Tampilkan postingan dengan label forum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label forum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2012

Miss Jatinangor Badly







Siapa suruh datang ke Jatinangor? Jika akhirnya harus sedih berpisah dengan kota ini, yang akhirnya membuat rindu dan menyiksa. Jatinangor,Sumedang-Bandung, setengah sumedang, setengah Bandung, kalo dibilang sumedang orang cuma tau kota ini gara-gara "tahu"nya aja, ga banyak yang tau kalo kota ini ada sebuah Universitas Ternama yang paling beken dan di isi orang-orang keren, yaitu Universitas Padjajaran. Kalo ga loe anak UNPADnya sendiri atau orang yang kuliah dibandung, lo "tahunya" Unpad itu ada di kota Bandung,iya kan?. Well, ga sepenuhnya salah juga sih, karena UNPAD emang ada di Bandung dan di Sumedang, meskipun bangunan fakultas UNPAD terbanyak ada di Jatinangor.
Kota ini 21 km dari pusat kota sumedang, ada 1 mall kecil di kota ini tempat gaulnya anak-anak jatinangor, JATOS(Jatinangor Town Square). Ibu kota Jatinangor adalah ciseke. Jatinangor memiliki banyak segudang makanan yang ada 24 jam, so jangan pernah takut kelaperan tengah malem dikota ini kalo loe males jalan keluar, lo bisa delivery pajawan, hipotesa atau cafetaria. Kalo lo mau hangout sampe tengah malem untuk sekedar berkelakar ataupun berkumpul bersama teman-teman, lo masih punya cafe yang buka 24 jam, ada ngeumong dan cherish corner. Ga akan pernah nyesel deh tinggal disini, terlebih lagi kota ini penuh dengan anak-anak mudanya, loe mau pergi kemana aja, ke desa apa aja di jatinangor, pasti ketemu sama anak2 muda banyaknya. Ga salah kalo jatinangor disebut dengan kota termuda atau kota yang gak pernah tua.
Kalo loe kuliah di bandung kota, mau makan kemanapun pasti masih banyak nemu orang-orang yang seumuran mak bapak kita. Kalo lo dijatinangor, yang tua itu adalah pedagangnya, kebanyakan pembeli sisanya adalah anak muda. Ga percaya? Silahkan buktikan.
Jatinangor, 4 tahun penuh kenangan, kota yang ga akan ngebuat gw takut buat keluar dari kosan meskipun tengah malem. Kenapa? karena kota ini ga pernah tidur, yang tidur cuma polisinya.
Pedagang, orang-orangnya juga ramah-ramah, apalagi bu Yoyoh, penjaga kosan gw yang gw hormati, yang selalu bilang iya apapun yang saya katakan. Sometime kota ini bener-bener bakal ngebuat hidup berasa lebih hidup, jauh dari orang tua? ya jangan takut kota ini bakal ngasih banyak orang-orang yang bisa dituakan. Buat anak-anak yang bakal kuliah di Unpad Jatinangor, gw percaya loe ga akan nyesel stay dan kuliah disini, cuma kota ini yang terthebest kalo kata gw mah. Gw aja kalo disuruh ngulang SPMB, gw tetep bakal milih buat kuliah disini.
Mau berangkat kuliah, tapi ga dikasih kendaraan sama ortu, jangan repot2 dah rengek2 minta beliin, UNPAD punya angkot GRATIS loh, dari pintu gerbang depan lo dimanjakan sampe pintu fakultas loe. Dan ini cuma UNPAD Jatinangor yang punya, keren kan?
Jatinangor juga eksis loh di twitter, dengan akunnya Jatinangorku, loe bisa diupdate segala macemnya tentang jatinangor, masalah pasaran harga kosan, dari 2jutaan pertahun sampe 10 jutaan, atau mau update makanan-makanan terenak, lengkap dah disini mah.

NB : tetep jaga kepercayaan ortu dengan dibuktikan dengan hasil prestasi IPKmu ya kalo kuliah disini. Jangan sampe ada lelucon lagi tentang UNPAD yang bilang bahwa anak Unpad ga akan pernah kena penyakit otak, karena anak UNPAD ga ada otaknya. Buktikan, kalo kita berotak, tapi kita juga gaul? setuju? follow twitter saya di @iamveraa miskin follower
Readmore »

Jumat, 06 Januari 2012

Ada Heroes Di depan Pencuri


Ga usah takut buat nyuri, bakal banyak orang yang nuntut buat kebebasan loe kok. Sumpah?! Hal ini nih yang lagi marak terjadi di Indonesia. Belom selese tuh perkara pencurian sendal jepit, sekarang dihebohkan lagi dengan pencurian pisang yang dilakukan oleh dua orang yang diindikasikan kelainan mental. Dilihat dari sisi kemanusiaan, ga manusiawi banget emang kalo sampe akhirnya mereka dipenjara bertahun-tahun gara-gara masalah ginian, ga seimbang dong dengan koruptor yang didakwa hukuman yang sama. Cuma gw ga abis pikir deh, kalo semua pencurian-pencurian kecil ini banyak yang nuntut bebas, gw ga bisa bayangin gimana nantinya mendidik keberanian orang-orang buat nyuri, pikir mereka: tenang guys,kita nyuri sekarang ga ngefek kok, polisi sekarang takut sama demo-demo dari mahasiswa, nanti juga kita dibebasin.
Inikah yang sedang kita sosialisasikan? anak-anak kecil yang nyuri bakal didampingi kak seto, dan diminta untuk dibebaskan? Dimanakah fungsi peradilan dalam pemberian efek jeranya? Bukan berarti juga, gw bikin artikel begini ga setuju dengan demo-demo yang dilakukan mahasiswa untuk kebebasan beberapa pencurian. Well, gw dukung banget, kalian demo juga demi keadilan bagi rakyat-rakyat kecil, tapi harusnya ga cuma demo doang dong yang bisa kita lakuin, sebagai penerus bangsa kita juga harus mikir, kalo hal-hal begini kita demo terus minta kebebasan, gimana efek kedepannya. Ga salah kok loe demo, kasih pisang2 banyak itu dijalanan, atau ngumpulin sendal jepit, and etc. Yang salah itu adalah ga tegasnya peraturan pemerintah ataupun ketidakadilan tentang hukumannya, masa nyuri begituan dihukum yang sama dengan koruptor, right?. So gw minta sekarang demo nya bukan lagi nuntut bebas, tapi kita demo demi kebaikan mereka dan kasih efek jera ke yang lain, dituntut beberapa hari kek atau sebulan dua bulan juga kayaknya mereka jera. Sorry no offense ya, berbeda pendapat boleh kan? Right?

Baca juga Verayulyani.blogspot.com
follow twitter ane : iamveraa
Readmore »

Kamis, 29 Desember 2011

Kicau Kacau



Buku Indra herlambang yang berjudul kicau kacau, telah membuat kacau timeline saya. Berikut ini beberapa pernyataan Indra tentang twitter dan kekacauan yang terjadi :
Dulu setiap bangun pagi, yang pertama kali kita lakukan adalah memegang HP untuk sekedar mengecek SMS. Namun, beberapa tahun belakangan ini kebiasaan itu mulai terganti. Kini berganti dengan menikmati kicauan burung. Bedanya kali ini yang kita nikmati bukan cicit merdu makhluk berparu di pepohonan. Tapi kicau seru manusia-manusia pencicit di timeline Twitter. Burung baru ini suaranya lebih juicy, dan kicauannnya lebih menarik untuk diikuti.
Ketika pertama kali mulai ngetwit, seperti nemuin mainan baru yang juara. Bayangin aja, yang perlu dilakukan hanyalah mengupdate status. Itu brilian banget! Pembuatnya sungguh memamahami kebutuhan dasar setiap manusia. Untuk pamer kondisi, atau jadi pencurhat wahid dan mengakomodir kegemaran kita untuk mendengar suara kita sendiri. Nggak heran kalau kebanyakan dari kita menjadi twitter addict. Dikit-dikit update status, bentar-bentar ngecek timeline, dan pada titik paling absurd kita selalu membawa HP atau BB kita kemanapun kita pergi termasuk kamar mandi. Tumpukan majalah, sudah tidak terlalu mengagumkan lagi, karena ada twitter yang lebih seru. Kita dimanja dengan diperbolehkan mengintip urusan orang sepuas-puasnya, dan mengumbar hidup sendiri selebar-lebarnya. Bukankah itu terasa seperti surga?
Ketika itu twitter seperti dunia muda yang menawarkan bentuk pengalaman maya yang berbeda. Semua terasa menyenangkan, namun setelah penggunanya semakin banyak dan popularitasnya semakin meledak, kenapa twitter tidak seindah dulu?
Twitter menjadi hal yang rawan, dengan terdiri dari 140 karakter dimana kita tidak tahu bagaimana ekspresi penulis dan nada bicaranya menjadikan hal-hal kecil terlihat sensitif. Nggak heran ada banyak yang ribut karena status orang kain, ya tersinggunglah atau terganggu kicauan congkak orang tertentu. Hebatnya, twitter mampu mengupas lapisan kepribadian setiap orang hingga layer yang paling dalam. Dengan membaca timeline seseorang, kita bisa tahu seperti apa orang itu sebenarnya. Twitter seperti pengeras suara dari semua pengguna yang ada didalamnya. Kepribadian orang yang dalam keseharian menyenangkan bisa berubah jadi sungguh menyebalkan. Dan pada akhirnya terciptalah beberapa public enemy yang jadi sumber hujatan sekaligus hiburan bersama.
Twitter sejak dulu sudah dipenuhi jutaan konflik? semua silih berganti dengan keributan-keributan lainnya. Namun, semua itu justru menambah daya tarik twitter.
Siapa sih yang nggak suka menikmati sedikit dosis drama dalam hidupnya?
Saat ini di twitter seperti ada kontes tanpa akhir untuk menemukan siapa yang ngetweetnya paling pedes untuk ngritik negara/orang lain. Atau siapa yang paling lucu saat membuat lelucon soal tingkah laku seseorang. Atau siapa yang paling brilian dalam menghina dina para musuh masyarakat.
Disisi lain, ada banyak pendapat yang berbeda tentang twitter. Ada yang berteriak-teriak vokal di twitter hanyalah pemborosan energi dan batere BB. Seberapa besar sih kekuatan kicauan itu bisa membawa perubahan? Apa nggak lebih baik melakukan sesuatu dalam kehidupan nyata ketimbang marah-marah di dunia maya? Stop complaining and start doing something real!
Ga tahu mana yang benar, dan tidak terlalu peduli. Cuma merasa kangen dengan suasa twitter zaman dulu. Saat semua dibawa FUN. Saat update soal makanan dan hal kecil bisa jadi sesuatu yang luar biasa. Kini terlalu banyak kicau kacau yang memusingkan.
Lebih baik mendengar kicauan burung nyata diluar sana.
Sekian kutipan dari kicau kacaunya. See you in the other article

Twitter : @iamveraa follow me, Fakir follower
Readmore »

Selasa, 20 Desember 2011

Celoteh tentang Agama

Bagi yang pernah menonton stand up comedy, pasti kenal pandji penulis buku nasional is me, anda bisa mendownload stand up comedy di youtube, di salah satu stand up nya dia bilang bahwa Indonesia penuh dengan orang-orang yang sensitif, termasuk Bapak Presidennya. Sialnya gw terlanjur setuju dengan pernyataan pandji, gw akuin dari presiden sampe rakyatnya, Indonesia penuh dengan orang-orang sensitif, termasuk gue sendiri. Apalagi kalo ngebahas masalah AGAMA. Agama jadi hal yang sakral banget diomongin, salah silat dikit,BANTAI.
Masih inget kejadian beberapa bulan yang lalu, tentang pelarangan pembuatan gereja di Bogor, atau perampasan hak beragama kepada jemaah Ahmadiyah. Ini sebenernya ga lebih dari kejadian anarkis yang mengatasnamakan Agama dan Tuhan.
Saya percaya Tuhan baik, Tuhan penuh kasih sayang karena Tuhan Ar-rahman Ar-rahim, jadi agak sulit gue percaya kalo Tuhan memerintahkan umatnya untuk berbuat keji dengan merusak fasilitas ibadat umat-umat lain. Bukankah memilih agama itu adalah salah satu hak asasi manusia, dan beribadat sesuai keyakinannya juga bagian dari hak asasi manusia. Kenapa kita sibuk menyalahkan , memerangi orang dengan berlandaskan agama. Berteriak dengan langtang ALLAHUAKBAR, seolah-olah ALLAH yang menginginkan perbuatan itu dilakukan.

