mg/dl
 Kadar gula darah puasa = 126 mg/dl atau
 Kadar gula darah puasa = 110 mg/dl atau
 Kadar gula darah 2 jam sesudah tes toleransi glukosa oral ( TTGO ) = 200 mg/dl
Readmore »

Minggu, 04 April 2010

pengertian dan siklus menstruasi

MENSTRUASI
Menstruasi adalah proses bulanan tumpahan lapisan bagian dalam dan darah uterus melalui liang kelamin wanita atau vagina. Keluarnya cairan yang mengandung darah ini terjadi pada wanita yang sudah memasuki usia subur dan yang sedang tidak hamil. Peristiwa ini dimulai dengan adanya pengeluaran selaput lendir rahim di bagian dalam rahim atau endometrium.
Di bawah pengaruh hormon estrogen, endometrium pun jadi tumbuh menebal, menantikan datangnya sel telur. Ibaratnya lapisan tebal endometrium ini seperti karpet atau tanah subur yang siap menanti datangnya sel telur atau okulasi. Pada puncak pertengahan siklus haid yang optimal, terjadilah pelepasan sel telur. Nah, saat itulah bila ada sel sperma masuk, sel telur dan sperma ini bersatu menjadi zygote (bakal janin) dan menempel pada endometris yang sudah mencapai ketebalan maksimal tadi.
Proses seperti ini akan berulang setiap bulan, sepanjang tidak terjadi pembuahan yang menghasilkan zygote. Pada waktunya, tumbuh lagi selaput yang baru. Dengan kata lain, karpet tadi digelar lagi, lalu tanggal lagi, begitu seterusnya.
Jadi, menstruasi sebetulnya sesuatu yang normal, sehingga semua wanita mengalaminya. Pada setiap wanita, siklus haid ini pun bervariasi. Rata-rata berjarak 28 hari, namun bisa juga sampai 42 hari. Jika sampai terjadi keterlambatan pun, semisal sampai 3-4 bulan, juga tak perlu terlalu dikhawatirkan. Tapi disarankan sebaiknya periksa ke dokter spesialis. Apalagi kalau telat sampai 5-6 bulan.
Sering orang salah mengerti, kalau sampai 3 atau 4 bulan tidak haid, mereka menyangka darahnya bisa mengumpul di dalam, menggenang, dan lama-lama bisa berbahaya. Padahal jika tidak haid, berarti tidak ada pendarahan bdi dalam tubuh. Tidak mens berarti tidak ada endometrium yang lepas. Jadi bukan berarti ada darah yang mengumpul. Darah baru keluar jika selaput lendirnya lepas. Jika tidak lepas, ya tidak berdarah. Jadi jangan khawatir.
Lantas apa saja yang menyebabkan mens telat? Penyebabnya bisa bermacam-macam. Bagi yang masih belum menikah, penyebabnya bisa karena terlalu lelah. Contohnya, belajar terlalu keras bagi yang masih sekolah atau kuliah, atau berolahraga kelewat berat. Sebaliknya bisa juga terjadi pada mereka yang biasa berolahraga dan menghentikan kebiasaannya secara tiba-tiba. Pola makan pun bisa mempengaruhi siklus haid. Misalnya, mereka yang biasa makan banyak dan mendadak diet. Ini akan membuat tubuh stres. Atau bisa jadi badan kurus jadi gemuk. Pokoknya, tiap ada perubahan berat badan mencolok.
Jenis-jenis obat tertentu juga bisa mengusik pola haid, terutama obat-obatan yang mengandung hormon. Contohnya,obat untuk mengatasi gatal-gatal atau obat sakit telinga. Begitu pula obat-obatan KB atau suntik KB. Baru setelah berhenti minum obat, haid akan kembali lancar. Keterlambatan haid lebih sering dialami mereka yang masih gadis, karena pola okulasinya belum teratur. Hanya saja, kalau sudah terbiasa haid kemudian haidnya tidak ada, harus bertanya pada diri sendiri. Jangan-jangan pernah minum obat tertentu.
Kasus yang perlu diwaspadai adalah gadis remaja yang belum juga mendapat haid. Terlebih jika usianya sudah mencapai 17 tahun. Jika ini terjadi, sebaiknya segera lakukan pemerikasaan. Sebab, bisa saja ada kemungkinan selaput darahnya tertutup rapat. Normalnya, selaput darah itu mempunyai lubang-lubang. Kalau tertutup rapat, dia mungkin bisa haid, tapi haidnya tidak bisa keluar. Nah, yang ini memang betul darahnya bisa mengumpul di dalam.
