Rabu, 13 April 2011

Usia lanjut (gerontik)


Gerontologi, Geriatri, dan Keperawatan Gerontik
Gerontologi berasal dari geros yang artinya usia lanjut dan logos yang artinya ilmu. Jadi Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek penuaan (Kozier, 1987). Menurut Miller (1990), gerontologi adalah ilmu yang mempelajari proses menua dan masalah yang mungkin terjadi pada lansia. Dalam referensi lain dikatakan bahwa gerontologi adalah suatu pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses penuaan yaitu kesehatan, sosial, ekonomi, perilaku, lingkungan dan lain-lain ( Depkes RI, 2000). Cabang ilmu dari gerontologi dan kedokteran yang mempelajari kesehatan pada lansia dalam berbagai aspek yaitu promotif, preventif, dan rehabilitatif disebut dengan geriatri. Pada prinsipnya geriatri mengusahakan agar masa tua bahagia dan berguna (Depkes RI, 2000). Kesimpulannya bahwa, geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang penyakit pada lansia, aspek klinis, preventif, terpeutik, proses menjadi tua serta akibatnya pada tubuh manusia, dan fokusnya pada masalah kedokteran atau pada penyakit yang timbul pada lanjut usia (Balck & Matassari Jacob, 1997).
Tujan pelayanan geriatri adalah :
1. Mempertahankan derajat kesehatan setinggi-tingginya sehingga terhindar dari penyakit atau gangguan kesehatan
2. Memelihara kondisi kesehatan dengan aktivitas fisik sesuai kemampuan dan aktivitas mental yang mendukung
3. Melakukan diagnosis dini secara tepat dan memadai
4. Melakukan pengobatan yang tepat
5. Memelihara kemandirian secara maskimal
6. Tetap memberikan bantuan moril dan perhatian sampai akhir hayatnya agar kematiannya berlangsung dengan tenang.

Keperawatan Gerontik adalah Praktek perawatan yang berkaitan dengan penyakit pada proses menua (KOZIER, 1987). Menurut Lueckerotte (2000) keperawatan gerontik adalah ilmu yang mempelajari tentang perawatan pada lansia yang berfokus pada pengkajian kesehatan dan status fungsional, perencanaan, implementasi serta evaluasi. Menurut Eliopoulous tahun 2005, fungsi perawat gerontologi adalah:
Guide Persons of all ages toward a healthy aging process (Membimbing orang pada segala usia untuk mencapai masa tua yang sehat).
Eliminate ageism (Menghilangkan perasaan takut tua).
Respect the tight of older adults and ensure other do the same ( Menghormati hak orang dewasa yang lebih tua dan memastikan yang lain melakukan hal yang sama).
Overse and promote the quality of service delivery (Memantau dan mendorong kualitas pelayanan).
Notice and reduce risks to health and well being ( Memerhatikan serta mengurangi risiko terhadap kesehatan dan kesejahteraan).
Teach and support caregives (Mendidik dan mendorong pemberi pelayanan kesehatan).
Open channels for continued growth ( Membuka kesempatan untuk pertumbuhan selanjutnya).
Listern and support (Mendengarkan dan memberi dukungan).
Offer optimism, encourgement and hope (Memberikan semangat, dukungan dan harapan).
Generate, support, use and participate in research (Menghasilkan, mendukung, menggunakan, dan berpatisipasi dalam penelitian).
Implement restorative and rehabilititative measures (Melakukan perawatan restoratif dan rehabilitatif).
Coordinate and managed care (Mengoordinasi dan mengatur perawatan).
Asses, plan, implement and evaluate care in an individualized, holistic maner ( Mengkaji, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi perawatan individu dan perawatan secara menyeluruh).
Link services with needs (Memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan).

Nurtuere futue gerontological nurses for advancement of the speciality (Membangun masa depan perawat gerontik untuk menjadi ahli dibidangnya).
Understand the unique physical, emotical, social, spritual aspect of each other (Saling memahami keunikan pada aspek fisik, emosi, sosial dan spritual).
Recognize and encourge the appropriate management of ethical concern (Mengenal dan mendukung manajemen etika yang sesuai dengan tempatnya bekerja).
Support and comfort through the dying process (Memberikan dukungan dan kenyamanan dalam menghapi proses kematian).
Educate to promote self care and optimal independence (Mengajarkan untuk meningkatkan perawatan mandiri dan kebebasan yang optimal).
Lingkup asuhan keperawatan gerontik adalah pencegahan ketidakmampuan sebagai akibat proses penuaan, perawatan untuk pemenuhan kebutuhan lansia dan pemulihan untuk mengatas keterbatasan lansia. Sifat nya adalah independen (mandiri), interdependen (kolaborasi), humanistik dan holistik.