Semua agama sibuk dengan pembeneran dan keyakinan masing-masing, serta merasa paling benar. Semua agama sibuk dengan keyakinannya tentang Tuhan, tapi terkadang lupa untuk mengajarkan sesamanya bagaimana bentuk sosialis. Bukankah mencintai sesama manusia adalah bentuk lain dari mencintai Tuhan? Kalo menjawab iya, maka hentikan peperangan antar sesama manusia yang berbeda agama, hentikan diskriminasi terhadap jamaah ahmadiyah, dan jemaah yang lainnya. Bukankah agama adalah urusan individu dengan Tuhannya?



http://saidiman.wordpress.com/2011/12/19/para-penghina-islam/
Readmore »

Kamis, 12 Mei 2011

Tentang DPR Indonesia




Syarat menjadi anggota DPR :
1. Hobi tidur
2. Suka nonton bokep
3. Banyak affairnya
4. Pinter ngomong
5. Jago nipu rakyat
6. Punya Prinsip korupsi sebanyak mungkin, kalo ketauan KPK berpura-pura sakit sebanyak mungkin
7. Banyak gaya
8. Hobi jalan-jalan
9. Otak kosong
10. Cuek, terutama cuek kalo ada gosip-gosip yang ga enak


Tugas DPR :
1. Sibuk buat kontroversial
2. Rapat tentang kesejahteraan anggota DPRnya
3. Tidur dalam rapat paripurna untuk menunjukkan ke rakyat betapa kerja kerasnya mereka
4. Ngabisin duit rakyat buat hal yang ga penting, padahal undang-undang banyak yang belom dibahas dan disahkan! REALISASIKAN UU KEPERAWATAN!!!!!!!
5. Tidak pernah menghiraukan rakyat berkicau, yang penting kaya raya


Hak yang didapatkan menjadi anggota DPR :
1. Laptop mahal
2. Cincin emas 24 karat
3. Jalan-jalan ke luar negeri
4. Gaji 52 juta perbulan
5. Uang komunikasi 14 juta


Siapa yang tidak tertarik menjadi anggota dpr, cuma modal segitu, tapi untungnya banyak banget.

I'm a nursing student, but I'm DPR wanna be!
Readmore »

Minggu, 08 Mei 2011

When you love someone

Suatu hari ada seorang pria yang berjalan ditengah hutan untuk mencari pujaan hatinya. Berjalanlah ia menelusuri hutan tersebut, melewati sungai-sungai, menapaki bebatuan, dan menebas semua rumput-rumput liar yang mengganggu perjalanannya. Ditengah hutan, pria itu bertemu dengan seorang wanita, yang sekiranya sesuai dengan kriteria yang ia cari. Pria itu mendekatinya, kemudian mengajak berkenalan, segala upaya pria itu kerahkan untuk meluluhkan hati sang wanita. Namun sayang, tak sedikitpun terbesit rasa cinta dihati sang wanita. Akhirnya membuat pria itu, pada titik keputusasaan, ditengah keputusaan untuk mendapatkan sang wanita, ia dihampiri oleh bidadari yang cantik dan baik hati. Bidadari memberi nasihat pada pria untuk tetap teguh pada pendiriannya, ia juga dengan senang hati mendengarkan semua keluh kesah pria tersebut, sampai pada akhirnya sang pria merasa nyaman dengan bidadari, dan kemudian mulai berpikir untuk pindah ke lain hati, yaitu mendekati sang bidadari. What is your opinion about this situation?


Readmore »

Rabu, 04 Mei 2011

Tak ada rotan akar pun jadi

Peribahasa ini sudah barang tentu sering didengar sejak kita duduk di bangku SD sampai pelajaran bahasa Indonesia di SMA berakhir. Namun dibalik arti peribahasa ini, terdapatlah sebuah cerita lucu yang berasal dari negeri Papua, berikut ini ceritanya
Seorang guru SD di pedalaman Papua sedang mengajar anak didiknya. Kali itu, mata pelajarannya adalah Bahasa Indonesia tentang peribahasa.

“Lanjutkan peribahasa di bawah ini ya…,” kata sang guru.

“Iya bapa’,” kata seluruh muridnya.

“Tak ada rotan…. ?,” tanya sang Guru.

“Pergi ke hutan,” teriak seorang murid.

“Salah… Yang benar, Akar pun Jadi,” jelas guru.

“Tidak Bapa… Di tanah kami, kalau tak ada rotan, tinggal lari ke hutan, pasti dapat banyak bapa…” protes murid.


***

Selain itu, peribahasa ini mungkin juga dijadikan prinsip oleh para pria maupun wanita yang putus asa dalam mengejar cintanya, Tidak ada rotan, akar pun jadi.
Readmore »

Fucking POLIGAMI

Dalam antropologi sosial, poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan) sekaligus pada suatu saat (berlawanan dengan monogami, di mana seseorang memiliki hanya satu suami atau istri pada suatu saat).

Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu poligini (seorang pria memiliki beberapa istri sekaligus), poliandri (seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahan kelompok (bahasa Inggris: group marriage, yaitu kombinasi poligini dan poliandri). Ketiga bentuk poligami tersebut ditemukan dalam sejarah, namum poligini merupakan bentuk yang paling umum terjadi.

Walaupun diperbolehkan dalam beberapa kebudayaan, poligami ditentang oleh sebagian kalangan. Terutama kaum feminis menentang poligini, karena mereka menganggap poligini sebagai bentuk penindasan kepada kaum wanita.


POLIGAMI MENURUT AGAMA


Hindu

Baik poligini maupun poliandri dilakukan oleh sekalangan masyarakat Hindu pada zaman dulu. Hinduisme tidak melarang maupun menyarankan poligami. Pada praktiknya dalam sejarah, hanya raja dan kasta tertentu yang melakukan poligami.

Buddhisme

Dalam Agama Buddha pandangan terhadap Poligami adalah suatu bentuk keserakahan (Lobha).


Walaupun kitab-kitab kuno agama Yahudi menandakan bahwa poligami diizinkan, berbagai kalangan Yahudi kini melarang poligami.

Kristen

Gereja-gereja Kristen umumnya, (Protestan, Katolik, Ortodoks, dan lain-lain) menentang praktik poligami. Namun beberapa gereja memperbolehkan poligami berdasarkan kitab-kitab kuna agama Yahudi. Gereja Katolik merevisi pandangannya sejak masa Paus Leo XIII pada tahun 1866 yakni dengan melarang poligami yang berlaku hingga sekarang.

Mormonisme

Penganut Mormonisme pimpinan Joseph Smith di Amerika Serikat sejak tahun 1840-an hingga sekarang mempraktikkan, bahkan hampir mewajibkan poligami. Tahun 1882 penganut Mormon memprotes keras undang-undang anti-poligami yang dibuat pemerintah Amerika Serikat. Namun praktik ini resmi dihapuskan ketika Utah memilih untuk bergabung dengan Amerika Serikat. Sejumlah gerakan sempalan Mormon sampai kini masih mempraktekkan poligami.

ISLAM

Islam pada dasarnya 'memperbolehkan' seorang pria beristri lebih dari satu (poligami). Islam 'memperbolehkan' seorang pria beristri hingga empat orang istri dengan syarat sang suami harus dapat berbuat 'adil' terhadap seluruh istrinya. Poligini dalam Islam baik dalam hukum maupun praktiknya, diterapkan secara bervariasi di tiap-tiap negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Di Indonesia sendiri terdapat hukum yang memperketat aturan poligini untuk pegawai negeri, dan sedang dalam wacana untuk diberlakukan kepada publik secara umum. Tunisia adalah contoh negara Arab dimana poligami tidak diperbolehkan.


POLIGAMI MENURUT GUE

Meskipun dalam agama yang gue anut, ISLAM memperbolehkan, menurut gue gak ada cewe yang bener-bener bisa ikhlas di POLIGAMI.
Readmore »

Minggu, 01 Mei 2011

Terimakasihsahabat




Timenline hari ini ditwitter pepatah, judulnya adalah terimakasihsahabat. Agak tergelitik waktu membaca semua postingannya yang indah nan lebay. Saya ingin ikut berpartisipasi, dan semoga bisa dijadikan referensi :

1. Terimakasihsahabat sudah membuat saya tenar di setiap status-status anda, sahabat gaul.
2. Kamu telah membuat saya seperti artis, terimakasihsahabat. Sahabat narsis
3. Kamulah mahatahu segalanya dan menjadi pendampingku dalam kebenaran, karena kamu selalu benar, Terimakasihsahabat. Sahabatnya Maha
4. Terimakasihsahabat karena kamu tidak pernah marah, saat saya marah dengan kamu. Sahabat sabar
5. Kamu punya segalanya, dan saya tidak punya apa-apa, Terimakasihsahabat sudah membuat saya menyadarinya. Sahabat minder
6. Saya ceritakan semua hal tentangku dengan kamu, dan kamu mengecek kebenarannya pada orang lain, terimakasihsahabat. Sahabat kepo


Oke sekian dulu deh postingan tentang terimakasihsahabat-nya. Udah kehabisan ide, btw terimakasihsahabat sudah membaca postingan saya yang ngawur inii.
Readmore »

Senin, 25 April 2011

Ba'asyir adalah kafir

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kafir. Hal itu dikatakan terdakwa kasus terorisme Rais al-Am Majelis Anshor At-Tauhid Abu Bakar Ba'asyir dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/4).

Menurut Ba'asyir, SBY pantas disebut kafir karena gagal menjalankan syariat Islam di Indonesia. "Itu sudah menjadi konsekuensi, jika seorang pemimpin di negara ini tidak menjalankan syariat Islam dengan benar. Sangat pantas jika saya mengatakan bahwa SBY itu seorang kafir," tegas Ba'asyir.

"Pemimpin manapun yang memimpin negara ini, tetapi tidak menjalankan hukum Islam dengan sebagaimana mestinya, maka hukuman yang layak diberikan kepada orang itu adalah hukum kafir," ungkap Ba'asyir.

Apalagi, lanjutnya, selama pemerintahan SBY, umat Islam selalu terpojokan dengan berbagai macam fitnah dan tuduhan. Karena itu, cara yang harus ditempuh seorang pemimpin adalah menjalankan hukum Islam secara benar.

Dalam konsep daulah Islamiyah yang dimaksud Ba'asyir, semua warga negara yang tidak melaksanakan hukum Islam secara benar maka itu kafir. "Itu sudah menjadi konsekuensi atas perbuatannya," ujarnya. (MI/**)


VIVAnews -- Terdakwa kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir menuding pemerintahan Indonesia dari presiden pertama hingga yang memerintah saat ini adalah kafir.