FASE-FASE MENSTRUASI
Mekanisme terjadinya perdarahan menstruasi terjadi dalam satu siklus terdiri atas 4 fase :
1. Fase Folikuler / Proliferasi (hari ke-5 sampai hari ke- 14)
Pada masa ini adalah masa paling subur bagi seorang wanita. Dimulai dari hari 1 sampai sekitar sebelum kadar LH meningkat dan terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium. Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga merangsang pertumbuhan sekitar 3 - 30 folikel yang masing-masing mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang lainnya hancur.
Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang telah dilepaskan. Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3 - 7 hari, rata-rata selama 5 hari. Darah yang hilang serbanyak 28 - 283 gram. Darah menstruasi biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.
Pada akhir dari fase ini terjadi lonjakan penghasilan hormon LH yang sangat meningkat yang menyebabkan terjadinya proses ovulasi.
2. Fase Luteal / fase sekresi / fase pramenstruasi (hari ke-14 sampai hari ke-28)
Pada fase ini menunjukkan masa ovarium beraktivitas membentuk korpus luteum dari sisa-sisa folikel-folikel de Graaf yang sudah mengeluarkan sel ovum (telur) pada saat terjadinya proses ovulasi. Pada fase ini peningkatkan hormon progesteron yang bermakna, yang diikuti oleh penurunan kadar hormon-hormon FSH, estrogen, dan LH. Keadaan ini digunakan sebagai penunjang lapisan endometrium untuk mempersiapkan dinding rahim dalam menerima hasil konsepsi jika terjadi kehamilan, digunakan untuk penghambatan masuknya sperma ke dalam uterus dan proses peluruhan dinding rahim yang prosesnya akan terjadi pada akhir fase ini.
3. Fase menstruasi (hari ke-28 sampai hari ke-2 atau 3)
Pada fase ini menunjukkan masa terjadinya proses peluruhan dari lapisan endometrium uteri disertai pengeluaran darah dari dalamnya. Terjadi kembali peningkatan kadar dan aktivitas hormon-hormon FSH dan estrogen yang disebabkan tidak adanya hormon LH dan pengaruhnya karena produksinya telah dihentikan oleh peningkatan kadar hormon progesteron secara maksimal. Hal ini mempengaruhi kondisi flora normal dan dinding-dinding di daerah vagina dan uterus yang selanjutnya dapat mengakibatkan perubahan-perubahan higiene pada daerah tsb dan menimbulkan keputihan .
4. Fase Regenerasi / pascamenstruasi (hari ke-1 sampai hari ke-5)
Pada fase ini terjadi proses pemulihan dan pembentukan kembali lapisan endometrium uteri, sedangkan ovarium mulai beraktivitas kembali membentuk folikel-folikel yang terkandung di dalamnya melalui pengaruh hormon-hormon FSH dan estrogen yang sebelumnya sudah dihasilkan kembali di dalam ovarium.
HAID
Secara umum kelainan haid berupa kelainan siklus atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya perdarahan. Adapun fisiologi menstruasi adalah adanya hubungan timbal balik hipotalamus hipofise ovarium. Mens/ovulasi yang teratur, merupakan hasil kerjasama yang kompleks antara hipotalamus hipofise ovarium. hipotalamus mengeluarkan Gn RH (Gonadotropin Releasing Hormon), yang masuk keperedaran darah portal dan sampailah ke Hipofise (anterior) Gn RH yang dikeluarkan secara pulsasi ini merangsang hipofise untuk memproduksi dan mengeluarkan gonadotropin (FSH dan LH) Secara pulsasi pula. Kemudian gonadotropin ini merangsang folikel (ovarium) untuk tumbuh dan berakhir. Dengan ovulasi terdapat hubungan timbal balik antara hormon gonadotropin ini dengan seks steroid yang dihasilkan ovarium.
Hubungan timbal balik sentral mempunyai pola yang baku, untuk menghasilkan ovulasi yang teratur. Hubungan timbal balik yang kacau tidak akan menghasilkan ovulasi, meskipun sentral menghasilkan gunadotropin dan ovarium menghasilkan seks steroid. Hubungan timbal balik ini lebih mudah dipahami dengan mengikuti fluktuasi naik turunnya kadar hormon estrogen. Karena pada umumnya para sarjana berpendapat bahwa kapan terjadi ovulasi banyak ditentukan oleh ovarium itu sendiri. Estrogen merupakan salah satu hormon seks steroid yang dihasilkan oleh ovarium yang sangat berperan pada kelangsungan hubungan timbal balik, secara normal pada saat menstruasi kadar hormon estrogen dan progesterone didalam darah sangat turun dan endometrium juga tipis hanya terdiri dari stratum basalis saja. Kadar estrogen yang turun ini merangsang produksi gonadotropin (FSH dan LH) sehingga kadar FSH dan LH diperedaran darah meningkat perlahan ,hal ini akan mengakibatkan pertumbuhan folikel di ovarium, pertumbuhan folikell ini menyebabkan kadar estrogen secara perlahan juga naik .Folikel yang paling “siap” akan tumbuh paling cepat ,dan pada hari ke-5sampai 7 terbentuklah satu folikel dominan, yang nanti akan mengalami ovulasi sedangkan folikel yang kurang siap akan atresia, karena kadar hormon FSH mulai menurun akibat hubungan timbal balik (-) estrogen yang kadarnya terus meningkat penurunan kadar FSH ini tidak diikuti kadar LH, karena dampak hubungan timbal balik (-) estrogen ini hanya untuk FSH, tidak untuk LH. Meskipun kadar FSH terus menurun, tetapi folikel dominan akan tumbuh terus.