1. Pengkajian Usia Lanjut
Tujuan dari melakukan pengkajian adalah untuk menentukan kemampuan klien dalam memelihara diri sendiri, melengkapi data dasar untuk membuat rencana keperawatan, serta memberi waktu klien untuk berkomunikasi. Pengkajian meliputi aspek fisik, psikis, sosial dan spritual dengan melakukan kegiatan pengumpulan data melalu wawancara, observasi, dan pemeriksaan.
1.1. Aspek Fisik
Wawancara
 Pandangan Lansia tentang kesehatannya
 Kegiatan yang mampu dilakukan Lansia
 Kebiasaan Lansia merawat diri sendiri
 Kekuatan fisik Lansia: otot, sendi, penglihatan dan pendengaran
 Kebiasaan makan, minum, istirahat/tidur, BAK/BAB
 Kebiasaan gerak badan/olahraga/senam lansia
 Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan
 Kebiasaan Lansia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan dalam minum obat
 Masalah-masalah seksual yang dirasakan
Pemeriksaan fisik
o Temperatur
 Mungkin rendah 35 0C (hipotermy)
 Lebih teliti diperiksa di sublingual
o Pulse (denyut nadi)
 Kecepatan irama,frekuensi
 Apikal, radial, pedal
o Respirasi (pernafasan)
 Kecepatan, irama dan kedalaman
 Tidak teraturnya pernafasan
o Tekanan darah
 Saat berbaring, duduk, berdiri
 Hipotensi akibat posisi tubuh
o Berat badan perlahan-lahan hilang pada tahun terakhir
o Tingkat orientasi
o Memori atau ingatan
o Pola tidur
o Penyesuaian psikososial
1.2 Aspek Psikologis
o Apakah mengenal masalah-masalah utamanya
o Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
o Apakah dirinya merasa dibutuhkan atau tidak
o Apakah optimis dalam memandang suatu kehidupan
o Bagaimana mengatasi stress yang dialami
o Apakah mudah dalam menyesuaikan diri
o Apakah Lansia sering mengalami kegagalan
o Apakah harapan pada saat ini dan akan datang
o Perlu dikaji juga mengenai fungsi kognitif : daya ingat, proses pikir, alam perasaan, orientasi dan kemampuan dalam penyelesaian masalah
1.3 Aspek Sosial
o Darimana sumber keuangan Lansia
o Apakah kesibukan Lansia dalam mengisi waktu luang
o Dengan siapa dia tinggal
o Kegiatan organisasi apa yang diikuti Lansia
o Bagaimana pandangan Lansia terhadap lingkungannya
o Berapa sering Lansia berhubungan dengan orang lain diluar rumah
o Siapa saja yang biasa mengunjungi
o Seberapa besar ketergantungannya
o Apakah dapat menyalurkan hoby atau keinginanya dengan fasilitas yang ada



1.4 Spritual
o Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya
o Apakah secara teratur mengikuti atau terlibat aktif dalam kegiatan keagaman, misalnya pengajian dan penyantunan anak yatim atau fakir miskin
o Bagaimana cara Lansia menyelesaikan masalah, apakah dengan berdoa
o Apakah Lansia terlihat sabar dan tawakal

2. Diagnosis Keperawatan
Perawat menggunakan hasil pengkajian untuk menentukan diagnosis keperawatan. Masalah keperawatan yang paling banyak dijumpai antara lain :
o Kebutuhan nutrisi : malnutrisi dan dehidraso
o Sensosori : Glaukoma, katarak (visual), Otesklerosis, prebyscus (hear), Dysgeusia, penurunan produksi saliva (Smell), Merasa terisolasi, dan kecemasan (touch).
o Seksual : digunakan untuk mengkaji dan mengelola seksualitas lansia
o Kebutuhan tidur : tidur merupakan lanjutan dari istirahat

3. Asuhan Keparawatan
Perawat melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana perawatan yang telah dibuat. Tindakan keperawatan yang dilakukan pada lansia meliputi :
o Menumbuhkan dan membina hubungan saling percaya dengan memanggil nama klien.
o Menyediakan penerangan yang cukup
o Meningkatkan rangsangan pancaindra
o Mempertahankan daya orientasi realitas : kalender, jam dan foto-foto
o Memberikan perawatan sirkulasi
o Memberikan perawatan pernafasan dengan membersihkan hidung

Daftar Pustaka :
Maryam, siti dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta : Salemba Medika

0 komentar:

Poskan Komentar