"Soekarno sampai SBY itu kafir karena nggak mau melakukan hukum Islam," kata Ba'asyir saat persidangan di PN Jakarta Selatan, Senin 25 April 2011. "Dia taghut karena Allah bilang dia taghut, itu ada di dalam Al Quran" tambah Ba'asyir.

Ba'asyir juga mengatakan dirinya setuju dengan adanya Negara Islam Indonesia. Karena, menurut dia NII itu wajib dalam ajaran agama Islam. "Kalau nggak itu namanya murtad" kata dia.

Namun, amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) tak setuju dengan perampokan bank CIMB di Medan. Kata dia bukan termasuk idad atau mengambil barang milik orang kafir. "Bukan idad itu perampokan itu ya murni perampokan" kata Ba'asyir.

Idad menurut dia, mengambil barang milik orang-orang kafir ketika orang kafir tersebut menyerah dalam sebuah peperangan dan digunakan untuk keperluan syariat. "Saya dengar kemarin waktu kesaksian, mereka merampok dan uangnya dipakai sendiri, ya itu merampok namanya bukan idad" kata Ba'asyir.

Meskipun Bank CIMB milik orang kafir, kata dia tapi merampok dengan cara seperti itu tidak dibenarkan.

Sebelumnya, Ba'asyir juga tak membenarkan aksi bom Serpong yang diduga diotaki Pepi Fernando. Menurut Ba'asyir, mengganggu orang beribadah pada Tuhan itu tak dibenarkan agama Islam.

"Jadi di dalam Islam, itu nggak benar itu," kata Ba'asyir. "Mungkin mereka beranggapan yang sedang beribadah itu kafir," kata Ba'asyir sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin, 25 April 2011.

Ba'asyir didakwa terlibat dalam jaringan terorisme di Indonesia. Dia diduga berperan sebagai donatur pelatihan militer di Aceh. Kejaksaan menuntut Ba"asyir pasal berlapis Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, Ba'asyir terancam hukuman mati.

Ba'asyir juga dituduh merencanakan dan menggerakkan orang lain untuk melakukan aksi teror, serta telah menggunakan senjata api, amunisi, atau bahan peledak secara ilegal. Menurut jaksa, semua itu dilakukan Ba'asyir sejak Februari 2009 hingga Maret 2010. (eh)


Dan berbagai komentar pun berhamburan, dari yang mendukung beliau sampai pada mengkafirkan beliau juga..
--> Kok tidak ada yang paham sih maksud Ustad Baasyir ini,maksudnya dari jaman soekarno sampe SBY si ustad yang antik ini KAFIR,karena dia sering mengkafirkan orang ... sampe-sampe gak sadar kalo dirinya KAFIR ....... gitu lho gaaann
--> Hukum menkafirkan seseorang itu harus di sandarkan kepada Al-Qur'an & Hadist ,kalo dasarya sudah jelas menurut Al Qur'an & Hadist kenapa tdk ? Bukan berarti kafir tdk bisa kembali muslim/islam ,kalo dia mau bertaubat nasuha(sebenar-benarnya taubat) Insya Allah akan di ampuni dgn syarat jangan melakukan kembali perbuatan itu. Wahai umat islam Indonesia mari kita bersatu untuk menegakkan negara republik indonesia,dengan berdasarkan syareat islam yg akan juga mengayomi umat non islam .
--> Yang Bikin Islam Terpojokan itu ANDA Ba'a Sir Kasus Bom anda lah yg Membuat Islam di Pojokan! NGERTI, PAHAM, JELAS.
--> man kafaro mu`minan fahuwa faqod kafir .BARANG SIAPA YANG MENGKAFIRKAN ORANG MUKMIN MAKA DIA SENDIRI YANG TELAH KAFIR,haram bagi umat islam mengkafirkan orang yang sudah jelas keimanannya,apakah baasyir lupa dengan RUKUN IMAN,RUKUN ISLAM..? apakah dia benar2 muslim?



Satu-satunya jalan untuk mengakhiri orang yang seperti ini adalah, adalah MATI..! Seandainya ini ada di zaman soeharto saya yakin , anda tidak akan hidup sampai didetik ini!
Readmore »

Jumat, 22 April 2011

Tahapan cinta



Tahapan dalam sebuah hubungan, who everybody called "LOVE"

A. Periode Kasmaran
Saat kamu kasmaran atau cinta pada seseorang, kamu akan merasakan gejala seperti berikut ini :
1. Keringat panas dingin, padahal kamu gak demam kan?
2. Wajah memerah, padahal kamu makan bakso aja nggak kepedesan kan?
3. Tertawa, padahal harusnya kamu sedih kan?
4. Perasaan berbunga-bunga, padahal kamu gak lagi menang lotre kan?
5. Jantung berdebar kencang, padahal kamu gak jantungan kan?


Nah, fenomena aneh tersebut di atas, bukan salahnya cuaca, salah makan, atau bahkan sakit jiwa., tapi salahnya si dia, yang tanpa sengaja mencuri hatimu.

Saat dia tersenyum, kamu pun tersipu. Sejuta kembang , sejuta warna, sejuta wangi, dan sejuta nada serta-merta mengisi hari-harimu. Tanpa peringatan dan tiba-tiba kamu pun telah jadi “gila”. Si”gila”, makan pakai gelas, minum pakai piring, baju dijadikan celana, celana kolor dijadikan topi. Kamu patutu dikasishi, tapi anehnyakamu tuh merasa paling bahagia sedunia. Apa mau dikata, inilah gejala lagi kasmaran.

B. Periode Pedekate
“Gila” tanpa penyaluran bakal bikin kamu jadi gila beneran. Obatnya Cuma satu, yang terbuat dari resep berikut :
1. Nama si dia, ?
2. Status si dia. Single, ganda, atau ganda campuran?
3. Dimana si dia tinggal?
4. Berapa nomor hp si dia?
5. Apa makanan kesukaan si dia?
6. Nenek si dia kalau dikasih coklat, kira-kira mau dukung nggak ya?
7. Setiap inbox yang masuk, berharap sms dari dia
8. Setiap kali baca status facebook dan twitternya, penasaran itu buat siapa
Kamu jadi sadar, kamu akan segera “sakit” jika tidak minum resep di atas.

C. Periode Jadian Atau di tolak
Baru seminngu plus satu hari berkenalan, serasa mendaki Mount Everest berbulan-bulan. Kamu merasa mengenal si dia melebihi siapa pun termasuk emak bapaknya sendiri. Tapi nasib kamu diujung jarum, antara dia menerima kamu sebagai pacar alias jadian atau posisimu tetap sebagai “pemain cadangan” alias ditolak.

Seperti film End Of the world – Kiamat telah tiba. Bumi diterjang meteor, hancur dan porak-poranda di seluruh penjuru dunia. Kamu harus Tanya dia, “apa kamu mau jadi pacarku?”, selagi si dia disisihmu, karena kamu sadar jika tidak sekarang, maka tidak ada lagi hari esok.

Kamu menyadari hidupmu “dipertaruhkan”, selagi menanti jawabanya. Akhirnya dia buak mulut dan menyatakan “iya”. Kamu lega bukan main, kamu telah selamat dari bencana meteor, yang meleset beberapa inci dari posisimu, tapi tetap menerjang temanmu yang ternyata tidak seberuntung dirimu. Dia hangus mengenaska, setelah seseorang yang ditembaknya menyatakan “tidak”. “kasihan dech temen loe..!”, tapi inilah kejamnya periode jadian atau ditolak.

D. Periode Pacaran
Seperti benih yang ditaburkan di lading. Babak cintamu, belum tuntas, tapi baru berawal di episode pacaran, dimana dalam periode ini, kamu dan dia akan berlatih menjadi sepasang “petani”.

Agar benih cinta yang kalian semai dapat tumbuh menjadi bibit dan diharapkan terus tumbuh sampai kuat dan dewasa, maka kalian harus rajin-rajin menyiam dengan kehangatan, merawat dan member pupuk kasih saying. Semua proses tidak mudah membalikkan telapak kaki, selalu ada saja tantangan yang mengancam kebersamaan kalian.

Jika kalian tak cukup mampu menjadi “petani” yang baik., maka pupuk tahi kebo yang biasanya rasa coklat akan terasa memuakkan dan menyakitkan. Sehingga benih cinta yang kalian tanam berakhir layu dan busuk di periode ini. Tetapi jika kalian terbukti bisa saling menjaga, mengisi dan memahami satu sama lain, maka kalian adalah sepasang “petani” yang berbakat. Untuk itu, kalian memang pantas menikmati tahi kebo rasa cokelat dan sepatutnya diacungin jempol untuk kekompakan kalian.

E. Periode Menikah
Salut...!!!salut buat kamu yang bisa sampai ke periode menikah. Karena menikah, dari zaman nenek moyang kita seorang pelaut sampai sekarang, merupakan sesuatu yang teramat sacral dan menandakan ikatan tertinggi dalam suatu hubungan percintaan.

Kalian yang menikah pantas disebut sebagai pria sejati dan wanita luar biasa. Sungguh kombinasa pasangan yang luar biasa. Sungguh kombinasi pasangan yang mengagumkan dan layak diacungi dua jempol, karena sedikit dari jutaanm, tentunya, yang bisa melewati periode-periode sebelumnya untuk sampai pada periode menikah ini.

F. Periode live happiy ever after atau divorce disaster
Hmmmmmm.....sayangnya kita tidak hidup dalam cerita dongeng, yang selalu berkahir live happiy ever after. Kenyataan yang ada jauh lebih pahit dari kopi basi. Sudah pahit, basi pula..!!!

Biarpun kalian sudah bersusah payah membesarkan benih hingga dewasa dan melewati berbagai periode cinta, yang namanya badai dan ancaman tak akan pernah cuti dari usaha mengacaukan bahtera rumah tangga kalian. Sekalipun kalian telah menuai hasil dari benih kalian, baik anak, cucu, cicit, maupun cuit.

Begitu kalian sudah menyatu, sehingga perbedaan sudah bukan lagi isu utama. Maka kehidupan percintaan akan berakhir dengan live happily ever after serta layak untuk diacungi jempol kaki dan jempol tangan sekaligus. Tapi bagi kalian yang tak kunjung bisa meredamkan konflik dalam rumah tangga, dan akhirnya terjadilah divorce disaster, maka dengan berat hati kita semua acungi dua kelingking untuk keputusan tersebut.

Kabar baiknya, bagi yang belum menikah atau siap-siap menikah. Berdasarkan tebk-tebakan, ternyata jauh lebih sedikit pernikahan yang berakhir dengan perceraian dibandingkan mereka yang live happily ever after. Kalau nggak percaya, coba aja Tanya kiri-kanan tetanggamu, “banyakan mana, cerai atau tak cerai?”.

Ok!!, itulah enam periode cinta. Jika disesuaikan dengan kehidupan cinta masing-masing, dapat membentuk siklus berikut :
- Partail, baru di periode-periode awal tapi sudah harus berakhir dan harus ulang lagi dari nol.
- Full Stop, setelah enam periode terus berakhir dengan divorce disaster, dan mengulang lagi dari nol.
- Jumping, atau lompat dari satu periode lain.
Readmore »

Minggu, 17 April 2011

SELUK BELUK AGAMA BUDHA

--Sang Budha dalam Al-Qur'an--

Tidak ada kata-kata “Buddha” dalam Al Quran, namun para sejarawan dan peneliti mengaitkan beberapa ayat Al-Quran dengan Sang Buddha.

Demi (pohon) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
(Quran Surat at-Tin (95) : 1)

Buah Zaitun melambangkan Yerusalem, Yesus dan Kristianitas. Bukit Sinai melambangkan Musa dan Yudaisme. Kota Mekah menyimbolkan Islam dan Muhammad. Lantas pohon Tin (fig) melambangkan apa?