Pertumbuhan folikel ini tentunya akan menyebabkan kadar estrogen juga terus meningkat. Setelah mencapai kadar yang cukup tinggi (200 Pg/ml yang bertahan minimal selama 50 jam) estrogen ini akan menimbulkan rangsangan (+), sehingga terjadi loncatan LH (LH surge), yang akan diikuti oleh sedikit kenaikan progesterone dan loncatan FSH. Loncatan LH, FSH dan sedikit kenaikan kadar progesterone akan menyebabkan “pecahnya” folikel dominan (ovulasi). Setelah ovulasi kadar progesteron meningkat tajam yang diikuti penurunan kadar FSH dan LH dan mulailah fase luteal kadar estrogen yang tadinya ikut turun sesaat sebelum ovulasi, tanpa diketahui sebabnya meningkat kembali. Pada fase luteal. Kenaikan kadar progresteron dan estrogen ini mencapai puncaknya pada hari ke-21 dan kemudian menurun perlahan sampai datangnya menstruasi siklus berikutnya.
Konsep Dasar Menstruasi
Pengertian Menstruasi
Menstruasi adalah perdarahan periodik pada uterus yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi (Bobak, 2004)
Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis, dan ovarium dengan perubahan-perubahan terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal, ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini, karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan-perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi (Greenspan, 1998).
Siklus menstruasi dipengaruhi oleh serangkaian hormon yang diproduksi oleh tubuh yaitu Luteinizing Hormon , Follicle Stimulating Hormone dan estrogen. Selain itu siklus juga dipengaruhi oleh kondisi psikis si wanita sehingga bisa maju dan mundur. Untuk itu pemahaman mengenai bagaimana terjadinya menstruasi dan bagaimana siklus menstruasi itu perlu dipahami kaum hawa secara rinci dan tugas.
Masa subur ditandai oleh kenaikan Luteinizing Hormone secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Kenaikan LH akan mendorong sel telur keluar dari ovarium menuju tuba falopii. Didalam tuba falopii ini bisa terjadi pembuahan oleh sperma. Masa-masa inilah yang disebut masa subur, yaitu bila sel telur ada dan siap untuk dibuahi. Sel telur berada dalam tuba falopi selama kurang lebih 3-4 hari namun hanya sampai umur 2 hari masa yang paling baik untuk dibuahi, setelah itu mati.
LH surge yaitu kenaikan LH secara tiba-tiba akan mendorong sel telur keluar dari ovarium. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan LH. Beberapa wanita merasakan nyeri tumpul pada bagian perut bawah pada saat hal ini terjadi.
Siklus Menstruasi
1) Gambaran klinis menstruasi
Sebagian besar wanita pertengahan usia reproduktif, perdarahan menstruasi terjadi setiap 25-35 hari dengan median panjang siklus adalah 28 hari. Wanita dengan siklus ovulatorik, selang waktu antara awal menstruasi hingga ovulasi – fase folikular – bervariasi lamanya. Siklus yang diamati terjadi pada wanita yang mengalami ovulasi. Selang waktu antara awal perdarahan menstruasi – fase luteal – relatif konstan dengan rata-rata 14 ± 2 hari pada kebanyakan wanita (Grenspan, 1998).
Lama keluarnya darah menstruasi juga bervariasi; pada umumnya lamanya 4 sampai 6 hari, tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal. Pengeluaran darah menstruasi terdiri dari fragmen-fragmen kelupasan endrometrium yang bercampur dengan darah yang banyaknya tidak tentu. Biasanya darahnya cair, tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar, bekuan dengan berbagai ukuran sangat mungkin ditemukan. Ketidakbekuan darah menstruasi yang biasa ini disebabkan oleh suatu sistem fibrinolitik lokal yang aktif di dalam endometrium.
Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3,4 mg per g, volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan 0,4 sampai 1,0 mg besi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mg per tahun (Cunningham, 1995).
2) Aspek hormonal selama siklus menstruasi
Mamalia, khususnya manusia, siklus reproduksinya melibatkan berbagai organ, yaitu uterus, ovarium, vagina, dan mammae yang berlangsung dalam waktu tertentu atau adanya sinkronisasi, maka hal ini dimungkinkan adanya pengaturan, koordinasi yang disebut hormon. Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, yang langsung dialirkan dalam peredaran darah dan mempengaruhi organ tertentu yang disebut organ target. Hormon-hormon yang berhubungan dengan siklus menstruasi ialah ;
a) Hormon-hormon yang dihasilkan gonadotropin hipofisis :
• Luteinizing Hormon (LH)
• Folikel Stimulating Hormon (FSH)
• Prolaktin Releasing Hormon (PRH)
b) Steroid ovarium
Ovarium menghasilkan progestrin, androgen, dan estrogen. Banyak dari steroid yang dihasilkan ini juga disekresi oleh kelenjar adrenal atau dapat dibentuk di jaringan perifer melalui pengubahan prekursor-prekursor steroid lain; konsekuensinya, kadar plasma dari hormon-hormon ini tidak dapat langsung mencerminkan aktivitas steroidogenik dari ovarium.
3) Fase-fase dalam siklus menstruasi
Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. Fase-fase ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior, ovarium, dan uterus. Fase-fase tersebut adalah :
a) Fase menstruasi atau deskuamasi
Fase ini, endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Fase ini berlangsung selama 3-4 hari.
b) Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi
Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium. Kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung selama ± 4 hari.
c) Fase intermenstum atau fase proliferasi
Setelah luka sembuh, akan terjadi penebalan pada endometrium ± 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus menstruasi.
Fase proliferasi dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :
• Fase proliferasi dini, terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel.
• Fase proliferasi madya, terjadi pada hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang tinggi.
• Fase proliferasi akhir, berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenali dari permukaan yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis.
d) Fase pramenstruasi atau fase sekresi
Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Bagian dalam sel endometrium terdapat glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi.
Fase sekresi dibagi dalam 2 tahap, yaitu :
• Fase sekresi dini, pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan.
• Fase sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Akhir masa ini, stroma endometrium berubah kearah sel-sel; desidua, terutama yang ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan terjadinya nidasi (Hanafiah, 1997).
4) Mekanisme siklus menstruasi
Selama haid, pada hari bermulanya diambil sebagai hari pertama dari siklus yang baru. Akan terjadi lagi peningkatan dari FSH sampai mencapai kadar 5 ng/ml (atau setara dengan 10 mUI/ml), dibawah pengaruh sinergis kedua gonadotropin, folikel yang berkembang ini menghasilkan estradiol dalam jumlah yang banyak. Peningkatan serum yang terus-menerus pada akhir fase folikuler akan menekan FSH dari hipofisis. Dua hari sebelum ovulasi, kadar estradiol mencapai 150-400 pg/ml. Kadar tersebut melebihi nilai ambang rangsang untuk pengeluaran gonadotropin pra-ovulasi. Akibatnya FSH dan LH dalam serum akan meningkat dan mencapai puncaknya satu hari sebelum ovulasi. Saat yang sama pula, kadar estradiol akan kembali menurun. Kadar maksimal LH berkisar antara 8 dan 35 ng/ml atau setara dengan 30-40 mUI/ml, dan FSH antara 4-10 ng/ ml atau setara dengan 15-45 mUI/ml.
Terjadinya puncak LH dan FSH pada hari ke-14, maka pada saat ini folikel akan mulai pecah dan satu hari kemudian akan timbul ovulasi. Bersamaan dengan ini dimulailah pembentukan dan pematangan korpus luteum yang disertai dengan meningkatnya kadar progesteron, sedangkan gonadotropin mulai turun kembali. Peningkatan progesteron tersebut tidak selalu memberi arti, bahwa ovulasi telah terjadi dengan baik, karena pada beberapa wanita yang tidak terjadi ovulasi tetap dijumpai suhu basal badan dan endometrium sesuai dengan fase luteal.
Awal fase luteal, seiring dengan pematangan korpus luteum. Sekresi progesteron terus menerus meningkat dan mencapai kadar antara 6 dan 20 ng/ml. Estradiol yang dikeluarkan terutama dari folikel yang besar yang tidak mengalami atresia, juga tampak pada fase luteal dengan konsentrasi yang lebih tinggi daripada selama permulaan atau pertengahan fase folikuler. Produksi estradiol dan progesteron maksimal dijumpai antara hari ke-20 dan 23 (Jacoeb, 1994).
Readmore »