Tin = fig = Pohon Bodhi.

Pohon Bodhi adalah tempat Sang Buddha mencapai Penerangan Sempurna.

Ada penafsir-penafsir zaman sekarang sebagaimana disebutkan oleh al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahwa sumpah Allah dengan buah tin yang dimaksud ialah pohon Bodhi. Prof. Hamidullah juga mengatakan bahwa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Quran ini merepresentasikan Sang Buddha, sehingga menunjukkan bahwa Sang Buddha diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.

Hamid Abdul Qadir, sejarawan abad 20 mengatakan dalam bukunya :
“Buddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya” (Arabic: Budha al-Akbar Hayatoh wa Falsaftoh), bahwa Sang Buddha adalah nabi Dhul Kifl, yang berarti “ia yang berasal dari Kifl”. Nabi Dhul Kifl disebutkan 2 kali dalam Quran:

Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.
QS. al-Anbiya (21) : 85

Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik
QS. Shad (38) : 48
“Kifl” adalah terjemahan Arab dari Kapilavastu, tempat kelahiran Sang Bodhisattva.

Mawlana Abul Azad, teolog Muslim abad 20 juga menekankan bahwa Dhul Kifl dalam Al Quran bisa saja adalah Buddha.

Pandangan para tokoh Muslim pada Sang Buddha dan Teks-teks Buddhis di Dunia Muslim

Sejarawan Muslim yang terkenal, Abu Rayhan Al-Biruni (973–1048) yang pergi ke India dan menetap di sana selama 13 tahun untuk mengenal bangsa India dan mempelajari teks-teks Sansekerta mendefinisikan Sang Buddha sebagai seorang nabi. Pada waktu dinasti Ghaznavid, sejarawan Persia Al Biruni menemani Mahmud dari Ghazni pada abad 11 M di mana Mahmud menyerang India. Dalam buku Sejarah India (Kitab al-Hind) yang ditulisnya, Al Biruni memuji Sang Buddha dan ajarannya. Al Biruni juga menulis sebuah teks yang berkisah tentang ukiran Buddha di Bamiyan.

Ibn al-Nadim (995 M), penulis kitab Al-Fihrist, berkata:
Orang-orang ini (Buddhis di Khurasan) adalah yang paling dermawan di antara seluruh penghuni bumi dan semua kaum agama. Ini dikarenakan nabi mereka, Budhasaf (Bodhisattva) telah mengajarkan pada mereka bahwa dosa yang terbesar, di mana tidak diperbolehkan untuk berpikir atau melakukan, adalah perkataan “tidak”. Maka dari itu mereka bertindak sesuai anjuran-Nya dan mereka menmganggap perkataan “tidak” sebagai tindakan Satan. Inti ajaran agama mereka (Buddha) adalah untuk membasmi Satan.

Sejarawan Muslim bernama Abu Ja`far Muhammad ibn Jarir al-Tabari (839-923 M), menyebutkan bahwa rupang-rupang Buddha dibawa dari Kabul, Afghanistan ke Baghdad pada abad ke-9 M. Juga dilaporkan bahwa rupang-rupang Buddha dijual di sebuah vihara Buddhis dekat masjid Makh di pasar kota Bukhara (Uzbekistan).

Pada abad ke-9 M, seorang dari Baghdad menterjemahkan kisah Sang Buddha ke dalam bahasa Arab yaitu dalam Kitab al Budasaf wa Balawhar yaitu “Buku Bodhisattva dan (gurunya) Balawhar” yang ditulis Aban Al-Lahiki (750-815 M) di Baghdad. Teks ini kemudian diterjemahkan lagi dalam bahasa Yunani dan Georgia, terkena pengaruh Kristiani dan akhirnya menjadi Kisah St. Barlaam dan Josaphat.

Catatan sejarah Muslim tentang agama Buddha dapat ditemukan di Kitab al-Milal wa Nihal yang berarti “The Book of Confessions and Creeds” yang ditulis oleh Muhammad al-Shahrastani (1076–1153 M) di Baghdad pada masa Dinasti Seljuk. Kitab sejarah yang ditulis oleh Al-Shahrastani tersebut adalah kitab yang paling akurat dalam dunia pendidikan Muslim ketika menjelaskan agama Buddha di India. Al-Shahrastani menjelaskan agama Buddha sebagai agama “pencarian kebenaran dengan kesabaran, memberi dan ketidakmelekatan” yang “dekat dengan ajaran Sufi (mistisisme Islam)”

Al-Shahrastani memperbandingkan Sang Buddha dengan Al Khidr (Eliyah), tokoh dalam Al-Quran, sebagai dua orang yang sama-sama mencari pencerahan. Al-Shahrastani juga memperbadningkan Buddha dengan Bodhisattva (Budhasf). Ia memberikan catatan yang mendeskripsikan penampilan dari para Buddhis (asahb al bidada) di India dan memberikan perhatian yang lebih tentang agama Buddah di India beserta ajaran-ajarannya.

Di dalam dunia Arab, juga muncul kitab riwayat Buddha yang bernama Kitab Al-Budd. Kitab Al-Budd ini didasarkan atas kitab Jatakamala dan Buddhacarita.

Pada abad ke-8 M, Caliph al-Mahdi, dan Caliph al-Rashid mengundang para pelajar Buddhis dari India dan Nava Vihara di Balkh ke “Rumah pengetahuan” (Bayt al-Hikmat) di Baghdad. Ia memerinathkan para pelajar Buddhis untuk membantu penerjemahan teks-tkes pengobatan dan astronomi dari Sansakerta ke bahasa Arab. Ibn al-Nadim pada abad ke 10 M, Buku Katalog (Kitab al-Fihrist), juga memberikan daftar teks-teks Buddhis yang diterjemahkan dan ditulis dalam bahasa Arab pada masa itu, seperti Kitab Al-Budd (Buku Sang Buddha).

Keluarga Barmakid mempunyai pengaruh di istana Abbasid sampai pada pemerintahan Caliph Abbasid yang keempat, Harun al-Rashid (r. 786-809 M) dan perdana menterinya yaitu Yahya ibn Barmak adalah cucu Muslim dari salah satu kepala administrator Buddhis dari Nava Vihara di Balkh, Afghanistan. Yahya mengundang para pelajar Buddhis, terutama dari Kashmir untuk datang ke “Rumah pengetahuan” di Baghdad. Tidak ada kitab-kitab ajaran Buddha yang diterjemahkan dari Sansekerta ke bahasa Arab. Namun lebih fokus terhadap penterjemahan teks-teks pengobatan Buddhis seperti Siddhasara yang ditulis Ravigupta.

Penulis Umayyad Arab yang bernama Umar ibn al-Azraq al-Kermani tertarik untuk menjelaskan agama Buddha pada penonton Islam. Pada permulaan abad ke-8 M, ia menulis sebuah catatan yangs angat detail tentang Nava Vihara di Balkh, Afghanistan dan tradisi Buddhis di sana. Ia menjelaskan dengan memperlihatkan kesamaannya dengan agama Islam. Maka dari itu ia mendeskripsikan vihara tersebut sebagai sebuah tempat yang di tengahnya terdapat kotak batu (stupa) yang ditutupi kain dan para umat bersujud dan bernamaskara, mirip seperti Kabah di Mekah. Tulisan-tulisan Al-Kermani tersimpan dalan karya abad 10 M yaitu dalam “Buku Lahan” (Kitab al-Buldan) yang ditulis oleh Ibn al-Faqih al-Hamadhani.

Al-Ihranshahri (abad 9 -10 M) memberikan detail kosmologi Buddhis namun hilang dan beberapa digunakan oleh Al-Biruni. Penulis Kitab al-bad wa-‘l-ta’ rich yang ditulis pada tahun 966 M mendeskripsikan tentang ajaran Buddha tentang kelahiran kembali.

Ibn al Nadim menyebut Budhasf (Bodhisattva) sebagai nabi darti Sumaniyya (Sramana) yang berarti para bhiksu Buddhis. Sujmaniyya ini dijelaskan oleh kaum Muslim sebagai masyarakat agama yang tinggal di Timur sebelum kedatangan agama-agama yang diwahyukan, yang berarti di Negara Iran sebelum kemunculan Zarathustra, India dan Tiongkok. Agama Buddha sebagai Sumaniyya dijelaskan oleh umat Muslim pada saat itu sebagai agama penyembah berhala dan penganut paham kekekalan, kosmologi particular dan tumimbal lahir (tanasukh al-arwah). Agama Sumaniyya juga dideskripsikan sebagai agama yang skeptis, menolak argument (nazar) dan pemikiran logis (isitidlal). Klaim ini sungguh aneh, karena agama Buddha tidak menolak argument sama sekali, bahkan dalam agama Buddha ditekankan pemikiran yang logis.

Catatan Kamalashri tentang agama Buddha, ada di bagian akhir Jami al-Tawarikh atau Sejarah Dunia dari Rashid al-Din (1247 - 1318), yang mendeskripsikan secara menyeluruh, dan karya tulis ini ditulis oleh seorang Buddhis dengan menunjukkan banyak aspek-aspek legendaris.

***
--Ajaran Budha--

Sejak roda Dharma diputar untuk pertama kalinya di Taman Isipattana dekat Benares oleh Sang Buddha kira-kira 2500 tahun yang lalu hingga sekarang ajaran mulia tersebut masih relevan dengan kehidupan umat manusia modren. Dalam beberapa agama yang lain, barangkali terdapat bagian-bagian yang tidak relevan dan tidak dapat di terima oleh logika dan perkembangan IPTEK, sehingga perlu diadakan perubahan-perubahan atau penghilangan beberapa bagian ajaran yang dianggap sudah tidak sesuai dengan perikehidupan modren saat ini. Tetapi hal seperti ini tidak terjadi di dalam ajaran Sang Buddha, karena pada dasarnya Dhamma Sang Buddha didasarkan pada kesunyataan yang dapat dibuktikan secara logis dan bahkan juga secara ilmiah.



Hal ini juga diakui oleh kalangan ilmuwan, contohnya adalah Albert Enstein yang mengatakan bahwa Buddhisme adalah agama yang tidak bersifat Dogmatis, tetapi berdasarkan pengalaman natural dan spiritual.



Albert Einstein mengatakan:

"Agama di masa yang akan datang merupakan agama yang kosmik. Agama tersebut akan melampaui konsep Tuhan yang tunggal dan menghindari Dogma dan teologi. Meliputi baik alam (Natural) maupun spiritual, agama tersebut akan di dasarkan pada rasa religius yang timbul dari pengalaman semua hal, baik secara natural maupun spiritual dan dalam kesatuan yang penuh arti. Buddhisme mampu menjawab deskripsi ini. Jika ada agama yang mampu memenuhi kebutuhan ilmiah ini adalah Buddhisme".



Ajaran Sang Buddha memang sangat unik, karena tidak bersifat dogmatis. Hal ini terlihat dari kata-kata Sang Buddha : Ehipasiko, Yang artinya datang dan lihatlah. Di sini dimaksudkan agar kita melihat, mengetahui dan memahami ajaran Sang Buddha sebelum meyakininya. Kita bisa melihat, mengetahui dan memahami hal tersebut. Sang Buddha tidak menginginkan kita untuk mempercayai ajaran-Nya, Karena jika kita mempercayai sesuatu, yang kita belum pernah melihatnya, maka suatu ketika bias muncul keragu-raguan. Dan Sang Buddha mengatakan bahwa keragu-raguan (Vicchikiccha) adalah merupakan salah satu rintangan batin (Nivarana) yang menghambat kemajuan batin seseorang. Jadi tidak seperti ajaran agama lain pada umumnya, yang menuntut kepercayaan dari para pengikutnya tanpa dapat dan boleh bertanya-tanya, maka sebaliknya Sang Buddha bahkan menyuruh kita untuk dapat berpikir menentukan mana yang baik (dapat membawa kebahagian) dan mana yang tidak baik (tidak membawa kebahagiaan).



Jangan bertindak berdasarkan wahyu atau tradisi, jangan bertindak berdasarkan omongan, atau berdasarkan kitab-kitab suci, jangan bertindak berdasarkan kabar burung atau hanya berdasarkan logika, jangan bertindak berdasarkan pemihakan terhadap suatu dugaan atau terhadap penampakan kemampuan seseorang dan jangan bertindak berdasarkan pemikiran’Ia adalah guruku’. Tetapi jika kamu sendiri mengetahui bahwa sesuatu hal tersebut adalah bagus, bahwa hal itu tidak salah, bahwa hal itu dipuji oleh orang bijaksana dan jika di laksanakan dan dihayati membawa kebahagiaan, maka ikutilah hal itu. (Al188)



Ven.K.Sri Dhammananda dan Ven.Sri Dhammika juga mengatakan bahwa Buddhisme adalah terbuka untuk siapa saja. Tidak ada doktrin rahasia. Semua kejadian-kejadian dalam kehidupan ini tidak ada yang tersembunyi atau berbau mistik dan tidak dapat dijelaskan. Jadi sebenarnya mukjijat itu tidak ada. Apa yang dianggap sebagai mukjijat itu hanyalah karena kemampuan dan pengetahuan manusia yang masih sangat terbatas. Jika manusia mampu meningkatkan pengetahuannya melalui peningkatan kebijaksanaan, maka ia akan mengerti sebab musabab terjadinya semua mukjijat, sehingga ide tentang mukjijat haruslah dihapuskan. Contohnya : Berjalan di atas air, Dibbasota (telinga sakti), dibbacakkhu (mata sakti), mengubah-ubah bentuk jasmani, menghilang, terbang dan lain-lain, semuanya bukanlah mukjijat. Itu hanyalah kekuatan batin (Abihinna) yang dimiliki oleh seseorang yang telah mencapai tingkat meditasi Samatha Bhavana yang tinggi.



Buddhisme juga tidak mengenal teori penciptaan dunia dan kepercayaan bahwa semua penderitaan maupun kegembiraan yang dialami manusia adalah berasal dari Tuhan. Jika manusia mengalami penderitaan, maka dikatakan bahwa Tuhan sedang memberikan cobaan. Tetapi jika manusia mengalami kegembiraan, maka dikatakan Tuhan memberikan berkah kepadanya. Pendapat seperti ini jelas sangat meragukan dan bias menimbulkan tanda Tanya yang besar. Jika Tuhan, sebagai Zat yang Maha Kuasa dan Maha Adil, mengatur nasib manusia, juga Tuhan itu sangat mencintai manusia, mengapa Tuhan harus memberikan penderitaan yang hebat terhadap sebagian manusia dan sebaliknya memberikan kegembiraan dan rejeki yang berlimpah pada manusia lainnya? Padahal banyak diantara orang-orang yang mengalami penderitaan tersebut adalah orang-orang yang saleh, dan sebagian orang-orang yang hidup dalam kemewahan adalah orang yang tamak dan miskin cinta kasih. Konsep tentang Tuhan sebagai sentral yang mengatur kehidupan manusia yang jelas bias menimbulkan rasa tidak puas manusia yang selalu hidup dalam penderitaan, sebaliknya menimbulkan kepongahan bagi manusia yang hidupnya selalu dalam kemudahan-kemudahan karena merasa Tuhan mencintainya lebih dari orang lain. Lagipula, mengapa Tuhan sebagai Zat yang Maha Kuasa dan Maha Tahu harus menurunkan berbagai macam agama yang saling bertentangan, yang akhirnya sering kali menimbulkan peperangan dan pertumpahan darah Semua pernyataan ini tidak akan terjawab melalui logika. Sebaliknya Buddhisme mengajarkan epada kita bahwa kebahagiaan dan penderitaan adalah hasil dari perbuatan kita sendiri. Itu adalah buah dari karma yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan. Hal ini dengan jelas dikatakan oleh Sang Buddha, bahwa hanya diri kita sendirilah yang dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Manusia tidak bisa mengharapkan pertolongan dari orang lain untuk menyelamatkan dan menyucikan dirinya. Juru selamat bagi dirinya sendiri tak lain tak bukan adalah diri kita sendiri pula. Sang Buddha hanyalah sebagai Guru penunjuk jalan. Bagaimanakah manusia dapat menyelamatkan dirinya sendiri? Dengan selalu melaksanakan ajaran Sang Buddha, yaitu : jangan berbuat jahat; perbanyaklah kebajikan; sucikan hati dan pikiran.



Konsep Buddhisme yang mengandalkan diri sendiri sebagai juru selamat bagi diri sendiri, secara logika dan ilmiah dapat dibuktikan. Hal ini bukannya berarti Buddhisme tidak mengenal Tuhan. Sebenarnya dalam Buddhisme juga mengenal adanya "Sesuatu yang mutlak, yang tidak dilahirkan, tidak dijadikan, tidak berbentuk dan tidak terbatas, sebagai tempat pelarian bagi apa yang dilahirkan, dijadikan, berbentuk dan terbatas" (UD 80). Konsep sesuatu yang adi inilah yang diakui dalam Buddhisme sebagai Tuhan yang Maha Esa dan hal ini tampak dari penghormatan kita terhadap Sanghyang Adi Buddha, yang artinya : Kesempurnaan Yang Paling Tinggi Dan Mulia.



Ditinjau dari sudut ilmiah, sebenarnya ajaran Sang Buddha, walaupun tidak seluruhnya dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi dalam banyak hal ajaran Beliau dapat dikatakan bersifat ilmiah, sebab dapat dibuktikan atau ditelusuri kebenarannya. Contoh ajaran Sang Buddha yang dapat dibuktikan secara nyata dengan fakta-fakta yang ada adalah tentang Empat Kebenaran Mulia, PaticcaSamuppada, hukum karma dan Tilakkhana. Bahkan teori tentang evolusi dunia dalam Aganna Sutta (dalam Sutta Pitaka Digha Nikaya) dan tentang adanya banyak tata surya lain di alam semesta ini telah dikemukakan oleh Sang Buddha dalam Ananda Sutta (dalam Anguttara Nikaya) dan dalam Maha Prajnaparamita Sutra, hampir 25 abad sebelum munculnya teori evolusi modren. Hal ini menunjukkan bahwa memang Sang Buddha benar-benar telah mencapai pengetahuan sempurna yang tiada bandingnya, sebagai manusia paling bijaksana yang pernah terlahir di dunia.



Dalam perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini, banyak timbul pertentangan (dalam agama/ajaran lain) mengenai apakah suatu perkembangan ilmu pengetahuan tertentu sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak, apakah diridhoi/direstui oleh Tuhan atau tidak. Sebenarnya masalah ini agak mengherankan jika dikaitkan dengan Tuhan, karena jika Tuhan tidak menyetujui, sebagai kekuatan supranatural yang luar biasa (Maha Kuasa) Tuhan pasti bisa menggagalkan usaha-usaha tersebut. Sehingga perkembangan teknologi yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya tidak akan pernah bisa terwujud. Misalnya mengenai bayi tabung, Inseminasi buatan, operasi ganti kelamin, perkembangan teknologi senjata-senjata canggih seperti rudal, bom hydrogen dan lain-lain.



Sebagai umat Buddhis, kita tidak pernah mempersoalkan hal-hal tersebut dari sudut pandang apakah sesuai kehendak Tuhan atau tidak, karena kita sadar dan mengetahui dengan pasti bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah akibat dari keadaan yang saling bergantungan (Sankhara) : ‘Dengan adanya ini maka muncullah itu, dan dengan lenyapnya ini maka lenyaplah itu’. Disamping itu manusia mempunyai kemampuan berpikir yang sangat luar biasa jika dapat dikembangkan sebaik-baiknya. Jadi jelas tidak mustahil bagi manusia untuk bisa mengembangkan apapun juga dan hal ini seluruhnya tergantung pada diri manusia sendiri. Hanya saja Sang Buddha dengan jelas mengatakan jika manusia berbuat dengan pikiran jahat, maka pederitaan akan mengikutinya seperti roda pedati yang mengikuti jejak kaki lembu yang menariknya. Sebaliknya, jika manusia berbuat dengan pikiran yang baik, maka kebahagiaan akan mengikutinya seperti bayang-bayang yang tidak pernah lepas dari badannya. Jadi jelas jika manusia berbuat berdasarkan kehendak (Cetana) yang tidak baik maka ia telah membuat karma baru yang buruk (Akusala karma) dan sebagai akibatnya ia akan menerima penderitaan jika karma buruknya berbuah. Demikian pula sebaliknya.



Jadi sebenarnya dalam pandangan Buddhis, tidak ada pembatasan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, sejauh ilmu pengetahuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Seperti misalnya penemuan serum-serum dan vaksin-vaksin untuk berbagai macam penyakit, bayi tabung dan inseminasi buatan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mampu mempunyai keturunan secara alami, operasi ganti kelamin untuk menolong orang-orang yang mempunyai kelainan seksual sehingga tidak merasa rendah diri, pengembangan teknologi satelit dan ruang angkasa dan sebagainya. Tampak bahwa beberapa perkembangan IPTEK yang kadang-kadang menjadi perdebatan di kalangan agama lain, seperti misalnya program bayi tabung dan operasi ganti kelamin, didalam Buddhisme tidak menjadi masalah. Karena otak (daya pikir) manusia memang luar biasa dan jelas program tersebut bertujuan untuk menolong sesama manusia. Jadi manusia sebagai Sang pencipta haruslah selalu mawas diri dan mengembangkan cinta kasihnya demi kebahagiaan sesama. Janganlah manusia justru menuruti nafsu keinginan rendah, keserakahan dan kebencian yang menginginkan orang lain menderita. Dari konsep ini jelas bahwa Buddhisme tidak akan pernah menghambat kemajuan perkembangan IPTEK, tetapi seharusnya manusia mengembangakan cinta kasih terhadap sesama dengan tidak menciptakan teknologi yang bersifat destruktif tetapi yang bersifat konstruktif.



Dari penjelasan ini dapat disimpulkan 3 hal sebagai berikut :

1. Buddhisme adalah ajaran yang bersifat logis, tidak bersifat dogmatis. Buddhisme mengajarkan manusia untuk datang dan melihat kebenaran ajaran tersebut, dan bukannya untuk datang dan percaya,agar timbul keyakinan bagi para pengikutnya, sesuai dengan kata-kata Sang Buddha Ehipassiko. Karena jika kita tidak datang dan melihat sendiri kebenaran suatu ajaran, maka keyakinan tidak akan pernah mantap, akibatnya akan muncul keragu-raguan. Dan keragu-raguan adalah merupakan salah satu rintangan batin (Nivarana) bagi perkembangan kesempurnaan batin kita. Prinsip Ehipassiko ini sesuai dengan metode dan semangat ilmiah yang mengutamakan penalaran dengan kemampuan dan kebijaksanaan sendiri.
2. Buddhisme dapat dikatakan sebagai agama (religi) yang ilmiah. Jadi disini mencakup unsur spiritual dan logika. Ajaran Sang Buddha tentang 4 Kesunyataan Mulia, Paticcasamuppada, Tilakkhana, Hukum karma semuanya secara ilmiah dapat dibuktikan (dengan pembuktian secara riil/ berdasarkan fakta).
3. Karena dalam Buddhisme tidak mengajarkan adanya kekuatan supranatural yang luar biasa yang mengatur jalan hidup manusia, tetapi jalan hidup manusia ditentukan oleh manusia itu sendiri, maka Buddhisme tidak pernah menentang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya saja perkembangan IPTEK seharusnya dilandasi oleh rasa cinta kasih (metta) yang bertujuan untuk membahagiakan sesama, bukannya dilandasi oleh keserakahan dan kebencian sehingga mengakibatkan penderitaan.

_****_

TUHAN YANG MAHA ESA DALAM BUDHA

Setiap agama bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa, terlepas dari pengertian dan makna yang diberikan oleh tiap-tiap agama terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Demikian pula agama Buddha bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap pemeluk agama yang sadar, percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu tidaklah sama dengan umpamanya : percaya adanya suatu telaga di suatu puncak gunung yang tinggi. Percaya tentang adanya suatu telaga di puncak gunung tidak berpengaruh pada sikap hidup dan perilaku seseorang sehari-hari. Tetapi sebaliknya, percaya tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa berakibat penyerahan diri (attâsanniyyatana) kepada-Nya. Penyerahan diri itu berakibat pula dalam perbuatan, dan perbuatan itu adalah amal ibadah (puñña). dan itulah yang disebut beragama. Corak perbuatan itu adalah kesadaran, dilakukan dengan sadar, bukan kebiasaan, bukan adat istiadat, bukan pula tradisi. Perbuatan beragama memberikan pengalaman yang mengintegrasikan hidupnya. Demikianlah maka hidupnya mempunyai tujuan, dan oleh sebab itu menjadi bermakna. Sering kita lihat orang berkecukupan dalam materi, berpangkat dan berkuasa, tetapi mereka itu tidak adanya tujuan. Tujuan itu terdapat dalam setiap agama.

Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dicapai bukan melalui proses evolusi atau penalaran, melainkan melalui Bodhi (Penerangan Sempurna). Sejak mulai disampaikannya Dhamma oleh Sang Buddha Gotama, dalam agama Buddha telah terdapat Ketuhanan Yang Maha Esa, yang memungkinkan kita bebas dari samsara (lingkungan tumimbal lahir), yang merupakan tempat perlindungan sampai tercapainya Pembebasan Mutlak (nibbâna), yang menyatukan semua insan, yang menjadi tujuan terakhir.

Barangkali tidak berlebihan bila dikatakan bahwa sementara orang akan heran dan tercengang mendengar bahwa Sang Buddha mengajarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, bahkan sejak kotbah-Nya yang pertama. Keheranan itu disebabkan karena banyaknya tulisan di Indonesia yang menyatakan bahwa agama Buddha tidak ber-Tuhan, bahkan menyangkal adanya Tuhan. Anggapan demikian sebenarnya adalah suatu kesalahan semantik, salah paham bahasa, karena orang secara bebas menterjemahkan istilah-istilah dari literatur Barat ke dalam bahasa Indonesia, seperti misalnya: 'god' dengan 'Tuhan', 'theisme' dengan 'percaya Tuhan'.

Kalau kita perhatikan ajaran agama-agama yang berbeda-beda tentang Tuhan Yang Maha Esa, dan bila kita bandingkan berbagai-bagai pengertian itu sering nampak seolah-olah ada yang bertentangan, akan tetapi terdapat pula persamaan di antara perbedaan-perbedaan itu, antara lain bahwa Tuhan adalah Yang Mutlak, Yang Tertinggi, Yang Maha Suci, dan akhir tujuan semua mahluk.

Hampir pada semua agama terdapat anthropomorphisme (memahami Yang Mutlak/Tuhan dengan ukuran bentuk manusia) dan anthropopathisme (memahami Yang Mutlak dalam ukuran perasaan manusia). Dalam hal ini karena agama Buddha memandang Yang Mutlak dalam aspek nafi (meniadakan segala sesuatu yang dapat dipikirkan), maka kecenderungan jatuh ke dalam anthropomorphisme dan anthropopathisme tersebut tidak terdapat dalam agama Buddha.

Yang Mutlak (Tuhan) dalam agama Buddha tidaklah dipandang sebagai sesuatu pribadi (punggala adhitthâna), yang kepada-Nya umat Buddha memanjatkan doa dan menggantungkan hidupnya. Agama Buddha mengajarkan bahwa nasib, penderitaan dan keberuntungan manusia adalah hasil dari perbuatannya sendiri di masa lampau, sesuai dengan hukum kamma yang merupakan satu aspek Dhamma.

Sebelum perkataan 'Tuhan" diperkenalkan kepada rakyat Indonesia, rakyat Indonesia telah ber-Tuhan, akan tetapi tidak disebut dengan perkataan 'Tuhan'. Di Jawa dikenal perkataan 'Pangeran'. Perkataan 'Pangeran' itu mempunyai akar kata 'her', 'tempat diam untuk menghadap orang tua'; kata kerjanya 'angher', 'tinggal pada suatu tempat untuk mengabdi'; maka perkataan 'Pangeran' berarti 'yang diikuti, yang diabdi'. Dalam hal ini tidak ada unsur memohon, meminta sesuatu, mengaharapkan sesuatu dari 'Pangeran', akan tetapi karena mengabdi dan mengikuti, maka pasti akan diperoleh berkah atau buah (pahala).

Tuhan atau Pangeran dalan bahasa Jawa sering digambarkan sebagai : "gesang tanpa roh; kuwaos tanpa piranti; tan wiwitan datan wekasan; tan kena kinaya ngapa; ora jaman ora makam; ora arah ora enggon; adoh tanpa wangenan; cedak tanpa gepokan (senggolan); ora njaba ora njero; lembut tan kena jinumput; gede tan kena kinira-kira", yang artinya :

"Hidup tanpa roh; kuasa tanpa alat; tanpa awal tanpa akhir; tak dapat diapa-siapakan; tak kenal jaman maupun perhentian; tak berarah tak bertempat; jauh tak terbatas; dekat tak tersentuh; tak di luar tak di dalam; halus tak terpungut; besar tak terhingga".

'Yang Mutlak' adalah istilah falsafah, bukan istilah yang biasa dipakai dalam kehidupan keagamaan. Dalam kehidupan keagamaan, 'Yang Mutlak' disebut dengan 'Tuhan Yang Maha Esa'.

Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Buddha kita dapatkan dari sabda-sabda Sang Buddha, seperti yang dituliskan dalam Kitab Udana :

"Atthi bhikkhave ajâtam abhûtam akatam asankhatam,no ce tam bhikkhave abhavisam ajâtam abhûtam akatam asankhatam, nayidha jâtassa bhûtassa katassa sankhatassa nissaranam paññâyatha. Yasmâ ca kho bhikkhave atthi ajâtam abhûtam akatam asankhatam, tasmâ jâtassa bhûtassa katassa sankhatassa nissaranam paññâyâ'ti:.

artinya :

"Para bhikkhu, ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Menjelma, Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Para bhikkhu, bila tak ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Menjelma, Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka tak ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Menjelma, Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu". (Udâna, VIII : 3)

Untuk memahami Yang Mutlak ini, seseorang harus mengembangkan pengertiannya, dari pengertian duniawi (lokiya) sampai memperoleh pengertian yang mengatasi duniawi (lokuttara), yang hanya dapat dicapai oleh insan yang sadar, yang telah membebaskan diri dari cengkeraman kamma dan kelahiran kembali. Pengertian ini tidak dapat dimiliki oleh manusia yang batinnya masih dicengkeram oleh keserakahan (lobha), kebencian (dosa), dan kegelapan batin (moha).

Dengan demikian, jelaslah bahwa agama Buddha benar-benar mengajarkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Yang Mutlak. Hal ini penting sebagai penegasan kepada mereka yang mengira bahwa Sang Buddha tidak mengajarkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan dengan sendirinya agama Buddha dianggap tidak berlandaskan pada Ketuhanan Yang Maha Esa.


_***_
Keyakina dalam agama BUDHA

Umat Buddha di seluruh dunia menyatakan ketaatan dan kesetiaan mereka kepada Buddha, Dhamma dan Sangha dengan kata-kata dalam suatu rumusan kuno yang sederhana, namun menyentuh hati, yang terkenal dengan nama Tisarana (Tiga Perlindungan). Rumusan itu berbunyi :

Buddham saranam gacchâmi - Aku berlindung kepada Buddha
Dhammam saranam gacchâmi - Aku berlindung kepada Dhamma
Sangham saranam gacchâmi - Aku berlindung kepada Sangha

Rumusan ini disabdakan oleh Sang Buddha sendiri (bukan oleh para siswaNya atau mahluk lain) pada suatu ketika di Taman Rusa Isipatana dekat Benares, pada enam puluh orang arahat siswa Beliau, ketika mereka akan berangkat menyebarkan Dhamma demi kesejahteraan dan kebahagiaan umat menusia. Sang Buddha bersabda : "Para bhikkhu, ia (yang akan ditahbiskan menjadi sâmanera dan bhikkhu) hendaklah: setelah mencukur kepala dan mengenakan jubah kuning . . . bersujud di kaki para bhikkhu, lalu duduk bertumpu lutut dan merangkapkan kedua tangan di depan dada, dan berkata: "Aku berlindung kepada Buddha", "Aku berlindung kepada Dhamma", "Aku berlindung kaprda Sangha" (Vinaya Pitaka I, 22).

Sang Buddha menetapkan rumusan tersebut bukan hanya bagi mereka yang akan ditahbiskan menjadi samanera dan bhikkhu, tetapi juga bagi umat awam. Setiap orang yang memeluk agama Buddha, baik ia seorang awam ataupun seorang bhikkhu, menyatakan keyakinannya dengan kata-kata rumusan Tisarana tersebut. Nampaklah betapa luhurnya kedudukan Buddha, Dhamma dan Sangha. Bagi umat Buddha 'berlindung kepada Tiratana' merupakan ungkapan keyakinan, sama seperti 'syahadat' bagi umat Islam dan 'credo' bagi umat Kristen.

Trisarana adalah ungkapan keyakinan (saddha) bagi umat Buddha. Saddha yang diungkapkan dengan kata 'berlindung' itu mempunyai tiga aspek :

1) Aspek kemauan : Seorang umat Buddha berlindung kepada Tiratana dengan penuh kesadaran, bukan sekedar sebagai kepercayaan teoritis, adat kebiasaan atau tradisi belaka. Tiratana akan benar-benar menjadi kenyataan bagi seseorang, apabila ia sungguh-sungguh berusaha mencapainya. Karena adanya unsur kemauan inilah, maka saddha dalam agama Buddha merupakan suatu tindakan yang aktif dan sadar yang ditujukan untuk mencapai Pembebasan, dan bukan suatu sikap yang pasif, 'menunggu berkah dari atas'.

2) Aspek Pengertian : ini mencakup pengertian akan perlunya perlindungan yang memberi harapan dan menjadi tujuan bagi semua mahluk dalam samsara ini, dan pengertian akan adanya hakekat dari perlindungan itu sendiri.

Adanya Tiratana sebagai Perlindungan telah diungkapkan sendiri oleh Sang Buddha. Tetapi hakekat Tiratana sebagai Perlindungan Terakhir hanya dapat dibuktikan oleh setiap orang dengan mencapainya dalam batinnya sendiri. Dalam diri seseorang, Perlindungan itu akan timbul dan tumbuh bersama dengan proses untuk mencapainya. " Dengan daya upaya, kesungguhan hati dan pengendalian diri, hendaklah orang yang bijaksana membuat untuk dirinya pulau yang tidak akan tenggelam oleh air bah" (Dhammapada, V : 25).

Buddha, sebagai perlindungan pertama, mengandung arti bahwa setiap orang mempunyai benih kebuddhaan dalam dirinya, bahwa setiap orang dapat mencapai apa yang telah dicapai oleh Sang Buddha. "Seperti sayalah para penakluk yang telah melenyapkan kekotoran batin" (Ariyapariyesanâ Sutta, Majjhima Nikâya). Sebagai perlindungan, Buddha bukanlah pribadi Petapa Gotama, melainkan para Buddha sebagai manifestasi daripada Bodhi (kebuddhaan) yang mengatasi keduniawian (lokuttara).

Dhamma, sebagai perlindungan kedua, bukan berarti kata-kata yang terkandung dalam kitab suci atau konsepsi ajaran yang terdapat dalam batin menusia biasa yang masih berada dalam alam keduniaan (lokiya, mundane), melainkan "Empat Tingkat Kesucian" beserta 'Nibbâna' yang dicapai pada akhir Jalan.

Sangha, sebagai perlindungan kedua, bukan berarti kumpulan para bhikkhu yang anggota-anggotanya masih belum bebas dari kekotoran batin (bhikkhu sangha), melainkan Pasamuan Para Suci yang telah mencapai Tingkat-Tingkat Kesucian (ariya-sangha). Mereka ini menjadi teladan yang patut dicontoh. Namun landasan sesungguhnya dari Perlindungan ini ialah kemampuan yang ada pada setiap orang untuk mencapai tingkat-tingkat kesucian itu.

Dari uraian di atas, jelaslah bahwa Buddha, Dhamma dan Sangha dalam aspeknya sebagai Perlindungan mempunyai sifat mengatasi keduniaan (supramundane, lokuttara). Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Buddha, Dhamma dan Sangha merupakan manifestasi daripada Yang Mutlak, Yang Esa, yang menjadi tujuan terakhir semua mahluk. Buddha, Dhamma dan Sangha sebagai Tiratana adalah bentuk kesucian tertinggi yang dapat ditangkap oleh pikiran manusia biasa, dan oleh karena itu diajarkan sebagai Perlindungan yang Tertinggi oleh sang Buddha. Buddha, Dhamma dan Sangha atau Tiratana adalah manifestasi, perwujudan, pengejawantahan dari Tuhan Yang Maha Esa dalam alam semesta ini, yang dipuja dan dianut oleh seluruh umat Buddha.

3) Aspek Perasaan (emosionil) : yang berlandaskan aspek pengertian di atas, dan mengandung unsur-unsur keyakinan, pengabdian dan cinta kasih. Pengertian akan adanya Perlindungan memberikan kayakinan yang kokoh dalam diri sendiri, serta menghasilkan ketenangan dan kekuatan. Pengertian akan perlunya Perlindungan mendorong pengabdian yang mendalam kepada-Nya; dan pengertian akan hakekat Perlindungan memenuhi batin dengan cinta kasih kepada Yang Maha Tinggi, yang memberikan semangat, kehangatan dan kegembiraan.

Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa 'berlindung' dalam agama Buddha berarti : "Suatu tindakan yang sadar, yang bertujuan untuk mencapai Pembebasan yang berlandaskan pengertian dan didorong oleh keyakinan". Atau secara singkat : "Suatu tindakan sadar daripada keyakinan, pengertian dan pengabdian".

Ketiga aspek daripada 'berlindung' ini sesuai dengan aspek kemauan, aspek rasionil dan aspek emosionil dari batin manusia. Oleh karena itu untuk mendapatkan perkembangan batin yang harmonis, ketiga aspek ini harus dipupuk bersama-sama.

Berlindung kepada Tiratana sebagai pengucapan kata-kata belaka tanpa dihayati, berarti kemerosotan dari suatu kebiasaan kuno yang mulia. Perbuatan demikian melenyapkan makna dan manfaat dari Perlindungan. Berlindung kepada Tiratana seharusnya merupakan ungkapan dari suatu dorongan batin yang sungguh-sungguh, seperti seseorang yang apabila melihat suatu bahaya besar akan bergegas mencari perlindungan. Orang yang melihat rumahnya terbakar, tidak akan memperoleh keselamatan hanya dengan memuja keamanan dan kebebasan tanpa bertindak untuk mencapainya. Tindakan pertama kearah keselamatan dan kebebasan ialah dengan 'berlindung' secara benar, yaitu suatu tindakan sadar daripada keyakinan, pengertian dan pengabdian.
Readmore »

Jumat, 15 April 2011

SIndrom anak kesayangan




Setiap orangtua pasti memiliki satu anak yang lebih dicintai, diperhatikan atau dimanja dibandingkan anak yang lain, meski jarang ada orangtua yang mengakuinya.

Mempunyai anak kesayangan sebaiknya jangan terlalu mencolok agar tidak merusak psikologi anak yang lainnya. Karena hal ini bisa berdampak buruk seumur hidup pada anak yang bukan jadi anak kesayangan.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Netmums, salah satu situs paling populer di Inggris, menunjukkan bahwa 1 dari setiap 6 ibu punya anak kesayangan dalam keluarga. Dalam studi ini, lebih dari 1.000 wanita yang disurvei dan 16 persen mengakui bahwa mereka memiliki anak kesayangan.

Survei yang dilakukan sebelumnya oleh peneliti dari University of Manchester’s Faculty of Life Sciences juga menunjukkan bahwa setiap orangtua sebenarnya memiliki anak favorit atau anak kesayangan dalam keluarga. Hasil temuan tersebut bahkan sudah pernah dipublikasikan dalam jurnal Ecology pada tahun 2007.

"Ada pilih kasih dalam setiap keluarga dan hal ini akan memiliki dampak seumur hidup bagi setiap orang," jelas Dr Ellen Weber Libby, psikolog anak di Washington DC, seperti dilansir Dailyrecord, Senin (14/3/2011).

Beberapa orang berpendapat bahwa memperlakukan anak dengan pilih kasih adalah kejam. Dalam bukunya The Favourite Child, Dr Libby juga menjelaskan memiliki anak kesayangan akan menjadi kejam bila orangtua memperlakukan anak kesayangannya tersebut secara istimewa secara terus-menerus atau konsisten.

"Yang terpenting adalah apresiasi yang dialami anak mencerminkan kebutuhan emosional orangtua untuk memanjakan anaknya, bukan karena perilaku anak. Dengan demikian, meski orangtua memiliki anak kesayangan dalam keluarga, mereka tetap akan melakukan anak dengan standar yang sama, sehingga kekejaman tidak akan terjadi," jelas Dr Libby.

Namun bila orangtua sangat mencolok sikap pilih kasihnya terhadap anak kesayangannya, maka hal tersebut bisa berdampak sangat buruk. Anak-anak yang kurang diperhatikan bisa merasa bahwa ia bukan orang yang penting di dalam keluarga dan menyebabkannya memiliki harga diri yang rendah atau kebencian sendiri, seperti dilansir Helium.

Meski memiliki anak kesayangan, Dr Libby mengatakan orangtua sebaiknya memperlakukan setiap anak dengan sama. Pilih kasih pada anak bisa menjadi bentuk pelecehan emosional, terutama bila meremehkan atau menggunakan kata-kata kasar kepada anak yang dianggap tidak begitu istimewa.

"Sebenarnya orangtua bisa meminimalkan kerusakan psikologis dan bekas luka emosional yang disebabkan karena favourite child syndrome (sindrom anak kesayangan). Salah satunya dengan mengakui bahwa Anda memang memiliki anak kesayangan," jelas Dr Libby.

Dr Libby menjelaskan pilih kasih harus secara terbuka dibahas dalam keluarga dan orangtua harus membuat dirinya lebih sadar dari hal-hal yang berpotensi merusak keharmonisan keluarga dan emosi anak.


***
“Anak terlahir ke dunia dengan kebutuhan untuk disayangi tanpa kekerasan, bawaan hidup ini jangan sekalipun didustakan. (widodo judarwanto)

*
“Jika anda bisa memberikan putra atau putri anda sebuah hadiah, biarkanlah itu sebuah semangat”
*
Anda memiliki waktu seumur hidup untuk bekerja,
Namun anak-anak hanya memiliki masa kecil sekali
*
“ sementara kita berusaha mengajari anak-anak kita pelajaran tentang hidup Anak-anak kita mengajari kita apa kehidupan itu.”
*
“Hal-hal terbaik yang dapat anda berikan kepada anak-anak selain tingkah laku yang baik adalah kenangan yang indah.”
*
“Bayi-bayi yang terlahir adalah salah satu cikal bakal akan adanya manusia-manusia di dunia.”

*
“Apa yang selalu dilakukan ibu dan ayah yang baik sesuai dengan insting nya untuk bayi mereka adalah selalu yang terbaik dari apapun juga.”
*

Provided by
POEMS AND SONGS FOR CHILDREN
Readmore »

Rabu, 13 April 2011

Kisah Lian Febriani


Lian febriani, Kemenhub yang namanya kini menjadi pergunjingan setelah ia dinyatakan hilang pada tanggal 7 april 2011, dan sehari kemudian ditemukan di masjid terbesar di bogor Masjid Atta'wun, Bogor.
Motif hilangnya lian masih diselediki. Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa sejumlah saksi, yakni F, F dan B. Diduga ketiga saksi ini, mengetahui betul posisi Lian terakhir kali sebelum hilang. "Tapi saya belum tahu hubungan ketiga saksi itu dengan Lian," ujar Baharudin.
Saat ditemukan, Lian dalam kondisi lupa, serta tidak mengenal identitas diri, keluarga maupun anak dan suaminya. Penampilannya pun berubah total. Terakhir kali dia mengenakan seragam Kementerian Perhubungan, tetapi ketika ditemukan, dia menggunakan gamis dan penutup muka (cadar). Bahkan, setiap kali berbicara, dia selalu menyinggung tentang surga dan dosa.
Selain itu, saat ditemukan lian juga membawa dua buah buku yang kemudian diambil penyidik berjudul Hakekat Agama dalam Kehidupan Manusia dan Mutiara Quran dan Hadits.

Kedua buku itu memiliki tebal masing-masing sekitar 150-200 halaman. Buku “Hakekat Agama dalam Kehidupan” memiliki cover berwarna kuning merupakan karya Drs Syahminan Zaini. Sedangkan uku “Mutiara Quran dan Hadits” memiliki cover berwarna hijau merupakan karya H Abd Aziz Masyhuri yang diterbitkan Al Ikhlas Surabaya. Pada cover pojok kanan atas buku itu tertulis kurikulum 1980.


Eks anggota NII Al Chaidar menyebut, Lian di duga diculik oleh KW9 NII. Dimana sebelum seseorang dicuci otaknya, KW9 NII akan mempelajari terlebih dahulu targetnya dengan baik. Misalnya saja, apa hobinya, buku apa yang biasanya dibaca, bagaimana kesehariannya, latar belakang keluarga dan sebagainya.

“Biasanya orang yang menjadi target adalah yang memiliki latar belakang eksakta, karena orangnya mudah dimasuki (penanaman ideologi). Misalnya dari fakultas teknik, MIPA, kesehatan, kedokteran,” ujar Al Chaidar kepada wartawan, kemarin.

Dia berpendapat, umumnya interpretasi kitab suci tidak bisa dibantah oleh orang eksakta. Karena itulah, mereka lebih mudah dicuci otaknya. Chaidar membeberkan modus ‘penculikan’ untuk pencucian otak orang-orang seperti Lian. Biasanya bagian dari kelompok KW9 NII mengunjungi target melalui salah satu teman baiknya. Umumnya, target tidak pernah berasal dari kalangan aparat keamanan seperti tentara dan polisi. “Jadi targetnya adalah kalangan masyarakat sipil ang dianggap kedisiplinan terhadap pertahanan dan keamanan nasional itu kurang. Kebanyakan targetnya adalah perempuan yang secara psikologis lebih lemah atau tidak stabil dibanding laki-laki,” tutur Chaidar.KW9 NII juga lebih suka mengambil target orang-orang berusia muda. Misalnya saja, mahasiswa, kalangan ABG, orang yang baru tamat kuliah. Namun tidak menutup kemungkinan untuk mengambil orang yang telah berkeluarga dan memiliki anak seperti Lian.

Namun menurut endapat Mustofa B. Nahrawardaya, Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), menyatakan bahwa penculik bukanlah dari NII namun meyakini bahwa yang menculik merupakan pihak yang ingin merusak citra Islam, karena korban brainwash sengaja dibekali buku-buku agama Islam, kemudian dikenakan baju muslimah bercadar, lalu dilepas di Masjid At Ta'awun. "Ini adalah siasat awal untuk blow up opini tertentu untuk menyudutkan Islam atau organisasi tertentu yang dianggap radikal atau militan. Tujuan mereka tidak lain agar siapapun penemu Lian, akan mengira dia korban cuci otak para pegiat islam radikal," kata pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini. Karena itulah Mustofa mengimbau masyarakat berhati-hati dengan siasat-siasat seperti itu, karena biasanya, peristiwa-peristiwa semacam ini hanya akan digunakan untuk menutupi sesuatu.




***
Maha Suci Allah, Yang Menciptakan Langit dan Bumi.

***
"Tidak ada agama yang paling baik, yang ada hanya agama yang mengajarkan kepada kebaikan"


Readmore »

Minggu, 10 April 2011

DPR RI

Tulisan saya kali ini akan menjabarkan mengenai Tugas dan hak yang didapat dari DPR,

Ulasan pertama mengenai tugas DPR, berikut ini tugas-tugas yang dilakukan oleh DPR :
1. Tidur saat rapat




2. Jika anda tidak bisa tidur, silahkan menelpon wanita simpanan anda, seperti yang terlihat dalam gambar diatas.




3. Melayani wanita dan menjadikannya selingkuhan



4. Membuka email, twitter, facebook dan video porno




5. Membuat keKisruhan dan berantem





Dengan tugas kerja yang sangat berat itu, wajarlah ketika DPR mendapatkan fasilitas-fasilitas berikut ini :
1. Gaji hampir mencapai setengah milyar perbulan




2. Mendapat fasilitas laptop yang harganya sekitar 21 juta





3. Jalan-jalan ke yunani


4. Gedung yang direncakan dengan anggaran triliunan rupiah.


Selamat para anggota DPR, semoga anda makin jaya dengan uang negara.
Readmore »

Jumat, 08 April 2011

Anggota DPR fraksi PKS

Hiduplah Indonesia Raya.. Hidup lah para petinggi atas, dan majulah bangunanmu.
Ditengah hiruk pikuk, perihal dana pembangunan pembuatan gedung DPR yang mencapai triliunan rupiah, anggota DPR dari fraksi PKS bernama Arifinto buat ulah. Saat rapat paripurna ia membuka situs porno berikut ini photo nya




Apa reaksinya setelah photo ini menyebar di dunia internet, berikut ini kilahnya :
Arifinto, mengaku tak sengaja melihat video mesum saat sidang paripurna yang membahas gedung baru DPR sedang berlangsung. Link video mesum itu didapat dari surat elektronik dari nama yang tidak dikenal.

"Saya tidak tahu pengirimnya," kata Arifinto saat ditelepon VIVAnews.com, Jumat 8 April 2011.

Dalam surat elektronik itu terdapat link yang membuat Arifinto penasaran. Menurutnya, rasa penasaran itu adalah hal biasa, karena surat-surat elektronik yang tidak dikenal juga banyak yang masuk ke alamat email-nya.

Dan bagaimana reaksi dari teman-temannya di DPR sana, berikut cuplikannya :

"Pendiri Partai Keadilan (sekarang PKS) Yusuf Supendi menilai tingkah anggota DPR dari fraksi PKS yang menonton film porno ketika sedang melakukan sidang paripurna sebuah hal yang biasa."Biasa-biasa saja namanya juga manusia, perlu dicatat manusia akan terganggu dua hal, harta dan wanita," ujar Yusuf di Kantor Komnas HAM, Jumat 8 April 2011."

Lalu menurut Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir di Gedung DPR menyatakan "Itu melanggar kode etik. Anggota DPR tidak patut melakukan tindakan yang berpotensi merusak citra DPR,"


Meskipun Arifinto beralasan bahwa dia tidak sengaja mengeklik link video porno, apakah alasan tersebut bisa dimaklumi? apakah ditengah rapat seorang anggota DPR diperkenankan membuka facebook, twitter dan hal-hal lainnya.
Berikut ini, tugas yang seharusnya dilakukan oleh anggota DPR
1. Membentuk UUD yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama peraturan pemerintah pengganti UUD menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dalam pembahasan
2. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD
3. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN, serta kebijakan pemerintah
4. Memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD
5. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan Negara yang disampaikan oleh BPK
6. Memberikan persetujuan kepada Peresiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota.

Sumber: Tugas dan Wewenang DPR http://id.shvoong.com/law-and-politics/public-administrations/2024126-tugas-dan-wewenang-dpr/#ixzz1IweWxL00

Tidak tercantum disitu bahwa seorang anggota DPR bertugas memainkan email, facebook dan twitter. Ini bukan masalah dipermalukan karena menonton video porno saja,hanya sangat disayangkan selain membuka video porno, anda melalaikan tugas dan kewajiban anda sebagai seorang anggota DPR.

Maju terus Indonesia agar menjadi Negara yang maju di dunia, terutama di dunia perbokepan!
Readmore »

Rabu, 06 April 2011

Pandangan tentang jilbab dan hijab


hanya mengeshare informasi, hal ini dikutip dari buku mengenai "menembus batas tradisi menuju masa depan yang membebaskan". silahkan di baca
ketika menguraikan soal jilbab dan hijab, penulis memakai pandangannya dengan kritik terhadap Barat. Beliau mengutip pandangan Amstring bahwa sangat lazim dikalangan lelaki dan perempuan modern, terutama di Barat menganggap jilbab dan hijab sebagai praktek yang merendahkan martabat perempuan. Pandangan keliry Barat tersebut harus diluruskan. Memakai jilbab merupakan perintah Al-qur'an. Tetapi sebagaimana diindikasikan oleh Karen Armstrong, pemakaian jilbab ini ditetapkab bagi para istri nabi karena adanya keperluan yang mendesak guna melindungi mereka dari penghinaan dan sindiran yang dilontarkan kaum munafik di Madinah terhadap Nabi melalui para istrinya. Lebih lanjut, jilbab ditetapkan untuk mereka sebagai lambang martabat mereka dan posisi tinggi mereka sebagai para ibu kaum beriman. Penluis menegaskan bahwa awalnya jilbab dimaksudkan sebagai lambang penghormatan terhadap para istri Nabi dan menjadi indikasi bagi ketinggian status sosial mereka. Kaum muslimah memang diharuskan, seperti halnya laki-laki untuk berpakaian sopan dan sederhana, tetapi mereka tidak diharuskan menutupi diri mereka dari pandangan orang lain, tidak pula diharuskan mengasingkan diri mereka dari kaum lelaki di bagian rumah yang terpisah. Dengan mempelajari asbabun nuzul ayat-ayat tentang perintah jilbab, penullis kepada kesimpulan bahwa jilbab lebih bernuansa ketentuan budaya ketimbang ajaran agama. Jika jilbab ditetapkan untuk perlindungan atau lebih jauh lagi untuk meningkatkan prestise kaum perempuan yang berpengaruh atau kaum perempuan dari kalangan atas atau kelompok elit, maka dengan demikian dapatlah dianggap bahwa jilbab merupakan sesuatu yang lebih bersifat budaya daripada bersifat religi. Jika ayat-ayat mengandung pesan moral untuk meninggikan martabat kaum perempuan, maka kaum perempuan modern ditantang oleh Islam untuk menunjukkan martabat tersebut yang perlindungannya ditetapkan oleh agama, tetapi dengan suatu cara yang selaras dengan lingkungan mereka yang modern. Artinya ajaran islam menghendaki perempuan tetap terjaga moralitasnya, meskipun tidak menggunakan simbol-simbol seperti jilbab dan sebagainya. Dewasa ini, banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat perempuan terhormat dan disegani, misalnya dengan meningkatkan kualitas pendidikan bagi kaum perempuan, memberdayakan mereka dengan mengajarkan berbagai skill dan ketrampilan, memenuhi hak-hak asasi mereka, khususnya hak-hak reproduksi mereka. Dalam realitas sosiologis di masyarakat, jilbab tidak menyimbolkan apa-apa, tidak menjadi lambang kesalehan dan ketakwaan, tidak ada jaminan bahwa pemakai jilbab adalah perempuan shalehah, sebaliknya perempuan yang tidak memakai jilbab bukan perempuan shalehah. Hukum Islam tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup, tetapi menyerahkan hal itu kepada masing-masing orang sesuai situasi, kondisi dan kebutuhan. Kalau begitu jelas bahwa menggunakan jilbab tidak menjadi keharusan bagi perempuan Islam, tetapi bisa dianggap sebagai cerminan sikap kehati-hatian dalam melaksanakan tuntunan Islam. Sebagai manusia, perempuan mempunyai kebebasan memilih, memakai jilbab atau tidak, namun apapun pilihannya patut dihargai. Pilihan jilbab patut diapresiasi, sebab jilbab bukanlah simbol pengekangan diri perempuan seperti yang dituduhkan selama ini, namun bisa menjadi sebaliknya yakni kebebasan dan kekuasaan.

SILAHKAN DIPELAJARI LEBIH LANJUT
Readmore »

Minggu, 27 Maret 2011

Dalai Lama




Siapa Dalai Lama?
Dalai Lama adalah seorang budhist, lahir pada tanggal 6 Juli 1935. Di tahun 2011, umurnya sekitar 76 Tahun.
Dalai dalam bahasa tibet berarti lautan, lama adalah guru. Gelar ini pertama dianugerahkan oleh penguasa Mongol Altan Khan kepada Sonam Gyatso, seorang abbot di biara Drepung yang dianggap sebagai lama paling terkemuka di masanya. Walaupun Sonam Gyatso menjadi lama pertama yang memegang gelar "Dalai Lama", karena ia adalah anggota ketiga dalam garisnya, ia menjadi "Dalai Lama ke-3". Kedua gelar sebelumnya diberikan kepada dua inkarnasi sebelumnya. Gelar "Dalai Lama" sekarang diberikan kepada setiap inkarnasi pemimpin agama tersebut. Orang Tibet memanggil Dalai Lama Gyawa Rinpoche (rgya ba rin po che) berarti "Precious Victor," atau Yeshe Norbu (ye shes nor bu) berarti "Wisdom Jewel". Dalai Lama ke-14, dan para pendahulunya, dianggap sebagai inkarnasi Buddha of Compassion.

Pendapatnya tentang agama?
Agama saya sangat mudah, tidak perlu kuil, dan filosofi yang rumit. Otak dan hati adalah kuilnya, filosofinya adalah kebaikan. Kita bisa hidup tanpa agama dan meditasi, tapi kita tidak bisa hidup tanpa kasih sayang manusia.
Readmore »